
Happy reading
"Mau mandi dulu atau main dulu?" tanya Varo yang tiba tiba memeluk Shena dari belakang.
"Mandi dulu aja yuk, udah gerah nih," jawabnya dengan senyum manisnya.
Sebagai seorang wanita dewasa, Shena juga paham apa yang diinginkan oleh Varo.
Varo mengangguk dan mengecup leher jenjang sang istri. Tapi sebelum ke kamar mandi, Varo terlebih dahulu membantu sang istri untuk melepaskan kebaya dan riasan Shena.
"Mas gak punya meja rias?" tanya Shena pada Varo. Perempuan itu menurut apa yang akan dilakukan sang suami.
"Belum ada sayang, karena aku gak pernah make up, paling-paling juga lotion dan pelembab aja," jawab Varo menggiring sang istri ke kasur.
"Nanti aku minta anak buah aku buat beliin meja rias buat kamu, hmm."
"Makasih Mas."
"Sama sama sayang."
Varo dengan telaten melepaskan kebaya dan segala andahannya di tubuh Shena.
"Mas handuknya mana? Gak mungkin aku telan*ang di depan Mas," ucap Shena yang baru sadar.
"Lah emang salahnya dimana? Kita udah halal sayang, tubuhmu halal buat aku sentuh," jawabnya melepas kemben sang istri.
Sedangkan Shena langsung menutupi tubuh atasnya dengan selimut. Kemudian dengan langkah cepat Shena langsung masuk ke dalam selimut.
"Mas balik badan dong, aku mau ke kamar mandi," ucapnya dengan malu. Varo yang melihat itu tanpa persetujuan Shena langsung mengangkat tubuh Shena ke kamar mandi.
"MAS!!!"
"Diam sayang, kamu mau mas makan saat ini juga ya," ujar Varo masuk ke dalam kamar mandi dan menurunkannya di sana.
"Kamu diam disini biar aku yang siapin air dulu, Mas juga capek sayang. Jadi jangan berontak ya," ujar Varo memberikan pengertian pada Shena yang langsung mengangguk.
Cups
Varo mengecup kening Shena kemudian mengisi bath tub dengan air dan juga sabun cair.
Shena yang melihat sang suami menyiapkan air itu tersenyum. Apa ini rasanya punya suami yang memenuhi kebutuhannya.
__ADS_1
"Mas," panggil Shena.
"Bentar sayang, lagi pilih sabun. Kamu mau yang wangi apa?" tanya Varo, laki laki itu bingung saking banyaknya sabun yang tersedia disana. Sekarang ia tahu apa fungsinya banyak sabun ini.
"Wangi mawar aja Mas," jawab Shena dan dianggukkan oleh Varo.
Shena melepas selimut yang ia pakai untuk menutupi tubuh indahnya kemudian berjalan mendekat ke arah Varo. Lagian apa yang membuatnya malu sekarang, Varo suaminya.
"Eh."
Varo terkejut saat melihat tangan putih itu memeluk perutnya yang masih tertutupi kemeja berwarna putih.
"Lama banget," ucapnya dengan manja. Shena meredam semua malunya hanya untuk sang suami.
"Tunggu penuh sayang."
Varo membalik badannya kemudian mendudukkan Shena yang hanya memakai bra dan celana pendek itu di pinggir bath tub.
"Mau dibantu bukain kemejanya?" tanya Shena dengan senyum.
"Boleh."
Bath tub yang sudah terisi penuh, hingga membuat keduanya langsung masuk ke dalam bath tub.
Dengan Shena yang menyandarkan tubuhnya di dada Varo. Mereka menikmati berendamnya dengan mata terpejam.
Rasa lelah yang tadi mendera langsung hilang saat merasakan hangat dan wangi air dalam bath tub itu.
Tangan Varo berada di perut sang istri itu tak bisa diam hingga membuat Shena membuka matanya.
"Mas."
"Hmm."
Shena meraih tangan sang suami tapi Varo tak kalah dari Shena. Masih ada tangan satunya untuk membuat tubuh Shena bereaksi.
Cup cup
"Mas masih capek," bisiknya dengan pelan.
"Sayang wajar aku gini, berdua sama istri lagi. Banyak setan yang goda kita emang kamu gak mau dapat banyak pahala hmm?"
__ADS_1
"Mau."
"Ya sudah balik badan kalau begitu."
Shena menurut kemudian menatap Varo.
Varo menarik tengkuk leher Shena kemudian melabuhkan ciuman hangat di bibir Shena.
Ciuman itu berlangsung dengan panas apalagi tangan Varo yang sudah berlayar kemana mana.
"Ahh."
Shena tak menyesali suara yang sudah keluar itu, ia malah semakin mendekatkan tubuhnya pada Varo.
Plup
"Lepas semua aja yank."
Mereka melepas pakaian yang masih tersisa kemudian melanjutkan apa yang tadi mereka mulai.
"Kita mandi dulu ya."
"Hmmm."
Keduanya saling menggosok badan masing masing, walau Varo sering mencari kesempatan untuk menggosok tempat tempat tertentu.
"Mas bangun ih."
"Dia pengen ketemu pawangnya sayang."
"Nanti di kamar. Aku gak mau di kamar mandi," jawabnya dan dianggukkan oleh Varo.
Setalah selesai menggosok tubuh, keduanya keluar dari bath tub. Tanpa busana kemudian membilas tubuh mereka masing masing.
Shena sempat melihat ke arah bawah sang suami, dan ia menelan ludahnya saat melihat hal itu.
Setelah selesai membasuh tubuh, Varo langsung menggendong tubuh sang istri ke dalam kamar. Untung rambut mereka tak basah.
Varo membaringkan tubuh Shena di kasur kemudian....
Bersambung
__ADS_1