
Nana merintih sakit saat bangun tidur sungguh ngilu yang ia rasakan di area inti nya. Nana merasa tubuh nya remuk ingin sekali Nana tidur kembali namun ia sadar papi Lani harus bekerja, dia harus menyiap kan segala kebutuhan nya.
"Pi, bangun yuk, papi nggak kerja? Bisik Nana saat berbalik menata wajah Lani dengan intens, Nana tak menyangka dia bisa mencintai lelaki matang di hadapan nya ini.
Nana percaya kebaikan Lani lah yang membuat seorang Nana mudah untuk mencintai nya.
"Pi, bangun yuk." Lani membuka mata nya perlahan, tersenyum menatap wajah cantik Nana,
Cup
"Morning kiss sayang." Sungguh Nana terpesona dengan suara serak papi Lani.
"Morning kiss juga papi, cup." Tangan Lani merambat mencari beda kenyal ke sukaan nya. Posisi mereka yang masih sama sama toples membuat nya semakin mudah untuk meng akses menuju kenikmatan nya.
"Menurut survei melakukan hubungan di pagi hari menambah imun, menambah mood serta menambah rejeki sayang, tapi aku tidak percaya." Bisik Lani pada Nana yang sedang merem melek sebab tangan Lani sedari tadi bergeriyel di inti tubuh nya yang sangat kecil, namun bisa menggetarkan seluruh tubuh Nana.
"Kau tahu sayang, kenapa aku tak percaya?" Nana menggeleng sebagai jawaban sebab mulut nya sibuk mengeluarkan suara Aah.
"ke na pa?" Dengan terengah engah Nana menjawab nya,
"Karna aku belum mencoba nya, jadi untuk mengetahui survei itu benar atau tidak, aku perlu bukti yang akurat. De ngan ca ra me la ku kan nya." Bisik Lani yang sedari tadi berada di atas tubuh Nana.
Jleb
Aaaahh.
__ADS_1
.
.
..
Kita tinggal kan dua manusia itu dengan ranjang bergoyang nya.
Ke adaan di kantor Mareeta nampak sibuk begitu juga dengan Robi dan Fahmi yang sedang sibuk mendengar kan omelan Lintang karna Lani tak hadir di kantor pagi ini.
"Kemana manusia aneh itu sebenarnya, setelah kemaren senyum senyum macam orang gila, dan sekarang coba lihat manusia aneh itu tak hadir." Gerutu Lintang, sedang Fahmi dan Robi saling pandang, Lintang menggerutu seperti ini kurang lebih sudah hampir setengah jam dari mulai jam sembilan tadi.
"Lalu bagaimana dengan pertemuan kali ini pah, atau mau Robi yang mewakil kan saja?" Unjuk Robi membuat Lintang menghela nafas nya, pertemuan ini tanggung jawab Lani, namun kini Lani justru tidak hadir entah kemana dia, untung lah masih ada Robi coba kalau tidak. Bisa di pastikan Lintang akan memecahkan gelas untuk melampiaskan amarah nya.
"Huh, baik lah, terimakasih nak, kamu sudah bantu papah, berangkat lsh dengan Fahmi." Jawab Lintang.
"Sebentar Lagi Ale akan datang bantu papah, kamu tenang saja." Robi dan Fahmi menghela nafas lega untung lah ada Ale.
"Ingat, jangan dekat dekat dengan Angel. Jangan buat sapi betina marah, bisa runyam semua nya." Lintang mengangguk mendengar peringatan dari Fahmi, mana ia berani mengulang kesalahan beberapa hari lalu bisa bisa ia juga kena gebuk Tia.
"Mana berani, Lani aja nggak berani." Dengus Lintang membuat Robi dan Fahmi tertawa.
"Eh ngomong ngomong soal Lani, kenapa lo nggak coba buat telfon aja, biar jelas dia di mana." Sahut Fahmi sembari mengambil tiga kaleng minuman dingin untuk nya, Lintang , serta Robi. Agak nya sedari tadi mengomel membuat Lintang kering tenggorokan sehingga satu kaleng saja di rasa kurang hingga meminum jatah Robi membuat Fahmi geleng geleng kepala.
"Coba rob telfon kakek Lani." Robi mengangguk, dia mengambil ponsel nya dan segera menghubungin nomer yang di beri nama kakek Lani.
__ADS_1
Tuuuut tuuuut.
Tuuuttt tuuuttt.
"Lama nggak di angkat pak." Ucap Robi mendesah.
"Ck sok sibuk banget, paling juga lagi tidur, telfon terus sampai dia bangun." Titah Lintang geram.
Tuuuut tuuuut
Tuuuuut
"Ha lo." Robi mengerutkan alis nya saat mendengar suara Lani yang seperti orang kelelahan berlari.
"Om nggak ke kantor?" Tanya Robi memastikan, memang sengaja ia mengeraskan suara telfon nya agar ayah seeta papah angkat nya mengetahui apa yang Lani ucap kan, Robi melirik Lintang yang menghela nafas nya dan memilih minum kembali air dingin itu.
"Akuuuu cuu ti, tiii ga haa ri," Sahut Lani terengah engah, membuat semua heran hingga terdengar suara perempuan menyahuti ucapan Lani.
"Aaah paaa pi le bih ce pat Aaaah yah sayang."
Prak
Byuuur
Uhuk uhuk
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...