AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
kak abi


__ADS_3

Lani menghela nafas nya saat Nana sudah tertidur dengan nyenyak nya, Lani pun memilih keluar kamar lebih baik dia juga tidur.


Keesokan hari nya Nana beberes rumah juga memasak untuk Lani dia melirik jam ternyata sudah jam setengah enam pagi, Nana memilih mandi terlebih dahulu,


Setelah usah dengan mandi nya Nana berdandan simpel dengan dress mini nya, Nana tipikal orang kalau di dalam rumah dia akan memakai baju seksih tak heran jika ia hampir di per.k*.sa uwa nya sebab diri nya memancing bir.ahi lelaki, itu juga alasan dia memutuskan cepat cepat ke kota bahkan masih jauh masuk ke kampus.


Grep


Lani mem.eluk Nana dari belakang.


"Buat apa Na?" Bisik Lani membuat Nana tegang.


"Sarapan pih," Nana menyiap kan sarapan untuk papih Lani walau agak susah karna di peluk dari belakang.


"Na." Lani membalikan tubuh Nana dan mel.um*t bi.bir Nana,


"Pih," Rengek Nana saat pagi pagi begini dia sudah merasa gerah di badan nya terlebih saat remasan di ke dua apel nya ia rasakan.


"Morning kiss baby." Nana tersenyum bergantian menc.ium Lani dengan tak kalah panas nya.


"Morning kiss papih." Lani tersenyum mereka memulai sarapan nya.


"Nanti siang kamu masak apa na," Tanya Lani.


"Eeemm papi ada request? biar Nana masakin." Lani menggeleng.


"Terserah kamu masak apa, nanti papi makan siang di sini aja yah, kamu belanja sekalian isi kulkas bisa?" Tanya Lani, Nana mengangguk patuh.


"Atm pin nya nanti papi chat kamu," Nana mengangguk mengambil atm nya.

__ADS_1


"Belanja nya di mana pih?" Tanya Nana.


"Di bawah saja ada minimarket isi seadanya dulu sama sekalian keperluan lain nya yah," Nana mengangguk.


"Kalau banyak Nana gimana bawa nya pih?"


"Panggil satpan Na," Nana mengangguk,


"Papi kerja dulu yah, kamu nggak papa kan di rumah sendirian?" Nana mengangguk.


"Nggak papa kok pih." Lani mendekat pada Nana.


Cup.


Rasa nya bi.bir Nana sudah menjadi candu nya terlebih apel yang besar membuat Lani gemas terus menerus mer.emas nya, ingin rasa nya Lani bermain dengan mu.lut nya di sana, namun Lani sadar dia harus pelan pelan menghadapi bocah belut ini.


"Eemm baik lah, papi berangkat dulu hemm cup." Nana terdiam saat Lani mencium kening nya mesra, nyaman rasa nya.


Nana menghela nafas nya saat Lani sudah benar benar pergi,


"Aku mulai terbawa suasana." Gumam Nana.


Nana berganti baju dengan celana panjang juga kaos simple nya.


Ting.


Nana memasuki lift menuju lantai paling bawah.


Saat sampai di minimarket Nana mengambil troli berbelanja segala kebutuhan dapur dan lain nya, Nana juga mengambil roti bulanan karna dia sedang datang bulan.

__ADS_1


"Aku ambil berapa yah, tapi kayak nya udah bersih deh, satu aja lah." Nana mengambil satu bungkus roti bulanan karna ini sudah satu minggu arti nya sudah bersih namun dia tetap beli untuk jaga jaga.


Nana melihat ponsel nya ada satu notifikasi pin atm nampak nya pin itu ulang tahun papi Lani.


dengan susah payah Nana bawa tiga kantong plastik besar.


"Apa aku suruh satpam aja yah?" Gumam Nana.


"Perlu bantuan?" Tawar lelaki muda sekitar tiga puluh tahunan.


"Eeem iya, maaf merepot kan," Ucap Nana mereka memasuki Lift sambil saling berkenalan.


"Jadi kamu tinggal di sini sama papi kamu?" Nana mengangguk dia menaruh seluruh belanja nya di depan pintu.


"Om juga tinggal di sini?" Tanya Nana.


"Jangan panggil om, panggil kakak saja,kita tetangga ternyata aku tepat si sebelah kanan mu," Jelas nya.


"Kak Abi tinggal di situ?" Tunjuk Nana pada pintu di sebelah kanan nya.


"Iya betul." Nana mengangguk.


"Makasih ya kak Abi sudah bantu Nana, Nana masuk dulu." Pamit nya.


"Perlu bantuan?" Nana menggeleng.


"Nggak perlu kak, ini aja sudah merepotkan dah kak Abi." Nana masuk dengan membawa tiga kantong besar.


"Huh betul betul lelah." Nana menata seluruh belanjaan nya juga menyiap kan makan siang

__ADS_1


__ADS_2