
Happy reading
Dan sepertinya bukan hanya Shena yang melihat kedua orang itu tapi juga melihat Shena. Apalagi posisi Shena kini yang sedang berada di pangkuan Varo yang duduk di sofa. Dengan posisi Varo membelakangi pintu.
"Wah wah habis putus dari suamiku sekarang ini kerjaan lu?" sindir seorang wanita yang diketahui itu adalah mantan sahabat Shena yang sudah merebut Julian(Mantan Shena) yaitu Shiren.
Shena yang mendengar itu hanya menatap malas mereka. Melihat perut Shiren yang sudah kempes berarti anaknya sudah lahir.
"Ya ini pekerjaan gue, kenapa? Mau rebut juga?" tanya Shena dengan ketus. Sedangkan Varo belum mau tahu apa yang sedang terjadi, laki laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya pada Shena.
"Dasar cewek murahan, pakai gaun bagus lagi disini? Kayak gak ada tempat lain aja selain disini?" tanya Shiren dengan nada sombong.
Berbeda dengan Julian yang menatap Sena penuh dengan rasa penyesalan yang teramat. Ya terpaksa menikahi Shireen karena dulu Shireen mengandung anaknya. Ia harus mengorbankan perasaannya pada Shena yang selama ini selalu mendampinginya dari nol.
Jujur dalam hati Julian iya masih sangat mencintai dan menyayangi Shena. Tapi karena ego yang terlalu tinggi dan hasutan dari Shiren ia mengabaikan perasaan yang selama ini menghantui dirinya.
"Jaga bicara lu ya. Siapa disini yang murah?" tanya Shena dengan rasa dongkol.
Niat hati ingin senang-senang dengan Varo yang datang ke butiknya. Senam alat dibuat kesal dengan mantan sahabat dan mantan kekasihnya itu.
"Siapa yang main di belakang gue hah? Lu yang murah, mau-maunya lo ngangkang demi harta dan kepuasan lo pada calon suami sahabat kau sendiri. Ups kita bukan lagi sahabat, bahkan gue enggan menyebut lu teman. Kalian udah mati di hidup gue," ujar Shena dengan kesal.
"Yee biar bagaimanapun Julian saat ini menjadi suami gue. Bukan cewek murahan kayak lo, dasar perawan tua," ujar Shiren menatap benci Shena.
Saudari dulu Sena selalu unggul dalam hal apapun daripada dirinya. Entah itu keluarga, pertemanan, percintaan, dan sebagainya. Shiren iri dengan semua yang dimiliki Shena.
Sedikit demi sedikit apa yang dimiliki Shena sudah bisa ia miliki. Teman, sahabat, dan juga cinta Julian yang sangat besar pada Shena.
Walaupun ia tahu sekarang Julian belum bisa move on 100% dari Shena tapi setidaknya ia lebih unggul karena sudah menjadi istri sah dari Julian.
Varo yang sedari tadi mendengarkan ocehan orang yang tidak ia kenal itu mulai mengangkat kepalanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah kekasihnya yang sangat cantik.
__ADS_1
Cups
Tanpa tahu tempat Varo mengecup kembali bibir manis Shena yang sangat memabukkan dirinya itu. Sejak pertama kali ia mengambil 1ciuman bibir Shena.
Shena yang merasakan benda kenyal itu membulatkan matanya. Bukan apa apa, ia sebenarnya tidak apa apa jika Varo mengambil ciuman itu.
Tapi ini yang menjadi masalahnya adalah Varo menciumnya di depan mantan bangsatnya dan juga mantan bajin*an.
"Kenapa sih marah marah aja dari tadi?" tanya Varo dengan suara serak serak basahnya belum menatap kedua orang yang menatap mereka dengan keterkejutannya.
Melihat Shena yang tak menjawab dirinya, Varo mulai menolehkan kepalanya ke arah tatapan Shena. Disana ada dua orang yang satunya ia tahu itu siapa tapi wanita dengan pakaian kurang bahan ini, Varo tak mengenalnya.
