AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
marah


__ADS_3

"Di makan nak Lani jangan sungkan sungkan toh sebentar lagi kau juga akan menjadi menantu di rumah ini."


Deg.


Tangan Lani terhenti saat mendengar ucapan ayah Flora.


"Maaf om, maksud nya apa yah?" Tanya Lani hati hati ia takut apa yang ia pikir kan menjadi sebuah kenyataan.


"Loh nak Lani tidak tahu, tujuan kalian datang ke sini untuk melamar Flora putri saya kan? Bukan begitu Las?" Lani membola jadi benar mamah nya yang mengatur ini semua. Sungguh Lani tak habis fikir dengan jalan pikiran mamah nya.


"Mah." Lastri, mamah Lani tersenyum canggung dengan keluarga Flora. Dia menatap putra nya.


"Kamu sudah berjanji kan? Malam ini menuruti ucapan mamah." Bisik mamah Las membuat Lani menghela nafas nya jadi ini tujuan mamah nya.


"Mah, aku kan sudah bilang soal jodoh aku ingin mencari sendiri, kenapa mamah melakukan hal konyol seperti ini." Gerutu Lani tak habis fikir.


"Lani dengar mamah, kalian bisa saling mengenal dulu kan, toh ini masih tunangan belum menikah masih banyak waktu untuk kalian saling kenal satu sama lain, untuk membiasakan diri, mamah lakukan ini untuk kebaikan mu nak, apa mamah salah?" Ucap mamah Las mengelus genggaman tangan Lani yang mengeras.


Ia berharap untuk kali ini saja putra nya mengikuti kemauan nya.

__ADS_1


Sungguh orang tua mana yang tak merasa khawatir melihat putra nya menjadi bujang lapuk terlebih ia tahu tabiat putra nya yang pemain wanita.


"Salah mah, salah besar. Apa mamah tahu Lani sudah memiliki kekasih dan Lani sudah melamar nya mah, Lani akan mengurus surat pernikahan kita, Lani tidak mungkin melanjut kan ini semua, Lani tak sanggup melihat kekasih Lani sakit hati mah, tolong juga mengerti Lani, Lani sangat mencintai nya, seluruh hidup Lani sudah Lani berikan pada nya." Ujar Lani dengan frustasi sungguh diri nya tak bisa menebak nasib nya akan seperti ini.


"Lani kamu."


"Iya mah, niat Lani malam ini akan membicarakan semua nya dengan mamah agar mamah tahu Lani mau serius dengan wanita ini, Lani tidak menyangka mamah sudah sejauah ini." Lirih Lani semakin membuat mamah Las merasa bersalah pada putra nya.


"Maaf om, tante, Flo, aku tidak bisa melanjutkan ini semua, karna jujur saja aku sudah memiliki calon istri, permisi." Pamit Lani meninggalkan semua orang yang berada di meja makan terpaku.


Ibu Flo hanya bisa menenang kan putri nya yang sudah berderai air mata.


"Maaf kan aku, aku tidak tahu semua akan terjadi seperti ini." Ucap Las tak berdaya putra nya sudah berbicara seperti itu, bahkan ia melupakan ponsel nya, arti nya Lani betul betul jujur. Hati Las tersentil.


Sedang Lani yang sedang gundah menjalan kan mobil nya menuju apartemen milik nya, satu tujuan nya bertemu dengan Nana, belahan jiwa nya.


Ceklek.


Lani menatap haru saat melihat Nana tertidur di sofa dengan ponsel di tangan nya yang terjatuh ke pangkuan nya.

__ADS_1


Deg.


Dada Lani berdenyut saat melihat banyak sekali panggilan keluar kepada papi, dari ponsel Nana.


"Kamu menunggu ku sayang."


"Kamu mencemaskan ku hemm." Lani menggendong Nana menuju kamar mereka.


Membawa nya hati hati menurunkan nya ke ranjang dengan sangat pelan berharap Nana tidak sampai bangun.


"Papiii." Gumam Nana dengan masih menutup mata nya.


"Iya sayang, papi di sini." Bisik Lani sambil ikut merebahkan tubuh nya di samping Nana pelan pelan setelah melepas baju nya menyisakan celana pendek saja.


"Kangen." Gumam nya Lagi membuat Lani terkekeh.


"Iya sayang, papi tahu." Lirih Lani memeluk Nana, bagaimana ia tak tahu kalau Nana saja memakai kaos yang sering Lani kenakan, Nana betul betul menunjukan diri nya yang sangat merindukan Lani membuat Lani terharu.


"Aku juga sangat merindukan mu Na andai kau tahu itu cup."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2