
"belum lama pak"
"baiklah nak ada keperluan apa jauh jauh kemari" terlihat dari penampilan dan motornya saja pasti bukan orang sederhana seperti keluarga nana
"saya fatih pak, saya berniat ingin menikahi putri bapak sofiana"
"Tapi tidak terjadi sesuatu dengan putriku kan! kenapa kalian ini mendadak seperti ini "tanya ibu nana dengan sedikit cemas
" Ibu ini diam dulu, duduk saja disitu " bapak dengan tegas menimpalinya
"baiklah pak, ibu kan hanya khawatir saja" ia duduk di samping cucunya yang sedang bermain di karpet bulu lembut
"Hm mohon maaf sebelumnya pak, sudah berlaku tidak sopan, kedatangan saya lancang dan mendadak seperti ini, putri kalian baik-baik saja dan tidak terjadi apapun dengan putri kalian Sofiana. karena saya yang sudah sangat yakin maka dari itu saya mau mempercepat menikahinya saja."
"Apa kamu serius dengan ucapan kamu itu nak"
"Saya sangat serius dan sangat yakin pak"
"Nak fatih tinggal dimana "
"Di jogja"
"Jadi kamu dari jogja sendirian ke rumah bapak ?tanya orang tua nana
__ADS_1
"Benar pak, saya berniat meminta restu, setelah itu saya akan segera membawa keluarga saya terutama orang tua untuk melamar sofiana"
"Bapak tidak bisa memutuskan masa depan sofiana, karena kemarin dia sempat bilang masih mau sendiri dulu, apa kamu sudah dengar sendiri dari anakku ?" tanya bapak sambil menikmati kopinya
"Sudah pak dan nana mau dengan saya"
"Baiklah disini saja dulu nak, nanti malam kita telepon nana, sekarang sepertinya masih sibuk bekerja"
Fatih cepat sekali berbaur dengan keluarga nana, sesekali mereka tertawa bersama ,fatih juga sempat mengobrol dengan ardi gunawan adik dari nana, fatih sangat senang sekali menjahili dan bermain dengan keponakan nana sisi dan aska, keluarga kakak nana berencana menginap di rumah orangtuanya untuk menemani dan mengetahui proses lanjutan dari adiknya itu. sampai malam mereka menghabiskan waktu di ruang tamu di selingi dengan makan dan ibadah solat saja.
******
flashback
keluarga laki laki nana melakukan solat berjamaah di masjid saat magrib tiba, para tetangga yang melihat ardi beriringan bersama fatih menuju masjid menjadi sangat kepo dan penasaran
"Assalamu'alaikum" bu sulis bersama tetangga yang lain
"wa'alaikumsalam."
"itu siapa bu rani ?" tanya bu sulis
"iya kayak baru pertama kali lihat bersama ardi" satunya lagi menimpali
__ADS_1
"Itu kalau jadi mau jadi anak mantu saya bu, ayo mari masuk ibu ibu"
"ooo si nana ya mau nikah, makasih bu mau pulang saja ini sudah malam"
bu sulis bersama yang lainnya pergi dengan membicarakan nana dengan pelan-pelan dan bu rani mendengar itu, ia sangat kesal dan menutup pintu dengan keras
bapak ardi beserta fatih memasuki halaman rumah dan memasuki rumah bersama, mereka melihat ibu nana sedang terlihat kesal sedang duduk di kursi ruang tamu.
"bu mau makan" sapa anaknya ardi yang suka jahil
"kamu itu makan tinggal makan ke belakang masih saja kayak bayi." kesal bu rani
"ibu, kenapa lagi" sapa bapak yang mengetahui sifat istrinya
"Tuh kan pak tadi bu sulis bersama yang lain kesini, bicara yang tidak-tidak tentang putriku!"
"Sudahlah bu yang sabar saja, sofiana itu salah satu intan permata bapak, dia anak baik, dia tidak seperti itu, biarkan saja"
kedua orang tua nana masih asik berdebat dan mengabaikan fatih di depannya yang sedang mengamati mereka
"Maaf ya nak ibu nana memang kadang menyebalkan kalau bicara suka ceplas-ceplos" ucap bapak kepada fatih yang masih duduk mengamati calon mertuanya
'bisa saja nana akan seperti ini nantinya, sangat menggemaskan' batin fatih
__ADS_1
"Iya pak"
mereka makan malam bersama dan menghubungi nana untuk menanyakan kejelasannya bagaimana.