Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
makin tampan


__ADS_3

'Kenapa saat sedang fokus begitu dia terlihat makin tampan ya' fikir nana dalam hati sambil menikmati es krim favoritnya di restoran itu


nana terus melihat fatih yang fokus melahap makanan yang ada di depannya itu tanpa peduli sekitar dan tidak melihat ke arah manapun. bahkan ke nana pun tidak


"Apa masih lapar" tanya nana saat melihat makanan fatih telah habis tak tersisa


fatih langsung saja mendongakkan kepalanya kearah nana, dengan wajah yang berkeringat serta tangan yang kotor karena makanan tadi fatih menjawab hanya dengan gelengan kepala saja kemudian dia segera berlalu untuk membersihkan tangannya di wastafel terdekat.


'aduh ini kalau begini bisa bisa aku yang jatuh cinta duluan, tidak bisa dibiarkan! tapi dia sangat mempesona begitu gayanya juga terlihat selalu keren'keluh nana dalam hati sambil memakan es krim nya


keduanya sudah duduk bersama dan saling berhadap-hadapan tanpa menikmati apapun hanya tatapan mereka saling mengunci, tanpa mereka sadari hujan deras turun dari langit menambah suasana mereka menjadi semakin hangat


"setelah ini mas fatih mau pulang ? rumahnya dimana"


"Aku menginap disini, besok pulang ke jogja"


'jadi dia dari jogja kesini untuk ketemu aku' aku jadi sedikit merasa bersalah sudah teriak teriak dan membuat dia menunggu selama tadi


"Mas"


"hmm"


"Beneran kamu masih lajang mas belum beristri atau menikah atau punya pacar atau ada kekasih?"


"Aku serius na, aku tidak main-main dengan ucapanku"

__ADS_1


"tapi menikah kan harus cinta mas, apa kamu cinta denganku"


"mau bukti apa"


nana sendiri yang dibuat bingung dengan hasil pertanyaannya tadi. salah sendiri nana! sudah jelas jelas dia mau menemui orangtuamu sudah pasti dia serius. tapi itu kan masih serius belum cinta pikir nana, dan menurut fatih cinta itu ada setelah menikah, namun mereka memiliki cara berfikir yang berbeda, mungkin karena faktor usia kedewasaan juga


"berfikirlah dewasa na, aku ingin kamu menjadi ibu anak anakku, sudah pasti aku menyukaimu"


nana merinding mendengar kata-kata itu, sedikit merona wajahnya


"tapi kita belumlah kenal dekat mas, nanti kalau menikah banyak masalah bagaimana, tiba tiba tahu setelah menikah kan pasti lebih menyakitkan" keluh nana kepada fatih


"Kita bisa melewatinya" jawab fatih dengan enteng dan mantap


"Aku mau pulang.!" ucap nana dengan kesal


" mas fatih mau menginap dimana?"


"hotel"


"apa!" kenapa harus dihotel keluh nana


menurut nana kata hotel adalah tempat-tempat untuk melakukan suatu hal atau tindakan yang negatif. sebagian besarnya


"Kalau kamu keberatan aku akan menginap di rumah bang arif"

__ADS_1


fatih menyadari ketidaksukaan nana terhadap hotel akhirnya dia memutuskan menginap dirumah bang arif saja satu malam


saat di pintu keluar hujan masih mengguyur kota jakarta, untuk ke parkiran setidaknya membutuhkan payung agar tidak basah kuyup


"Pakai jaketku" fatih berkata kemudian memakaikan jaketnya ke atas kepala nana


"kamu kehujanan mas"nana memanfang fatih


"Berani membantah" jawab fatih sedikit menekankan ucapannya kepada nana. fatih merasa harus melindungi calon istrinya bahkan dari kehujanan sekalipun


"Baik mas" nana menjadi takut akhirnya mengikuti kemauan fatih


mereka berjalan menuju mobil dengan fatih terus merangkul pundak nana seperti seorang bapak yang sedang melindungi anaknya, karena tinggi mereka sangat berbeda, nana merasa nyaman saat itu dan bahagia


'gawat ini aku bisa jatuh cinta sama dia' batin nana


fatih membukakan pintu mobil dan memasukkan nana dengan hati hati, kemudian dia berlari untuk segera masuk ke depan kursi kemudi


fatih mengantarkan nana ke kossan nya tanpa banyak tanya seperti sudah hafal jalanannya


"motorku mas motorku masih ada di parkiran kantor"


"besok aku antar sebelum pulang."


fatih sedang serius mengemudi dan nana sedang serius memandang fatih yang terlihat semakin tampan saat serius dan fokus seperti itu. fatih tahu itu dan dia membiarkan nana terus memandangnya

__ADS_1


"tetap pakai jaketnya, jangan lupa kunci pintu" ucapan fatih kepada nana


fatih telah mengantarkan nana dengan selamat dan dia segera menuju rumah bang arif untuk izin menginap.


__ADS_2