Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
Setelah 5 Hari


__ADS_3

Happy reading


Setelah hari dimana Shena diantar pulang oleh Varo saat itu. Mereka sudah jarang bertemu tapi hal itu tak membuat mereka hilang kabar.


Shena dan Varo sama sama sibuk dengan butik dan perusahaan yang makin hari makin berkembang.


Sudah 5 hari Varo tak datang ke butik atau rumah Shena. Laki laki itu lembur siang malam hanya untuk ia bisa cuti bulan depan setalah ia menikah dengan Shena. Semua harus ia selesaikan saat ini juga.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Shena yang masih berkutat dengan kertas dan pensil itu meminta sekretarisnya untuk membelikan makanan untuknya.


Shena tak ada waktu untuk keluar hanya untuk sekedar membeli makan sendiri.


Ceklek


"Kok cepet banget si... Mas," kaget Shena saat melihat yang ternyata datang adalah Varo. Ia pikir yang datang adalah Siti tapi ternyata bukan.


"Sayang."


Shena langsung bangun dari duduknya dan menghampiri calon suaminya yang sudah 5 hari ini tak menemuinya. Bohong jika ia tak rindu dengan laki laki ini, Varo sudah sepenuhnya masuk ke dalam hidupnya yang kosong ini.


"Kok gak bilang kalau mau kesini?" tanya Shena pada Varo yang membawa paper bag berisi makan siang mereka.


"Kejutan sayang, gimana kabar kamu. Baik kan?" tanya Varo yang sudah lebih santai saat ini. Tidak seperti dulu yang masih kaku saat berbicara dengan Shena.


"Alhamdulillah baik."


"Kamu belum makan siang kan?"


"Belum, tadi sih aku minta Siti buat beli makan siang," jawab Shena dengan senyum.


Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan Shena, Varo membuka paper bag yang ia bawa dan mengeluarkan makanan dari sana.


"Mas, kok ikan tuna?" tanya Shena yang melihat ikan tuna yang sudah dimasak depannya.


"Kenapa?"


"Nanti ASI ku tambah banyak," ujar Shena. Bagi Shena saat ini makanan yang bisa memperbanyak keluarnya ASI.

__ADS_1


Varo yang mendengar itu hanya tersenyum, ia sudah mencari makanan yang bisa membuat ASI Shena terus keluar. Dan ada berberapa buah serta sayur yang harus ia beli nanti.


"Gak apa apa sayang, sekali kali."


"Gak mau, gak nyaman kalau banyak ASInya."


"Nanti aku bantu, sekarang kita makan siang ya. Mas mau gak mau kamu sakit gara gara gak makan," ujar Varo dengan lembut.


"Aku gak mau makan ikan tuna Mas. Aku akan nunggu Siti datang aja," jawab Shena. Yang tadinya senang kini malah kesal dengan Varo, padahal Varo tahu Shena kelebihan hormon tapi laki laki itu sangat tidak peka.


"Siti udah ada di ruangannya, Sayang. Tadi aku suruh dia gak usah beliin makan siang buat kamu," jawab Varo yang lagi lagi membuat Shena kesal bukan main pada Varo.


"Mas..."


Shena sebenarnya suka dengan olahan ikan tapi sejak ia tahu ia bisa mengeluarkan ASI. Shena sangat membatasi makanan yang bisa membuat ASInya tambah banyak.


"Ayo makan, biar mas suapi kamu. Emang kamu gak kangen sama Mas hmm?" tanya Varo membujuk Shena agar Shena mau makan.


Akhirnya dengan keterpaksaan Shena menerima suapan dari Varo. Laki laki itu tampaknya puas karena Shena sudah mau memakan makanan ini.


"Nanti kalau ASI kamu banyak kan Mas juga yang seneng. Lagian ya sayang, Mas udah bosen sama susu kotak terus. Apalagi 5 hari ini Mas banyak banget kerjaan, capek. Maunya saat pulang itu udah ada kamu terus Mas bisa peluk kamu," ujarnya seraya menyuapkan ikan tuna yang sudah ia bersihkan itu.


