AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
cerah di gerimis pagi


__ADS_3

Pagi hari keadaan kantor nampak gempar melihat senyum di bibir perjaka ternoda ini selalu memancar, memang bukan hal biasa bagi Lani menyerahkan senyum nya namum yang membuat semua heran adalah senyum itu sangat aneh.


Ting


Lani memasuki Lift umum entah apa yang merasuki nya memasuki Lift umum dan menebar senyum aneh nya.


"Pagi pak Lani." Sapa kariawan.


"Pagi juga Santi, kau sangat fress kali ini." Puji Lani membuat Santi tersenyum kaku karna aneh saja Fres dari mana sedang ini tanggal tua muka lagi sepet sepet nya.


Ting.


"Eeemm saya keluar dulu pak permisi." Pamit Santi bulu kuduk nya merinding melihat gigi Lani yang selalu terlihat apa iya gigi nya sama sekali tidak kering?.


"Silah kan Santi, semangat bekerja karna hari ini cuaca sangat cerah." Jawab lani sebelum pintu lift tertutup meninggal kan Santi yang terbengong heran, "Cerah? dari jigong, orang baju aku aja basah akibat gerimis! situ cerah orang pake mobil." Gerutu Santi sambil menuju ke ruangan nya.


Lani berjalan dengan masih mengembangkan senyum nya. "Pagi om." Sapa Robi, Lani tersenyum.


"Pagi juga anak sulung ku apa sohib ku ada di dalam?" Robi menganga sejak kapan dirinya menjadi anak sulung Lani dan sohib? siapa? apa bapak dan papah nya kah?


"Emmm di dalam om" Tunjuk Robi pada ruangan Lintang big bos sekaligus ayah angkat nya.


"Baik lah nak, papih mau masuk dulu ok?" Robi menganga melihat Lani masuk ke ruangan papah Lintang, apa tadi kata nya papih?


"Selamat pagi sohib sohib ku, senang sekali hari ini sangat cerah kan?" Cletuk Lani membuat Fahmi juga Lintang yang sedang memegang berkas nya saling pandang, cerah?


"Woi budek loh, tuh liat jendela nya basah arti nya hari ini kota di guyur hujan ok, cerah dari mana nya!" Sentak Lintang yang memang kesabaran nya setipis tisu untuk menghadapai asisten Lani.


"Ah benarkah? Aku sama sekali tak merasakan nya." Sahut Lani santai duduk di sofa depan Lintang dan Fahmi.


"Hei kau kerja kenapa duduk di sini.!" Sentak Lintang.


"Ooohhh big boss Lintang kita nikmati saja hari ini agar suasana cerah seperti perasaan ku jadi hujan bukan lagi penghalang." Ucap Lani sambil berdiri hendak pergi.


"Oh iya sahabat Fahmi, sohib gue, lo nggak perlu lagi cemburu sama gue ok, karna gue sekarang lebih suka menikmati daun muda uuuuhhh fress dan eemm sangat legit." Desis Lani sambil tersenyum dan mengepal tangan nya seolah gemas.


Lintang dan Fahmi menjatuhkan rahang nya mendengar ucapan akhir dari sahabat nya itu.

__ADS_1


"Kau dengar tadi daun muda? Tapi Apa?" Decak Lintang.


"Bukan hanya itu dia juga bilang fress dan legit apa nya?" seketika kedua sahabat itu blank pikiran nya melihat gelagat aneh Lani.


"Hubungi Robi, tolong cari orang pinter kita ruqiah dia." Pinta Lintang.


"Gue hubungi Robi kalau begitu ta."


Ceklek.


Mata Lintang dan Fahmi membola saat Lani membawakan dua gelas susu, bukan kopi melainkan susu untuk apa? Pikir Lintang dan Fahmi.


"Awali harimu dengan dua susu, silah kan bos Lintang dan bos Fahmi nikmati susu kalian saya permisi dulu." Pamit Lani sambil bersiul seolah dunia sedang bertepuk tangan pada nya.


Fahmi mengangkat satu gelas susu dan mencium nya. "Kenapa?" Tanya Lintang heran dengan sikap Fahmi.


"Gue takut susu ini basi, gila gue merinding lihat sikap tuh anak ck." Decak Fahmi di sambut gelakan oleh Lintang karna benar saja diri nya pun ikut merinding.


"Sudah lah jangan di minum gue juga takut dia ambil tuh susu di tong sampah, ujan aja di sangka cerah bisa bisa tong sampah di sangka lemari es." Fahmi terbahak mendengar cletukan dari Lintang hingga mereka sepakat untuk membuang susu itu ke toilet takut takut mereka koid kan sayang bini cantik di tinggal.


"Kita meeting dulu setelah itu baru kita panggil dukun ke sini buang tuh jauh jauh setan di pikiran Lani." Decak Lintang.


"Ok kita sekalian jalan panggil Robi sekalian biar di yang presen."


"HALO bos mari kita meeting." Lintang dan Fahmi terjingkit kaget ketika tiba tiba saja si setan ini nongol di balik pintu ruangan Lintang.


"Semprul lo! Ngagetin aja si.alan emang loh.!" Sembur Lintang.


"Sudah lah bos mari kita meeting aku sudah siap untuk presen."


"STOP..!" Pekik Lintang.


"Panggil Robi gue sama sekali nggak percaya sama lo mulai hari ini, sebelum setan di otak lo pergi faham!" Lani mengangguk angguk faham dan berlalu ke ruangan Robi.


Selama berjalan nya meeting Lintang geram bukan main saat melihat mata Lani yang berbinar binar dan selalu tersenyum padahal jelas sekali saat ini Robi sedang membahas sebuah kendala, tetapi melihat Lani yang selalu tersenyum membuat Lintang ingin sekali mengeplak muka nya hingga kesabaran Lintang di uji saat Lani menutup mata nya dan terkekeh.


BRAK..

__ADS_1


.


.


Kita tinggal kan kelakuan Lani hari ini yang membuat seisi kantor heboh, sedang di apartemen milik Lani.


Mata Nana sangat berat untuk ia buka saat kemarin siang hingga malam di gempur habis habisan oleh perjaka ternoda dia berfikir untuk melakukan apa agar sumpah itu di ganti namun rasa nya alam saja seolah mengunci sumpah itu.


"Ya ampuuun ini badan rasa nya mau ringsek." Gumam Nana. Berusaha berjalan tertatih tatih menuju kamar mandi karna ternyata waktu sudah pagi.


"Berasa masih ada yang ganjel di bawah, ck si papi nih main nggak kira kira." Nana mencoba berendam ait hangat.


Uuuu nikmat nya. Nana memejam kan mata nya, menikmati rasa yang baru saja ia rasakan.


Setelah mandi dan bersiap Nana memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu janji yang kemaren ia ingkari hari ini dia akan menepati nya.


Nana tertegun melihat sarapan yang sudah Lani siap kan.


Menikmati sarapan dengan getir.


Dreet dreet.


📞 bimo


".........."


"Hemmm" Jawab Nana sambil menunduk.


".........."


Nana menutup sambungan telfon nya hingga terdengar suara bel apartemen nya dengan malas Nana membuka pintu nya.


"Na kita jadi pergi kan?" Tanya Bimo. Nana mengangguk lemas duduk di sofa di ikuti ke tiga teman nya.


"Lo kenapa sih Na?" Tanya Bela saat melihat mata Nana terpejam.


"Gue kalah." Jawab Nana lemah.

__ADS_1


"What!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2