Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
Telepon 2


__ADS_3

"Berhentilah bu"


"Memangnya ibu melakukan apa ?"


"Ck jangan pikir aku tidak tahu, ibu akan menjodohkan aku lagi kan"


"Kata siapa, ini hanya makan malam biasa saja" kata ibu dengan gaya cuek tidak peduli


"Aku sudah bukan anak kecil lagi bu"


"La maka dari itu segeralah menikah fatih. kamu itu sudah mau kepala empat" nenek marlin menimpali sebagai kompornya


"Kepala empat bagaimana , baru 32 tahun sudah dibilang kepala empat"


kakek Tama yang ikut duduk di ruangan itu merasa tidak terima dan ikut masuk pembicaraan


"Hei kakek. kamu itu berhentilah membela cucu kita, kamu mau dia sampai usia lanjut tua renta belum nikah nikah" kata nenek marlin menimpali suaminya


"Apa kamu tidak khawatir?"


"Apa yang harus di khawatir kan"


"Lha itu Fatih masih saja belum tertarik dengan wanita sampai sekarang, apa kamu mau dia jompo dulu baru kemudian.."


"Tidak akan"


"Tidak akan tidak akan, begini saja, nenek saja yang akan mengenalkan kamu dengan kenalan nenek"


nenek marlin melihat ke arah cucunya


'Fatih hanya menarik napasnya dalam dalam' terserah apa saja lah yang di lakukan keluarga ku ini,


kalau Fatih tidak mau, mereka bisa apa?


"ish ibu jangan dulu buu" nyonya fianika berbicara dengan mertuanya


"Kenapa"


"Tunggu setelah selesai makan malam saja bu nanti baru kita bicarakan lagi"


"Tidak usah menawarkan aku dengan banyak wanita seperti itu, aku ini laki laki aku akan mencari pendamping hidup sendiri"


"Itu hanya dalih mu saja dari dulu, buktinya tidak ada sama sekali" ucap nyonya fianika


"Baiklah akan aku buktikan"


"Benarkah"


"ya"


"Lihatlah nek, cucuku ini seorang laki-laki tangguh pasti akan membuktikan ucapannya" kakek Tama dengan bangganya sambil tersenyum


Terlihat keluarga itu sedang sibuk membicarakan masalah Fatih dengan siapa ia akan menikah tanpa aba-aba handphone fatih berbunyi nyaring


Membuat orang-orang yang disitu terkaget-kaget.

__ADS_1


"Fatih kecilkan suara handphone mu itu" kata ayah Bima yang duduk di sampingnya persis


"Ya nanti"


"Ayah sejak kapan putra kita suka dering handphone begitu"


"Entahlah sayang"


Fatih menerima panggilan itu ia melangkah sedikit menjauh dari keluarganya, mereka merasa heran karena tidak biasanya seperti itu


"halo"


"Ya" Fatih menjawab


"Tuan"


hening


hening


"Tuan handphone kita tertukar"


"Lalu"


"Lalu ? ya kita harus bertukar lagi"


"Kenapa?"


"Kenapa bagaimana ?? apa tuan tidak marah informasi informasi di handphone ini aku lihat."


"Banyak yang menghubungi tuan masalah pekerjaan"


"Aku tidak masalah"


Nana tidak menyerah ia tetap membujuk Fatih agar mau saling bertukar handphone kembali


"Tuan ayolah kita harus saling kembalikan handphone. itu adalah privasi saya"


"Iya tahu"


"Baiklah kalau tuan tahu, jangan pernah buka buka apapun di handphone saya selain pesan. saya tidak mengizinkan!"


"Aku sudah lihat semuanya"


"Apa! berani sekali tuan begitu hah"


"Aku sudah lihat lekuk tubuhmu" ucap jahil Fatih dengan menawan tawa


"Awas saja"


"awas apa?"


"Tuan harus bertanggung jawab. cepat kembalikan handphone ku!"


"Baiklah aku akan bertanggung jawab"

__ADS_1


mereka terus melakukan komunikasi hingga menimbulkan emosional tingkat tinggi sampai ke ubun-ubun kepala Nana.


di balik tembok fatih berdiri, berdirilah dua orang laki-laki yang lebih tepatnya adalah sedang menguping pembicaraannya


Mulut sang kakek Tama menganga mendengar Fatih berkata


'aku sudah lihat lekuk tubuhmu'


begitupun dengan anak muda di sebelah kanannya


'baiklah aku akan bertanggung jawab'


mulut mereka semakin terbuka lebar di tambah mata yang melotot saling pandang.


Kakek dan anak muda itu pergi meninggalkan Fatih, mereka melangkah menuju taman belakang di samping kolam ikan


"do apa benar fatih telah menyentuh wanita itu"


"Kalau itu dodo tidak tahu kek"


"kalau gadis itu hamil duluan bagaimana kek?" tanya dodo bagaikan kompor meleduk


"Kakek ingin tahu seperti apa rupanya"


"Nanti kakek lihat saja hp Fatih"


"Apa hubungannya"


"Apa kakek tidak tahu fatih juga menggunakan foto gadis itu untuk layar utama hp nya"


'hmm cucuku satu ini diam diam ternyata sangat ganas'


"siapa nama lengkap gadis itu"


"Sofiana gunawan kek"


"Aku kesini karena ada sesuatu untuk kakek dan kakek pasti akan menyukai nya" ucap dodo dengan tengil


dodo mengeluarkan berkas dari saku dalam jaketnya, sebuah copy berkas dari gadis yang Fatih minta untuk selidiki


mereka sibuk melakukan ghibah, membicarakan dua insan yang sedang saling ngeyel melalui telepon.


hingga pada keputusan terakhir


"Baiklah, besok datang ke kantor" ucap fatih di akhir telepon


...----------------...


Terimakasih sudah membaca ceritaku..


semoga kalian bisa terhibur dengan karya pertama ku ya..🥳🥳


jangan lupa like dan komen ya gaes , agar bisa jadi mood booster nih buat akuw..


salam kenal salam hangat, thanks 🥰

__ADS_1


__ADS_2