Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
Keputusan Bersama


__ADS_3

Happy reading


Tubuh Varo terjatuh saat mendapat bogem tiba tiba dari kakak kandung Shena itu yaitu Leo. Leo dan Papa Andre melihat jika Varo memeluk dan juga memegang tubuh adiknya dengan ahh entahlah bagaikan menjabarkannya.


"Sialan... Apa ini yang kalian lakukan di belakang kami?" tanya Leo dengan suara kerasnya.


Shena yang terkejut itu langsung memegang lengan sang kakak. Kemudian ia menatap sang ayah yang menatap dirinya dengan kecewa.


"Ayah, kakak ini tidak seperti yang kalian lihat. Aku dan Mas Varo gak ngapa ngapain, bahkan Mas Varo gak pernah menyentuh aku dengan lebih inti*. Dia menjagaku dengan baik yah, kak."


"Aku tak percaya padamu dek. Aku melihat sendiri laki laki ini sudah berbuat yang tidak senonoh pada kamu. Kakak juga gak habis pikir sama kamu," ujar Leo yang tak habis pikir adiknya itu kenapa mau mau saja di pegang pegang seperti itu oleh Varo.


"Enggak kak, aku sama Mas Varo gak ngapa ngapain kok. Cuma peluk aja, ayah percaya Shena kan ayah?" tanya Shena mencari pembelaan sang ayah yang hanya terdiam kemudian menatap Varo dengan tatapan tajam.


"Kita bicarakan di bawah!!!"


Mereka berjalan menuju lift, dengan Shena yang kini sedang memapah Varo. Walau tiba tiba suasana di lift itu jadi horor karena tatapan kedua laki laki beda usia itu pada Varo dan Shena.


"Aku takut," bisik Shena mencoba untuk tidak menatap kedua orang yang paling ia sayang itu.


"Gak apa apa, ada aku. Biar aku yang menerima amukan mereka nanti. Jangan takut hmm," balas Varo pada Shena dengan berbisik.


Hingga kini mereka sampai di lantai bawah, ternyata para wanita dan juga Papa Nendra yang duduk menunggu para tuan rumah.


"Ada apa ini? Kenapa muka kalian tegang semuanya?" tanya Papa Nendra saat menyadari ada yang tidak beres dengan mereka. Apalagi bibir Varo yang sedikit sobek.

__ADS_1


"Aku mau mereka menikah juga hari ini," titah Papa Andre pada mereka semua.


Sontak saja orang yang ada di ruang makan itu langsung kaget. Bahkan Bunda Dena langsung terduduk saat mendengar titah dari sang suami.


Pasti ada apa apa, tak mungkin suaminya memutuskan hal ini jika tidak terjadi apa apa.


"Yah, gak bisa gitu dong," sela Leo tak terima jika Shena di nikahkan dengan laki laki ini.


"Diam Leo. Ayah tak ingin ada yang membantah."


"Tapi kenapa, apa ada yang salah hingga Mas Andra ingin menikahkan Shena dan Varo hari ini? Bukankah kesepakatan kita adalah satu bulan lagi?" tanya Papa Nendra pada Ayah Andra.


"Varo sudah melecehkan Shena, dan aku melihat dengan mata dan kepalaku sendiri. Aku tak mau putriku yang sangat aku jaga sedari kecil rusak sebelum menikah. Aku tahu Cari dan Shena sama sama sudah dewasa dan sudah waktunya menikah."


Mendengar jawaban Ayah Andra, seketika amarah dalam diri Papa Nendra muncul. Ia bangun dan menonjok perut sang putra.


Amarah Papa Nendra belum juga redam, Shena yang tak tega langsung memeluk tubuh Varo yang tak berdaya itu.


"Sudah Pa. Jangan pukul Mas Varo lagi, aku tak apa apa. Lagipula kita tidak melakukan hal hal yang terlarang. Mas Varo hanya memeluk Shena aja, tolong jangan pukul Mas Varo lagi," ucap Shena yang membuat papa Nendra berhenti.


"Papa setuju untuk menikahkan kalian hari ini. Papa akan mengirim berkas berkas kalian ke KUA dan malam ini kita akan melakukan ijab kabul," ucap Papa Nendra pada mereka.


"Tapi Pa, kan 1 bulan lagi," ujar Mama Sindi yang masih terkejut dengan apa yang terjadi.


"Resepsi pernikahan mereka akan dilakukan 1 bulan lagi. Papa tak mau menanggung resiko jika anak nakal kamu ini menghamili gadis baik baik seperti Shena. Papa mau mereka menikah dan memberikan kita cucu," jawab Papa Nendra.

__ADS_1


Dalam hati Varo tersenyum tak sia sia ia mendapat bogem seperti ini jika endingnya menikah secepat ini dengan Shena. Membayangkan hal itu saja sudah membuatnya tak sabar.


Leo yang melihat itu sempat tak terima tapi mau bagaimana lagi. Semua sudah menjadi keputusan kedua keluarga. Jadi ia bisa apa? Leo yakin Varo bisa menjaga Shena tapi ia tak suka jika Varo nyicil seperti tadi dengan adiknya walau dulu ia lebih parah daripada Varo.


"Bun, Yah, Ma, Pa, Kak. Shena bantu obatin luka Mas Varo dulu ya. Takut infeksi," ujar Shena memapah Varo ke sofa yang tak jauh dari ruang makan.


"Gak makan dulu kak?" tanya Viola pada Shena. Wanita yang sudah memiliki 2 buntut itu tak tega melihat wajah kedua kakaknya.


"Nanti aja," jawab Shena tersenyum walau hatinya sedikit tak terima dengan keputusan itu. Tapi mau bagaimana lagi.


Akhirnya mereka membiarkan Shena mengobati luka pada tubuh Varo. Dengan es yang ia bawa dari dapur.


"Sakit banget ya mas?" tanya Shena menyentuh sudut bibir Varo.


"Ini gak ada apa apanya sayang. Yang penting aku bisa nikah sama kamu cepat," jawab Varo sedikit meringis karena perih disudut bibirnya.


Shena mengompres bibir Varo yang sangat merah karena pukulan Leo dan Papa Nendra yang tak main main tadi.


"Sebenarnya aku tak mau menikah dengan cara seperti ini. Walau aku cinta sama Mas, tapi mau gimana lagi?"


"Kamu gak seneng nikah sama Mas?"


"Seneng kok Mas. Tapi Shena berharap bisa menikah dengan cara yang baik baik. Di laksanakan di hotel atau dimana gitu."


"Walaupun pernikahan kita ini sederhana tapi aku akan membuat kamu menjadi bahagia malam ini."

__ADS_1


Shena hanya bisa mengangguk karena ia tak mau berpikir banyak. Ia hanya pasrah dengan apa yang terjadi nanti malam.


Bersambung


__ADS_2