Julian dan Shiren yang melihat sosok laki laki yang sangat dihormati di negaranya itu hanya diam membisu. Dalam pikiran mereka ada hubungan apa antara Varo dan Shena.
"Mereka siapa?"
"Mantan."
Varo yang tak ingin ambil pusing itu hanya melingkarkan tangannya di pinggang Shena. Membiarkan kedua orang ini mengamati keromantisan mereka.
"Maaf Anda benar Tuan Alvaro yang terkenal itu?" tanya Julian yang mulai mengeluarkan suaranya.
"Hmm."
"Ada hubungan apa Anda dengan Shena, Tuan?" tanya Shiren dengan nada yang dibuat buat.
Shena yang mendengar itu rasanya ingin muntah, ia tahu Shiren pasti ingin menjelekkan dirinya di depan Varo. Tapi untungnya Varo sudah mengetahui kisah hidupnya selama ini.
"Dia calon istriku. Memang ada yang salah dengan itu?" tanya Varo dengan nada ketus.
Ia tak suka wanita tak tahu malu seperti Shiren itu. Walau cantik tapi murahan, Varo paling anti dengan yang namanya wanita murahan. Biarpun biasa asal berkelas, begitulah baginya. Tapi syukurnya ia mendapatkan Shena yang cantik dan juga berkelas.
__ADS_1
"What!! Bagaimana bisa, seorang Varo memilih calon istri seperti wanita ini? Apa Anda tidak tahu jika wanita ini pernah hampir membunuh orang?" tanya Shiren tentu dengan fitnah.
"Hmm aku tak peduli dengan masa lalunya, karena aku mencintainya tulus. Tidak meminta imbalan ataupun hartanya, bahkan jika Shena mengingkan aku matipun aku siap saja," jawab Varo dengan santai bahkan sangat tenang.
Ia tak peduli dengan siapa ia berkata, tapi Varo tak suka dengan wanita dan laki laki yang ada di depannya ini.
"Tapi Tuan."
"Aku tak butuh saran darimu."
"Maaf Tuan, tapi apa Anda sudah tahu dengan masa lalu Shena? Dia wanita yang tidak benar, Tuan," ujar Shiren yang menjelekkan Shena di depan orang yang sangat berpengaruh di negara ini.
Shena dan Julian diam mengamati apa yang akan dikatakan Shiren pada Varo. Laki laki itu hanya diam seraya mengelus punggung Shena.
"Shena adalah wanita murahan, Tuan. Saya pastikan Anda akan menyesal jika memilih wanita ini," ujar Shiren dengan tersenyum senang.
"Mas jangan percaya, aku tak seperti itu," ujar Shena yang tak tahan dengan ocehan wanita tak jelas ini.
"Oh jadi yang murah itu Shena?" tanya Varo dengan sangat tenang. Laki laki itu tak akan terpengaruh dengan ucapan wanita ini.
Shiren mengangguk menatap penuh kemenangan ke arah Shena. Ia akan merebut apa yang menjadi milik mantan sahabatnya itu.
Walaupun keluarga Shena tak ada yang menganggap dirinya. Tapi ia pastikan ia juga bisa merebut Varo dari Shena sama seperti dulu ia merebut Julian dari Shena.
Apalagi jika teman-teman sosialitanya tahu ia bisa dekat dengan seorang pengusaha di negara ini. Laki-laki yang sering dibicarakan oleh teman-temannya pasti akan terkenal.
Iya yakin jika Varo menjadi pacar ataupun bahkan suaminya. Ia akan menjadi wanita yang paling bahagia di muka bumi ini. Bahkan ia bisa saja meninggalkan Julian karena Varo.
Shena menatap calon suami suaminya dengan tatapan bingung. Ia yakin Varo tidak akan semudah itu untuk dipengaruhi.
Apalagi tangan Varo masih mengelus punggungnya yang masih terbalut dangan gaun berwarna biru itu.
__ADS_1
Bersambung