
Berada di tengah-tengah keluarga nana yang sangat bahagia dan penuh dengan canda tawa membuat Fatih betah berlama-lama di rumah itu, ia terlihat sangat hemat bicara karena tidak tahu harus berkata apa. yang jelas suasana hatinya saat ini sedang sangat senang tidak terlukiskan dengan kata-kata, ia tidak berhenti tersenyum.
mendengar sendiri orang tua nana sangat mendukung anaknya bersama dengan fatih, entah apa yang Fatih bicarakan sehingga orang tua nana sangat menyukai nya. nana sebagai anak perempuan hanya bisa diam melihat itu semua dan akhirnya menerima laki laki itu, ia menurut saja dengan keputusan orang tuanya
langit berganti menjadi cerah dengan udara sejuk memasuki rumah yang sudah terbuka pintunya pagi-pagi sekali, Fatih meminta izin kepada calon mertuanya yg untuk pulang kerumahnya.
"Bapak ibu, fatih mau izin pulang"
"Iya nak, berhati-hati lah di jalan" bapak menepuk pundak Fatih dengan tersenyum
Setelah mengantarkan fatih dan sudah tidak terlihat lagi ibu dan bapak memasuki rumah bersama,
"Pak"
"Iyaa sayang"dengan genit lalu mengedipkan sebelah matanya
"ishh ingat sudah tua. malu tuh sama cucu." ibu menjawab dengan senyum merona tak lupa tangannya sedikit memukul lengan suaminya
"Hehe kenapa, apa ibu sudah senang sekarang putri kita sudah mau menikah? hm ?"
"Tentu saja senang ,ibu kan ingin sekali melihat putri kita bahagia pak"
"Yaa kita berdoa saja yang terbaik untuk anak anak kita bu"
"Iya bapak benar"
*****
__ADS_1
Waktu terus berjalan dari hari ke hari hingga malam tiba saat ini terlihat nana dan sedang melakukan panggilan telepon,
"Mintalah izin. aku akan langsung menikahi kamu hari Minggu besok!"
"Apa ! mas kenapa mendadak seperti ini"
keluh nana yang berfikir ini terlalu cepat bahkan mereka belum bertunangan. nana ingin lebih mengenal Fatih terlebih dahulu sebenarnya, bukan malah seperti ini
"Aku sudah berunding dengan keluarga kita semalam dan"
"Maaaass " kata kata nana membuat fatih memejamkan matanya merasakan sensasi yang berbeda karena terdengar manja menurutnya
"hm apa sayang"
" apa sudah tidak bisa di rubah atau di undur lagi " jawab nana dengan suara lemahnya
nana mematikan telepon secara langsung, Fatih tahu nana kesal sekarang.
'aku tidak akan merubah keputusan ku sayang. aku mencintaimu Sofiana calon istriku, andai kamu ingat dulu'
meskipun sedang kesal nana tetap saja tertidur dengan nyenyak tanpa hambatan apapun. walaupun rasa ragu masih belum hilang dari dirinya yang akan menikah tiga hari lagi.
ia berangkat bekerja dengan biasa, bedanya sekarang sedikit lemas saja, hari ini hari terakhir ia bekerja sebelum meminta izin cuti.
waktu menunjukkan sore hari menjelang malam, nana sudah berada di dalam kamar kos elit nya setelah mendapatkan surat izin cuti selama dua Minggu. nana sudah mendapatkan kabar dari orang tuanya mengenai pernikahan pagi tadi sebelum berangkat bekerja.
'kenapa perasaanku tidak menentu seperti ini' batin nana dalam hati
__ADS_1
tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di kamar nana, nana membuka pintu tersebut dan terkejut bukan kepalang melihat Fatih sedang berdiri di hadapannya dengan sangat keren
'bagaimana bisa dia masuk kesini dan tahu letak kamarku. benar benar tidak habis pikir lagi. sepertinya dia sangat tergila-gila padaku' batin nana
"Ma-mas fatih, apa yang kamu lakukan?"
Fatih berjalan memasuki kamar tersebut tanpa melepas sepatunya dan langsung duduk di kursi yang ada didalam
"Menjemput calon istriku" Fatih menatap wajah nana begitu dalam
nana mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur sedangkan Fatih duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan nana.
'cantik' Fatih melihat nana yang tidak memakai penutup kepala yang biasa dia gunakan dan rambutnya tergerai sangat indah
"Mas aku belum siapkan baju dan yang lainnya, kenapa tidak bicara akan datang kemari"
"Kenapa aku harus bilang dulu hm ?"
"Kan biar aku siap dulu maaas" kesal nana dan mengerucutkan bibir kecilnya
"tidak perlu membawa banyak barang sayang, seperlunya saja"
......................
Terimakasih sudah berkunjung membaca cerita ku sampai bab ini yaa ,silahkan bagi yang ingin memberikan saran atau kritikan akan aku terima
ini karya pertama jadi maafkan masih banyak kesalahan kesalahan🥰🥰
__ADS_1