
Lani yang kebetulan langsung pulang setelah urusan dari bar selesai segera menuju ke apartemen nya, entah kenapa perasaan Lani tak enak sedari tiba di bar,
Tak tak tak
Langkah cepat Lani menuju unit nya namun dahi nya mengerut saat melihat ada bekas tetesan darah tepat di pintu masuk.
Darah segar?
Lani jelas tahu saat melihat bentuk cairan darah itu masih segar.
Deg.
Seketika ia teringat akan Nana yang sedang mengandung buah hati nya.
Ceklek.
"Naaa Nana, sayang, kamu di mana?" Lani terus memanggil Nana mencari di mana istri nya berada,
Perasaan Lani bertambah tak karuan saat melihat tak ada Nana di kamar mandi luar, kamar Lani juga kamar yang dulu Nana tempati.
Dada Lani bertambar berdegub kencang saat melihat ada tetes darah di kamar mandi.
"Oh tidak sayang, jangan tinggal kan aku." Gumam Lani frustasi dia segera lari ke kamar nya menuju laptop nya dan melihat cctv di apartemen nya.
__ADS_1
Tangan Lani bergetar saat membuka rekaman cctv terlihat Nana keluar dari kamar dengan perlahan menahan sakit untuk membuka pintu.
"Pasti kalian membawa Nana ke rumah sakit terdekat kan." Gumam Lani saat dengan jelas Bimo, Feri dan Bela membawa Nana pergi.
Tanpa pikir panjang Lani segera bergegas menuju mobil nya, rumah sakit terdekat tujuan Lani.
Hingga langkah besar Lani terhenti saat melihat ke tiga sahabat Nana berada di depan Unit gawat darurat.
"Bela, bagaimana keadaan Nana?" Bela , Bimo dan Feri mendongak saat mendengar suara Lani yang ngos ngosan.
"Nana harus di rawat, ada masalah dengan kehamilan nya." Lani menggusar rambut nya frustasi saat mendengar Nana di rawat.
"Kalian kenapa tidak menghubungi ku." Gerutu Lani membuat Feri dan Bimo geram bukan main.
"Aku suami nya!" Lani mencengkram kerah Feri.
"Suami macam apa yang tidak tau keadaan Nana hah, apa kau tahu kehamilan Nana rentan, akibat kau garap setiap hari, tidak kah kau tahu itu beresiko." Cengkraman Lani melemah saat mendengar penjelasan Feri.
"Apa?" Lirih Lani saat tahu masalah nya ada di diri nya, dia ingat semalam bermain dengan Nana lebih dari satu kali.
"Kenapa? Kau baru tahu kan? Suami macam apa kau ini. Apa kau tahu selama ini Nana selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk mu, saat kami menyuruh nya untuk meninggal kan mu pun dia enggan karna dia mencintai mu. Entah apa yang ada di fikiran Nana saat mencintai lelaki tua ber ego tinggi seperti diri mu hah!" Sentak Feri emosi.
"Sudah lah Fer, bagaimana pun juga dia ayah dari anak yang Nana kandung, sekaligus lelaki yang di cintai Nana." Seru Bela membawa Feri untuk duduk takut takut Feri memukul Lani walau ia pun setuju jika Lani babak belur.
__ADS_1
"Sudah lah Fer, setelah Nana lebih baik kita bawa saja, kita rawat mereka berdua dengan sekuat tenaga kita." Ucap Bimo duduk di samping Bela.
"Kalian ini tenang lah." Seru Bela sambil memberika ke dua lalaki sahabat nya ini minuman air putih.
"Maaf kan aku." Bela, Bimo dan Feri melihat Lani.
"Maaf kan aku, sungguh aku tak tahu, andai aku tahu semua nya, andai aku bis mengulang waktu ia tak akan menyakiti hati sebaik Nana, tolong, jangan bawa Nana pergi dari ku." Pinta Lani memelas membuat ketiga bocah di hadapan Lani tertegun melihat nya.
Lani rela menjatuh kan harga diri nya hanya untuk agar Nana tak menjauh dari nya.
"Tolong beri aku kesempatan satu kali saja, hanya satu kali, dan aku berjanji tak akan mengecewakan kalian."
"kami tak ada hak untuk itu, bicarakan lah dengan Nana." Jawab Bela mencoba berada di tengah tengah antara Lani dan Nana. Tak di pungkiri Bela pun tak bisa menyalah kan Lani sebab bagaimana pun Nana pun salah di awal.
"Kami terbiasa bersama, suka duka kami lalui sedari kecil semenjak kami di kampung hingga saat ini, jadi jika lau mereka berdua memiliki kekhawatiran yang berlebih mohon maklumi kami." Ucap Bela. Lani mengangguk pasti.
"Terimakasih untuk semua kebaikan kalian untuk Nana, terimakasih selalu ada untuk Nana, terimakasih banyak." Ucap Lani tegas.
"Nana adik kami.!" jawab Bela, Feri dan Bimo kompak, membuat Lani tersenyum.
Kau punya teman yang luar biasa Nana sayang, batin Lani bergumam mengucap syukur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1