AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
Calon istri


__ADS_3

Setelah acara makan malam yang gagal romantis karna hujan, kini mereka berdua sudah kembali pada rutinitas awal mereka yaitu kampus dan kantor.


Nana berjalan menyusuri koridor kampus, diri nya terburu buru akibat jam kelas yang sebentar lagi akan terlambat.


Langkah kaki Nana melebar tak peduli pada semua mahasiswi serta mahasiswa yang sedang bersantai, bagi Nana kuliah adalah hal utama setelah mengurus papi Lani.


"Aseeeem dosen sudah hampir sampai." Decak Nana sambil menambah kecepatan lari nya, tak peduli dia akan menabrak apa inti nya dia sampai di kelas sebelum dosen kiler nya.


"Huh huh huh sukur lah." Gumam Nana saat diri nya sudah sampai di kelas dan selang beberapa detik dosen kiler masuk dengan berwibawa.


Sedang di kantor Lani terlalu fokus dengan pekerjaan nya tanpa sadar Angel sudah mendekat pada nya.


"Kopi nya pak." Lani mendongak saat mendengar suara mendayu dari sekertaris nya, Lani mengerutkan alis nya saat melihat baju yang di kenakan Angel cukup seksih, bukan kah sudah Tia larang, namun kenapa Angel mengenakan baju seksih lagi.


"Heeemm tarus saja di sana."Tunjuk Lani pada meja di sofa karna ia merasa Angel mengganggu konsentrasi nya.


"Bapak mauh apah lagih." Lani menggaruk kepala nya mendengar desa.han dari Angel, bukan nya meremang Lani justru geli.


"Pita suara mu rusak." Angel menggeleng.


"Lalu kenapa suara mu seperti itu. Oh iya, bukan kah Tia sudah memberi peringatan tentang baju yang kau kenakan?" Angel menegang namun sebisa mungkin ia berusaha tenang, tak mungkin kan ia bilang bahwa ia sedang berusaha menggoda Lani.


"Eeem baju kuh semua nyah basaah pak." Lani mengangguk paham, mungkin karna akhir akhir ini hujan sering melanda ibu kota.


"Kancing baju mu rusak?" Tunjuk Lani pada dua kancing bagian atas yang terbuka dengan cuek nya ia kembali bekerja tanpa peduli pada Angel menganga.


"Eeemnn ini.."

__ADS_1


"Sudah lah Ngel, aku saran kan kalau ada Tia segera kamu lari dan ambil segera baju mu di laundry jangan sampai kamu merusak peraturan di sini bisa bisa kamu pulang cepat dan tidak kembali lagi." Ujar Lani cuek, sangat cuek malah.


"Kalau begitu saya keluar dulu pak." Suara Angel kembali normal namun enggan jadi permasalahan Lani sebab pekerjaan nya betul betul menumpuk.


Lani mengibaskan tangan nya tanda ia setuju Angel keluar dari ruangan nya.


Proyek yang ia pegang dengan Lintang mencapai kata sukses namun kini ia harus di timpa proyek baru lebih tepat nya proyek yang Robi pegang, sebab untuk tiga hari ini gantian Robi yang cuti setelah baby boy lahir ke dunia dengan wajah perpaduan Robi dan Widia.


"Apa aku ajak Nana aja yah buat jenguk anak Robi dan Widia tapi ah nggak lah, nanti saja." Gumam Lani sebab akan terjadi kehebohan jikalau Nana ikut, terlebih dia berfikir status mereka belum sah menikah.


Posisi Nana saat ini sedang duduk di salah satu bangku taman di kampus nya, sebenar nya ingin bertemu dengan ke tiga sahabat nya, namun ada saja kesibukan mereka, ada yang kerja, ada yang di kelas ada pula yang berada di perpus untuk menyelesaikan tugas nya.


Mereka, Bimo, Bela, Nana dan Feri yang notaben nya hanya anak beasiswa harus ekstra menjaga nilai nya, sikap nya, terlebih mereka mempunyai tekad untuk menjadi sukses.


Dreeet dreeet


Nana menegang saat melihat siapa yang memanggil di ponsel nya.


"Ha halo oma." Jawab Nana terbata, sebab dia belum menyelesaikan misi, dia bahkan gagal dengan misi nya, kini ia justru terjerat dengan Lani anak oma Las.


"Kamu di mana Na?" Nana mencoba tenang dengan menghela nafas nya sebelum menjawab pertanyaa oma Las.


"Nana di kampus oma, kenapa oma?" Nana mencoba setenang mungkin.


"Na kebetulan oma sedang ada di cafe dekat kampus kamu, kamu ke sini yah." Nana tersenyum oma Las memang baik pada nya.


"Iya oma, share aja nama cafe nya, Nana ke sana sekarang." Ujar Nana sebelum mematikan ponsel nya.

__ADS_1


Bibir nya melengkung menandakan kebahagiaan nya mengiri langkah Nana menuju cafe terdekat, cafe yang memang dekat antara kampus juga kantor dimana tempat papi Lani bekerja.


Sesampai nya di cafe dahi Nana mengkerut saat melihat oma Las sedang mengobrol dengan seorang wanita dewasa sekitar tiga puluh lima tahun, sosok yang nampak anggun, elegant dan yang jelas berkelas.


"Oma Las." Sapa Nana dengan riang dan mencium punggung tangan wanita keriput di hadapan nya ini, ibu dari kekasih nya.


"Hai sayang, wah oma kangen banget sama kamu, sudah satu bulan loh kamu tinggal sama Lani tapi oma nggak pernah kamu jenguk." Gerutu oma Las membuat Nana terkekeh.


"Maaf oma, Nana sibuk karna masuk kuliah, papi juga sibuk katanya habis ada proyek besar." Jelas Nana agar oma Las tak marah lagi, dia melirih wanita di sebelah oma Las yang tersenyum manis pada nya, namun Nana tak suka dengan senyuma wanita itu, seolah olah mengejek Nana.


"Oh iya Na, kenal kan dia Flo, dan Flo kenal kan dia Nana."


"Flora."


"Natasya." Mereka sama sama menyebut nama mereka sebagai tanda pengenalan.


"Jadi Nana ini yang tinggal dengan my honey Lani tante?"


Deg


"Iya, Nana sudah sekitar satu bulan tinggal bersama Lani, dia sudah seperti anak Lani." Ujar oma Las terkekeh.


"Aaah benar kah, jadi dia juga seperti anak ku tan?" Oma Las tertawa benar juga.


"Hahaha iya kamu benar, oh iya Na, Flo ini calon istri Lani, nanti malam akan ada pertemuan keluarga di rumah Flo, yah sejenis tunangan, kamu mau ikut?" Ajak oma Las.


Tunangan, calon istri

__ADS_1


"Eeemm Nana...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2