Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
Yang Ditunggu


__ADS_3

Happy reading


Setalah makan siang hari itu, Varo dan Shena langsung menuju rumah sakit. Mereka ingin mengecek apakah sudah ada kehidupan baru di perut Shena.


Dan benar saja, kata dokter usia kandungan Shena sudah masuk Minggu ke 2. Sepertinya saat Varo nganu sama Shena, Shena dalam keadaan subur.


Sejak saat itu pula Varo jadi lebih protektif pada Shena. Mulai dari makan sampai apa yang dilakukan Shena.


Sejak diumumkan oleh dokter bahwa dirinya hamil. Shena tak pernah merasakan yang namanya mual dan ngidam. Berbeda dengan orang hamil pada umumnya.


Seperti biasanya, Varo yang sudah bangun terlebih dahulu itu langsung menyiapkan air hangat untuk sang istri mandi.


Shena yang tahu kebiasaan suaminya kini mulai menerima. Walau selama ini ia yang menyiapkan segala keperluan sang suami.


"Ayo mandi dulu, habis itu kita langsung ke hotel ya."


"Iya mas."


Varo membantu Shena turun dari kasur, padahal ia tak sakit keras tapi sang suami selalu memperlakukan dia seperti orang sakit.

__ADS_1


"Mas, Shena gak sakit keras Lo," ujar Shena dangan cemberut.


"Bibirnya minta di cium ya? Lagian Mas gak mau kamu kenapa napa," ucap Varo dengan telaten menuntun Shena ke kamar mandi.


"Ishh aku cuma mau kayak biasa. Sejak aku tahu aku hamil, kamu jadi over banget mas. Kamu larang aku kerja, kamu juga larang aku berbuat yang ringan ringan. Padahal kata dokter kandungan aku baik baik aja," ujar Shena dengan lembut. Ia hanya mau membuat suaminya ini tak over protektif saja kepadanya.


Varo diam, laki laki itu mulai menutup pintu dan juga melepas pakaiannya. Karena ia belum mandi saat ini.


Akhirnya mereka mandi bersama walau Varo harus menahan hasrat saat tubuh sang istri terlihat dengan nyata di sana.


****


Keduanya turun dari kamar menuju meja makan. Dan ternyata disana sudah ada kedua orangtua Varo.


"Pagi Mah, Pah."


"Pagi sayang."


Mereka pun duduk di kursi masing-masing kemudian mereka mulai mengambil makanan yang ada di meja makan. Sejak Shena hamil, wanita itu di larang keras oleh Varo untuk masak. Shena sempat menolak saat itu tapi sekuat apapun sudah menolak pasti ia akan kalah dengan Varo.

__ADS_1


Sarapan mereka berjalan lancar, hari ini adalah hari resepsi pernikahan Varo dan Shena. Pesta yang sudah direncanakan oleh kedua keluarga. Walau dengan kondisi shena yang lagi berbadan dua.


"Kamu gak apa apa kan kita tinggal dulu soalnya Papa harus ngurus berkas dikit di kantor."


"Iya ma."


Varo sudah mengajukan cuti kerjanya selama 2 Minggu. Untuk resepsi dan juga untuk honeymoon atau lebih tepatnya babymoon sih.


Setelah menyelesaikan sarapannya mereka langsung menuju tujuan masing-masing. Varo dan Shena memutuskan untuk lebih awal datang ke hotel karena ingin makan sushi di hotel itu.


Varo sebagai suami yang baik harus menuruti kemauan sang istri. Apalagi istrinya itu pasti ngidam makan sushi.


Selagi masih wajar Varo bisa saja mengabulkannya. Tapi jika diminta untuk selingkuh maka Varo akan terang terangan menolak. Apapun itu yang berhubungan dengan laki laki Varo akan menolak. Titik gak pake koma.


Perjalanan mereka menuju hotel bisa dibilang sangat lancar. Karena pagi ini tak ada macet macetan mungkin semesta sedang berpihak pada si bumil satu ini.


Sampainya di hotel mereka langsung masuk ke restoran dan memesan banyak jenis sushi. Bahkan Varo yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan menggeleng.


Varo hanya bisa berdoa agar Shena dan bayi mereka sehat sehat selalu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2