"Normal sayang, wong Mas juga laki laki biasa. Apalagi Mas paling suka sama yang namanya susu," jawab Varo dangan senyum manisnya.


"Makanya cepat nikahi Shena biar Mas bisa nyusu sepuasnya," jawab Shena yang membuat Varo mengangguk.


"Ini lagi beresin urusan kantor dulu sayang. Sabar ya, oh ya nanti malam keluarga Mas mau datang ke rumah. Mas sudah bilang pada kedua keluarga kita tentang hubungan kita."


"Beneran? Tapi apa tidak apa apa, jika keluarga Mas punya mantu yang sering dikatakan sebagai perawan tua?"


"Kamu tuh gak tua sayang, kamu itu malah mirip anak 20 tahunan kalau gak pakai baju formal."


"Mas bisa aja sih. Jadi bener nanti malam Mas sama keluarga bakal ke rumah?" tanya Shena yang tak bisa menghilangkan senyum manisnya dari bibir mungilnya.


"Iya sayangku. Makanya hari ini Mas datang ke butik kamu, sekalian kita pilih baju," ujar Varo pada Shena.


"Oke nanti setelah makan, kita ke bawah pilih baju."

__ADS_1


Varo tak heran kenapa Shena sangat senang, ia juga begitu. Apalagi ia yang notabene sudah sangat pas jika membina rumah tangga.


Setelah beberapa saat akhirnya makanan yang dibawa Varo habis di makan mereka berdua. Varo yang sudah kenyang itu langsung membuang bungkus makanan itu ke tempat sampah kemudian mengambil minuman yang tadi ia bawa.


"Sayang, aku mau nen."


Shena yang sedang minum air kelapa itu langsung menatap Varo. Sudah tak heran lagi kenapa Varo bisa sesantai ini bilang seperti itu.


"Kan baru makan, masa udah laper?"


"Minumnya sayang."


"Kan baru minum air kelapa," jawab Shena seraya menggoda calon suaminya ini.


"Sayang," rengek Varo yang membuat Shena langsung tertawa.


"Dasar bayi gede, pertama ketemu kamu gak gini loh Mas. Kamu kok jadi manja," ujar Shena pada Varo.


Varo terdiam, benar apa kata Shena. Ia dulu tak semanja ini bahkan pada Mamanya ia juga tak semanja ini. Tapi kenapa Shena


"Aku gak tahu, dulu aku juga gak manja gini sayang tapi entah kenapa sejak saat ada kamu aku ingin dimanja terus," jawab Varo yang membuat Shena mengangguk.


"Jadi bolehnya nyusu. Aku kangen loh, udah 5 hari gak nyusu kamu," ujar Varo dengan wajah yang sengaja ia buat manis agar bisa menarik perhatian Shena.


Dengan pelan akhirnya Shena mengangguk, hal itu membuat Varo yang sedari tadi lemas mulai bersemangat membuka baju atas Shena.


Tanpa menunggu waktu lama, Varo langsung memasukkan satu buah dada ke mulutnya sedangkan tangannya yang meremat pelan dada satunya.


Shena yang belum terbiasa menyusui orang lain itu hanya bisa menahan nafasnya dan juga suaranya. Agar gairah Varo tak terpancing.


Tangannya mulai terulur untuk mengelus rambut Varo yang sangat lebat. Apalagi warnanya yang sangat indah hitam berkilau sepertinya Varo sangat rajin merawat tubuh dari atas sampai bawah.


Varo yang sedang menyusu itu bisa merasakan elusan lembut tangan Shena. Apalagi sekarang posisinya sangat pas jika ia ingin tidur.


"Ahhh Mas jangan digigit," ringis Shena saat gigi laki laki itu sedikit menancap di dadanya.


Akhirnya Varo menyusu dengan normal, ia tak lagi menyusu dengan kasar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2