
Happy reading
Varo yang tadinya malas malasan langsung menegakkan kepalanya dan menatap siapa yang datang ke kantornya. Berarti yang sudah bentak tadi adalah istrinya sendiri.
"Aku ganggu kamu ya, Mas?" tanya Shena tetap melangkahkan kakinya menuju meja Varo.
"Enggak sayang."
Shena duduk di depan Varo kemudian ia meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja.
"Kamu lagi banyak pikiran ya?" tanya Shena dengan senyumnya.
"Kenapa kamu gak balas pesan aku sih? Daritadi aku uring uringan dari tadi," tanya Varo dengan kesalnya. Kemudian laki laki itu meminta Shena untuk duduk di pangkuannya
Shena sebagai anak yang baik dan benar, ia mulai berjalan ke arah Varo dan duduk di pangkuan sang suami.
"Tadi niatnya mau buat surprise buat, Mas Varo. Tapi sepertinya tidak pas ya? Maaf sudah mengganggu kamu," ucapnya dengan senyum mengelus pipi sang suami.
"Kamu gak ganggu kok, aku senang kamu mau ke kantor aku."
Shena tersenyum dengan lembut kemudian mengambil paper bag yang ia bawa tadi. Shena mengeluarkan makanan di dalam paper bag.
__ADS_1
"Yank kamu bawa apa lagi?" tanya Varo menujuk bungkusan plastik di sana.
"Rujak."
Varo mengerutkan keningnya, kapan istrinya itu suka dengan makanan pedas dan asam seperti rujak. Apalagi jika dilihat rujak itu banyak mangga mudanya.
"Sejak kapan kamu suka rujak? Biasanya kamu ogah ogahan kalau disuruh makan yang asem adem," ujar Varo mengambil kresek itu dan mengeluarkan rujak buah yang ada di dalamnya.
Varo yang melihat bumbu rujak yang sangat melimpah itu langsung mengelap liurnya yang hampir menetes. Rujak yang dibawa Shena ini terlihat biasa saja tapi bagi Varo ini sangat menggodanya. Seakan memanggil dirinya untuk memakan rujak yang dibawakan oleh Shena.
"Ayo makan dulu."
Tangan Varo mulai mengambil rujak yang ada di samping makanan yang dibawakan oleh Shena.
"Yank aku mau rujak," manja Varo yang ingin memakan rujak itu.
"Nanti setelah kita makan ini."
Akhirnya mau tak mau Varo menuruti keinginan sang istri untuk memakan makanan yang sudah dibawakan oleh Shena.
Shena tampak telaten menyuapi baru dengan makanan yang ia bawa. Laki laki itu akan manja jika sudah seperti ini.
__ADS_1
"Kamu nih makin hari makin manja aja, gak malu sama adik aku hmm?" tanya Shena seraya menghapus noda saus yang ada di sudut bibir Varo.
"Ngapain malu wong sama istri sendiri."
Shena hanya bisa terkekeh mendengar jawaban dari Varo. Sudah sering kali Varo menjawab dengan kata kata yang sama.
Setelah menyelesaikan makan siang bersama, kini tiba saatnya Varo untuk menikmati rujak yang dibawa oleh sang istri.
"Tapi tadi aku yang pengen kok kamu yang makan?" tanya Shena dengan mata yang sudah berkaca kaca saat mangga muda itu masuk ke dalam mulut Varo.
Varo yang tak tega itu mulai menyuapkan rujak yang sudah tercampur bumbu kepada Shena. Laki-laki itu tentu tak mau istrinya sedih hanya gara-gara sebuah rujak.
"Aku gak makan banyak kok sayang, nih aaa."
Keduanya menikmati rujak yang asem tapi segar di lidah mereka. Bahkan gini wajah keduanya sangat berseri karena dapat merasakan nikmatnya rujak buah mangga muda.
"Nanti malam double ya, sayang."
Deg
Shena mengingat sesuatu yang membuat ia langsung menatap Varo.
__ADS_1
"Aku telat datang bulan."
Bersambung