
Ketiga sahabat Nana lega saat Lani keluar bar sambil sempoyongan di antar oleh Coki.
"Dia sudah keluar kita pergi yuk ngeri sumpah di sini banyak setan nya." Ucap Bimo bergidik ngeri sebab seumur umur baru melihat perempuan hampir toples di hadapan nya, apa lagi banyak para pasangan saling bertukar saliva bahkan tak sedikit pula yang saling bermain genjotan di dalam sana.
"Ya udah yuk pulang pake apa ini." Tanya Feri sebab uang nya sudah habis.
"Jalan kaki aja lah." Sahut Bela mau tak mau mereka berjalan kaki menuju kost nya.
Sedang Lani yang di bawa ke apartemen nya sampai di depan pintu oleh Coki.
ceklek.
"Pih, kau sudah pulang?" Tanya Nana khawatir, dia melihat dengan jelas Lani yang nampak sangat kacau.
"Kau.!"
"Maaf kan aku, kita masuk kamar ok, papi istirahat yah, maaf sayang, maaf kan aku." Suara Nana tercekat melihat Lani yang nampak kacau, Lani melihat body Nana dari atas hingga bawah si.al ular nya memang benar benar bangun.
"Kamar ku berantakan," Ucap Lani dingin, dia masih ada sedikit kesadaran.
"Kita ke kamar Lain ya pi?" Ajak Nana menuju kamar nya yang memang selalu bersih.
__ADS_1
brug Lani terlentang menatap Langit langit. Nana melepas sepatu Lani yang memang masih mengenakan pakaian kerja nya.
"Kau ingat akan sumpah yang pernah aku ucap kan!" Nana duduk di sebelah Lani.
"Kenapa pi?" Tanya Nana lembut, hati nya sakit mendengar nada dingin dari suami nya.
"Karna sumpah si.alan itu aku tak bisa bermain dengan perempuan lain."
Deg.
Ucapan Lani sontak membuat dada Nana berdenyut. Sebisa mungkin ia tahan air mata nya, ternyata suami nya berniat bermain dengan perempuan lain.
"Maka biarkan aku yang selalu melayanimu pih? kapan pun kamu mau," Lani menatap mata Nana yang memerah.
"Lakukan lah pih, namun Nana mohon pelan pelan hem,?" Nana mengambil tangan Lani menaruh nya di perut nya.
"Sebab ada anak kita di sini." bisik Nana pada Lani.
Cup.
Nana melu.mat bibir Lani terlebih dahulu hingga mereka bermain dengan pelan namun yang membuat Nana sedih bukan karna permainan pelan itu namun karna permainan kali ini sangat sangat hambar, permainan tanpa balasan cinta dari Lani.
__ADS_1
Aku tahu kau bermain hanya dengan nafsumu pih namun aku percaya aku bisa mengembalikan cintamu untuk ku Lani, batin Nana bergumam sembari memeluk Lani yang sudah terlelap setelah pelepasan, tak ada kata cinta seperti biasa nya, tak ada kata sayang dan terimakasih. Bahkan entah untuk memegang anak nya pun di perut Nana pun Lani enggan.
.
.
.
.
Nana mengelus rambut Lani dia menyesal telah menyakiti hati lelaki sebaik Lani, andai waktu bisa ia ulang.
Eeenngg
Lenguhan Lani terdengar saat membuka mata nya Lani terdiam menatap wajah ayu Nana.
Hati Nana berdenyut sakit saat melihat tatapan mata asing yang Lani tunjukan pada nya.
"Bangun dan mandi lah pi, maaf kan Nana yang tidak bisa menyiap kan makanan untuk papi karna Nana mual kalau bau bumbu masakan." Lani mengangguk dia hendak bangun namun Nana cegah.
Cup
__ADS_1
"Morning kiss sayang, aku tau semalam kau bermain tanpa cinta, tapi ku mohon berikan cinta itu hingga aku melahirkan, setelah itu aku akan pergi dari mu jika memang itu membuat mu bahagia sayang." Ucap Nana meninggalkan Lani yang terdiam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...