
Ceklek.
Mamah Las menghela nafas nya saat melihat putra nya tertidur dengan mengenakan baju kantor nya.
"Lan bangun, ini sudah malam cepat bangun." Goncangan dari mamah Las membuat Lani membuka mata nya pelan pelan.
"Ada apa mah?" Suara serak Lani mengalun, sungguh Lani lemas dia sangat rindu pada Nana.
"Cepat kamu mandi dan pakai baju itu yah, mamah tunggu di bawah." Sahut mamah Las menunjuk pada baju di atas meja rias.
"Ya mah." Lani pasrah diri nya mandi dengan pelan pelan. Pikiran nya sungguh hanya tertuju pada Nana.
Lani keluar kamar mandi berjalan menuju baju yang di siap kan oleh mamah nya, dahi nya mengerut saat melihat baju yang ia rentang kan.
Batik?
"Untuk apa pake batik." Lani bertanya tanya namun enggan menolak toh ia akan mengatakan semua nya setelah malam ini usai. Lebih tepat nya setelah ia menerima ponsel nya kembali.
Lani memantas kan diri nya di cermin setelah di rasa cukup rapih Lani bergegas turun dia akan menanyakan perihal malam ini.
Dahi nya mengerut saat melihat mamah nya pun memakai batik namun dengan corak yang berbeda.
"Kenapa kita pakai batik mah?" Tanya Lani sembari mendekat pada mamah Las yang sedang membawa satu parsel perhiasan menambah rasa penasaran Lani.
__ADS_1
"Kamu sudah janji akan nurut kan? Tidak akan membantah ucapan mamah?" Melihat mamah nya nampak serius Lani hanya bisa mengangguk pasrah asal kan dia bisa menceritakan semua nya tentang Nana. Diri nya sudah tak sabar ingin bertemu dengan nama yang selalu berkeliaran di pikiran nya.
Nana.
Hanya nama itu yang selalu terngiang ngiang di hati dan pikiran nya.
"Ayo sayang." Lani menatap mamah nya dengan hati hati ia bertanya.
"Kita nggak makan malam dulu mah?" Ujar Lani sembari menenteng satu kado besar apa isi nya pikir Lani dalam hati melihat kado yang besar dan di bungkus cantik dengan kertas kado bercorak batik.
Batik lagi.
"Nanti kita makan di sana, sudah ayo, kita di tunggu loh." Lani mengangguk saja.
"Ponsel Lani mah?" Mamah Las memasuki mobil namun tetap menahan ponsel Lani karna ia akan sepakat memberikan itu ketika Lani sudah selesai urusan dengan nya malam ini.
"Iya mah." Mamah Las menatap putra nya dengan pandangan sukar di jelas kan, ia berharap putra nya mau melakukan untuk sekali ini saja.
Namun ada keraguan di hati nya saat melihat mata putra nya yang berbinar meminta ponsel nya apa kah ia sedang dekat dengan perempuan lain, namun jika ia, sebagai orang tua ia pun ikut merasa bahagia tetapi diri nya sudah terlanjur akan melakukan pertunangan ini soal di trima atau tidak itu urusan belakangan.
Lani menatap mamah nya saat melihat mereka menuju rumah Flo, yah Lani tahu sebab ia sering menjemput mamah nya ke rumah ini karna mamah Flo teman arisan mamah nya.
"Mah kenapa kita ke sini? Apa Flo mau menikah?" Bertambah lah keraguan di hati mamah Las saat melihat wajah senang yang di tunjukan oleh putra nya.
__ADS_1
"Tunangan." Mereka menuruni mobil namun lagi dan lagi Lani mengerutkan alis nya saat melihat tak ada rombongan lain selain diri nya dengan mamah nya.
"Lani jangan lupa kado nya." Lani mengangguk patuh.
"Iya mah."
Ting tong
Ting tong.
Ceklek
"Mari bu, mas sudah di tunggu bapak sama ibu di dalam." Perasaan Lani tak enak ketika mendengar ucapan asisten rumah tangga keluarga Flora ini.
"Ah iya bi, terimakasih yah, ayok Lan." Lani mengikuti setiap langkah mamah nya.
Dada Lani tak karuan saat melihat semua sudah berkumpul di meja makan kediaman Wibowo.
Terang saja hanya ada keluarga Wibowo ayah Flo dan keluarga Lani yaitu mamah Las juga Lani dan jangan lupakan semua yang memakai baju resmi terlebih Flo yang nampak anggun dengan drees malam nya.
Ada yang nggak beres.
"Di makan nak Lani jangan sungkan sungkan toh sebentar lagi kau juga akan menjadi menantu di rumah ini."
__ADS_1
Deg.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...