AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
gaduh


__ADS_3

Lani turun dari mobil lalu memutar untuk membuka pintu mobil di sebelah nya.


"Rumah siapa pih?" Tanya Nana saat berada di gendongan Lani.


"Anak singa." Sontak Nana mengeratkan pegangan nya.


"Pulang yuk pih, Nana nggak mau ketemu anak singa." Lirih Nana berada di dada Lani.


"Kata nya mau makan sambel pete."


"Di sini ada?" Nana mendongak mata nya berbinar.


"Hemm." Jawab Lani membuat Nana menunduk raut muka berbinar nya hilang mendengar ucapan dingin dari suami nya.


"Tuan Lani anda datang?" Lani mengangguk.


"Anak singa ada bi?"


"Semua sedang berkumpul di ruang santai tuan, ada tuan Lintang juga nyonya Bulan, dan keluarga tuan Kevin." Lani mengangguk berjalan menuju ruang santai.


Kedatangan kakek Lani membuat semua menganga sebab kakek Lani datang sambil menggendong gadis yang bukan gadis lagi.


"Sore semua nya," Sapa Lani menaruh Nana di sofa dekat dengan Widia yang sedang menggendong putra nya, kemana bapak nya? Lagi main catur sama pengantin baru.


"Wiiih kakek Lani bawa cucu," Ucap Tia heboh membuat Bintang dan Kiki yang kebetulan sedang bermain mendekat.


"Cucu kakek cantik banget, kenalin napah." Ledek Widia sambil menaruh anak nya di pangkuan Lani yang lagi mendengus.


"Nggak usah ngledek, bunda mu jail ya boy gara gara dapet mertua koplak." Sindir Lani sambil mencium cucu nya Boy anak Widia dan Robi.


"Waaah kakek Lani songong yah semenjak punya cucu cantik." Sembur Bulan membuat semua tertawa.


"Nenek Tia virus yah Boy tuh oma Bulan jadi lemes mulut nya." Lani mencium pipi gembul Boy yang berumur lima bulan.


"Papi udah punya cucu?" Cletuk Nana.


"Papi?" gumam semua nya namun Nana jelas dapat mendengar nya.


"Yah, papi Lani." Tunjuk Nana pada kakek Lani membuat semua mesem mesem.


"Ooooh ini anak yang buyut Las titip sama kakek Lani tooooh." Ucap Tia di angguki yang Lain nya.

__ADS_1


"Anak? tapi saya istri nya." Jawab Nana.


"Apa!!"


byuuuur


Uhuk uhuk


Gubrak


Prang


Prak


Suara gaduh itu membuat Nana terjingkit kaget melihat respon semua orang kecuali Lani yang menghela nafas nya, jangan tanya kenapa Boy diam saja padahal mendengar suara gaduh jawaban nya karna sudah terbiasa mendengar suara bising dari pada keluarga besar itu.


Nana menganga melihat Ada yang menyembur kan minuman nya, ada jatuh hingga terjengkang, ada yang sedang main catur semua prajurit jatuh, dan jangan lupakan bibi yang sedang membawa minum bahkan sampai menjatuh kan gelas isi minum nya, seheboh itu kah?


"JANGAN BERCANDA !!" Seru semua nya membuat Nana memegang dada nya karna kaget.


"Iiiz apa sih kalian bikin bini gue kaget aja." Dengus Lani.


"Iya, bahkan saya sedang mengandung anak papi?" Tunjuk Nana pada benjolan di perut nya sontak membuat semua nya kaget bukan main.


"Kamu lagi hamil? Siapa tadi nama mu?" Tanya Tia mendekat jiwa kepo nya meronta ronta membuat Lani mendengus.


"Iya tante, saya Nana istri papi."


"Kebaikan macam apa yang lo buat hingga dapet istri muda cantik dan yang paling penting baik ck ck ck," Decak Tia kagum membuat Nana tersenyum kecut nyatanya suami nya masih dingin saja pada nya.


"Iya tapi kesialan buat Nana dapet suami model Lani." Cletuk Bulan di balas tawa oleh semua nya.


Hahahahaha


"Puas puasin aja dah kalian tertawa usus gue panjang inih." Sahut Lani.


"Eh ngomong ngomong tumben lu bawa bini kemari, udah nikah nggak ngabarin hamil pula diem diem bae." Dengus Tia.


"Eh tapi gue inget deh mamah Las pernah ngomong kan Lani udah nikah cuma kita kita aja anggep nya boongan." Sahut Lintang membuat semua berfikir keras iya juga yah?.


"Lo jangan mentang mentang bini cakep terus di umpetin lo takut banget di embat, nggak bakalan juga noh para laki bucin nya nggak ketulungan nggak bakal ngelirik." Tunjuk bulan pada para grombolan bapak bapak membuat semua tertawa.

__ADS_1


Nana tersenyum kecut dia berfikir mungkin Lani sengaja melakukan itu agar nanti ketika mereka berdua berpisah tidak akan membuat kegemparan. Namun sikap Nana membuat Tia berfikir lain di lihat dari sikap Lani yang masa bodo bahkan Lani lebih memilih bermain dengan Boy.


"Eeem Nana katanya lagi hamil? pengin sesuatu kah?" Tawar Tia.


"Eemmm kata papi di sini ada sambel pete, temen Nana nyari di minimarket sudah habis sambel pete mak Tia." Ucap Nana sontak saja menjadi tanda tanya besar kenapa yang nyari temen nya.


"Oooh itu sambel produksi Emak sama Widia." Tunjuk Tia pada diri nya sendiri dan Widia.


"Iya kah?" Mata Nana berbinar.


"Ya udah yuk kita semua makan aja kebetulan hari ini emak sama Widi bikin sambel banyak," Ajak Tia menggandeng tangan Nana membawa nya ke meja makan yang super panjang sebab banyak sekali rakyat nya.


semua berkumpul di meja makan sambil berkenalan satu satu dengan anggota baru sebenar nya Nana sedikit bingung namun dia bahagia sebab keluarga papi nya ini asik sekali menurut Nana.


"Nah Nana makan yang banyak yang ini sambel pete tapi khusus buat anak anak jadi nggak terlalu pedes cocok kan buat Nana yang lagi hamil." Ucap Tia.


"Makasih mak." Yah Nana sudah berkenalan dan mulai memahami satu persatu orang di sana.


"Na kenapa mau sama kakek Lani, udah tua loh?" Cletuk Keisa membuat Lani mendengus.


"Hahaha iya bener banget Na mau nggak emak kenalin sama duda cakep?" Semua menatap Tia apa lagi Fahmi sang suami sudah mengeluarkan sumbu.


"Temen kamu itu siapa Bin yang bapak nya Duren sawit yang anak nya ganteng kek bapak nya.?" Tanya emak Bintang yang sedang makan menengok emak.


"Ooh yang bapak nya duren sawit itu eeemm kalau nggak salah oh daddy nya si mar mak." Jawab Bintang.


"Iz Marvel mak bukan si mar." Koreksi Langit.


"Lah kamu mah anak orang suka ganti ganti nama." Dengus Tia tanpa ia tahu suami nya sedang mencengkram sendok nya apa tadi kata nya anak nya ganteng kek bapak nya.


"Duren sawit itu apa?" Tanya Kiki.


"Duda keren sarang duit." Jawab Bintang lantang.


"Ganteng dong mak?" Tanya Widia antusias.


Brak..


Brak..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2