
Dodo alias donif Mahendra, anak pertama dari pasangan suami istri yang merupakan adik dari ayah fatih, jadi tidak heran mereka sangat dekat.
dodo lebih memilih mengikuti fatih dan bekerja untuknya, hingga perusahaan ayahnya masih saja di pimpin sang ayah
Fatih sebagai seorang pendiri perusahaan ternama dan terkenal tentunya mempunyai banyak musuh yang bisa menyerangnya kapan pun sebab sakit hati atas penolakan yang fatih lontarkan dari ajakan kerja sama antar perusahaan.
mereka yang tertolak tidak segan-segan melakukan tindakan licik
ia yang menyadari itu maka dia membutuhkan banyak orang seperti dodo yang selalu mendukung sepenuhnya di belakangnya
dodo mengetuk pintu ruangan Fatih di kantornya, hingga terdengar sahutan
"Masuk"
Ini adalah tempat kerja jadi tidak pandang siapapun harus mematuhi dan menghormati standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, termasuk hubungan darah sekalipun.
Terlihat keren sekali, bersikap formal menyesuaikan keadaan
"Siang al, ini data yang kamu inginkan" menyodorkan dengan sopan di depan meja Fatih
"ya"
Fatih masih memeriksa berkas berkas penting di depannya
"Ada lagi ?"
"bagaimana pergerakan musuh saat ini" tanya fatih
"sepertinya belum ada pergerakan"
"Baiklah kau boleh keluar"
"baik, pukul tiga sore nanti ada rapat koordinasi dadakan al"
Fatih hanya mengangguk lalu segera membuka dokumen berisi data diri dari seorang gadis bernama Sofiana gunawan.
'sofianaa hmm nama yang jelek' pikir fatih
Fatih melihat tampilan layarnya itu lalu memasuki galeri foto dan terlihatlah semua koleksi foto yang hanya nana yang tahu apa itu
bisa saja itu aib atau sesuatu yang sangat privasi bahkan sampai Fatih terbahak-bahak sendiri di kursi kebesarannya.
yah inilah nasib nana sekarang
Hingga sore hari menjelang pulang di kantor itu, suara rengekan nana masih saja terngiang ngiang di telinga windi
__ADS_1
"Huh bisa diam tidak, berhenti merengek seperti itu"
"Ayolah win telepon kan nomorku sebentar saja, supaya aku bisa meminta hp ku"
"Iya sabar aku itu lagi memikirkan bagaimana menyusun kata yang relevan nana, dia orang penting"
"Coba kamu hubungi pakai hp laki laki itu"
Nana yang terlihat sedih langsung menunjukkan kekesalan.
"cih tidak mau"
"kenapa ?"
"Dia sudah menghinaku di pesta kemarin, aku kan malu dilihat orang-orang
'kamu buta atau bodoh' " gaya nana menirukan ekspresi fatih saat menghinanya waktu itu
"Hahaha baiklah baiklah , mari kita telepon bersama saja dengan hp ku" dengan tawa yang masih membekas di wajahnya
Windi melambaikan tangan meminta nana agar duduk mendekat kepadanya
meletakkan hp di atas meja kerja depan mereka
calling...
"Oke, kerja bagus semuanya terimakasih."
Fatih tengah berdiri di depan layar memimpin rapat koordinasi dengan para anggotanya yang akan menerbitkan sebuah buku biografi karya tulis orang terpandang di indonesia
Rapat telah usai, satu persatu karyawan di ruangan itu mengeluarkan diri secara tenang dan sopan, mengingat yang berada di dalam adalah pemilik sekaligus pendiri perusahaan tempat mereka mengais rezeki halal dan berkah untuk anak istri tercinta.
Fatih mendudukkan dirinya di ruangan itu, mengendurkan dasinya yang sedikit mencekik leher
"Tuan muda handphone anda" sesan menyerahkan handphone fatih yang berdering nyaring
Fatih menerima dan melihat siapa yang menghubunginya, ia tersenyum menyeringai
ia menyerahkan kembali ponsel itu kepada sekretarisnya
"Jika yang menghubungi ku adalah nomor itu biarkan saja san"
"Baik tuan"
****
__ADS_1
"Kenapa tidak di angkat ya win, apa dia sedang sibuk sekarang" sedih Nana
Mereke sedang menunggu dan memandangi hp Windi di atas meja yang hanya memunculkan tulisan panggilan terhubung.
"Pasti laki laki itu ingin kamu yang menghubunginya langsung na, itu kan hp kamu"
"Ayo coba panggil lagi lah win" menunjuk hp windi
"Ck ini sudah yang ke delapan yang benar saja"
"Terus bagaimana dong"
"Kamu coba hubungi dia nanti malam"
Nana hanya diam memikirkan ucapan Windi, tanpa terasa pegawai-pegawai lain sudah berhamburan pulang kerumahnya masing-masing
"Aku balik dulu" mengelus lengan Nana
"Tidak akan terjadi apa apa, hubungi saja"
"hmm" manggut-manggut lalu membereskan barang-barangnya
*****
Setengah jam lagi waktu menunjukkan jam makan malam, deru mesin mobil memasuki garasi, ya hingga tak berapa lama
"Nak akhirnya kamu pulang ke rumah sayang"
sapa nyonya fianika dari ruang utama, ibunda fatih berjalan menemui anak laki-lakinya dengan tersenyum
"Duduklah nak"
"Ada apa ibu menyuruh ku pulang"
"Ibu ingin kita makan malam bersama"
...----------------...
Terimakasih sudah membaca ceritaku..
semoga kalian bisa terhibur dengan karya pertama ku ya..🥳🥳
jangan lupa like dan komen ya gaes , agar bisa jadi mood booster nih buat akuw..
salam kenal salam hangat, thanks 🥰
__ADS_1