
📞 bimo
".........."
"Hemmm" Jawab Nana sambil menunduk.
".........."
Nana menutup sambungan telfon nya hingga terdengar suara bel apartemen nya dengan malas Nana membuka pintu nya.
"Na kita jadi pergi kan?" Tanya Bimo. Nana mengangguk lemas duduk di sofa di ikuti ke tiga teman nya.
"Lo kenapa sih Na?" Tanya Bela saat melihat mata Nana terpejam.
"Gue kalah." Jawab Nana lemah.
"What!"
"Maksud lo?" Tanya Bela hati hati.
"Gue kalah, gue kalah Bel, gue justru jatuh ke dalam jebakan yang gue buat sendiri." Mata Nana terbuka menatap ke tiga teman nya yang sedang terdiam.
"Lo terpesona dengan om om itu?" Selidik Feri.
__ADS_1
"Lebih dari itu, gue nyaman dengan nya bahkan gue rela memberikan apa yang gue punya buat dia, gue sadar kalau gue sudah jatuh cinta pada nya." Penjelasan Nana membuat ke tiga teman nya kaget bukan main.
"Lo gila! Bukan nya dari awal lo bakal menjauh jika perasaan itu muncul, oh Nana sadar lah lo bahkan belum ada satu minggu di sini!" Sentak Bela, Nana mengangguk.
"Gue sadar sesadar sadar nya Bel, tapi hati sulit di jelaskan, gue juga nggak ngerti sama jalan pikiran gue." Keluh nya. Namun memang itu yang Nana rasakan.
"Sudah lah Bel mungkin Nana itu hanya sekedar baper aja, mending kita jalan jalan gimana?" Usul Bimo.
"Tapi gue merasa ini betul Karna gue betul betul mencintai nya." Jelas Bela membuat ketiga sahabat nya terdiam.
"Lalu ini bagaimana?"
"Gue harus bilang sama oma Las, gue mundur." Bela memeluk Nana.
"Mundur lah kita dukung apa mau mu na, kita dukung apa pun keputusan mu." Nana tersenyum
"Bagaimana kalau kita jalan jalan." Ajak Bimo namun Nana menggeleng.
"Kalian balik lah gue cape banget." Keluh Nana.
"Baik lah, kalau ada apa apa panggil kita, kita kita balik dulu ok." Nana mengangguk diri nya lemas seolah tak berdaya.
"Aku sudah terlalu jauh dengan perasaan ini." Gumam Nana.
__ADS_1
.
Selama seharian Nana seolah malas untuk melakukan apa pun.
"Iizzz gue lemes banget asem bener dah." Nana bergumam ia memilih tidur di sofa menunggu waktu.
Sedang keadaan di kantor tak jauh berbeda dengan pagi tadi.
Tok tok tok
"Masuk." Ujar Lani sembari tersenyum menatap laptop nya.
"Kopi pak." Suara lembut mendayu itu mampu membuat Lani teralihkan dari pekerjaan nya membuat Angel merasa di atas awan saat Lani dengan intens menatap nya, terpesonakah dengan kelembutan nya.
"Kau sariawan?" Angel menganga apa kata nya sariawan, jadi suara halus nan merdua nya di sangka sariawan.
"Aaah kalau kau sariawan cepat lah minum obat, kopi nya taruh saja dan oh iya bisa tolong belikan aku makan siang tiga porsi." Angel mengangguk walaupun ia sempat bingung makan siang di jam sepuluh?"
"Saya permisi dulu pak." Ujar Angel bergegas pergi.
"Aaah sangat nikmat." Gumam Lani saat membayang kan hal semalam saat ia meneguk manis nya madu bercinta.
"Ck lama banget si angel beli makanan udah nggak sabar nih mau balik." Decak Lani padahal Angel baru pergi beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Lani mempercepat cara kerja nya agar sebelum jam makan siang dia sudah sampai di apartemen mau makan siang plus makan apem.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...