AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
yes yes yes and yes honey


__ADS_3

Nana dan Lani saling menautkan tangan, menyusuri area pantai dengan senyum yang merekah.


Duduk di sebuah gazebo melihat hamparan ombak kecil dengan sinar jingga di hadapan nya. Nana menyandarkan kepala nya pada bahu Lani diri nya sungguh takjub dengan keindahan alam yang memanjakan mata, menyaksikan indah nya matahari tebenam dengan orang yang di cintai.


"Indah yah pih?" Lirih Nana.


Cup


"Menurut ku karna bersama dengan mu jadi lebih terasa indah." Ucap Lani setelah mencium punggung tangan Nana.


Plak.


"Iiizzz." Dengus Nana sembari mengeplak paha Lani yang sedang terkekeh.


"Loh papi ngomong bener loh Na." Nana mendongak menatap Lani.


"Gombal." Lani terkekeh, dia menahan kepala Nana dan saling menempel kan bibir, bukan hanya itu gerakan halus Lani membuat Nana terbuai, terlebih dengan latar belakang mata hari terbenam sangat romantis menurut Nana.


"Na, terimakasih sudah hadir di hidup ku yang kelam ini, Na, kau memberikan warna tersendiri untuk ku, kau memberikan kebahagian untuk ku, apa kah aku boleh serakan jika ingin agar kau tetap hadir di hidup ku selama sisa umur ku, menemani masa tua ku, kita jalani hari selalu bersama sama." Nana mengangguk, menerima semua keinginan pujaa hati nya.


"Aku mau, aku mau menemani mu seumur hidup ku, kita akan bersama melewati hari, bulan dan tahun yang akan terus berganti."


"I love you Natasya arumi." Tatapan mata Lani yang meneduh kan membuat hati Nana berbunga bunga.


"Aku juga mencintai mu Lani bratawijaya, sangat mencintai mu cup." Kali ini Nana yang memimpin jalan nya lika liku pertemuan sengit antar bibir.


.


.

__ADS_1


.


Malam hari Lani membawa Nana pada sebuah tempat makan malam romantis, dia memang ingin meratukan Nana, membahagiakan selagi ia bisa.



Lani bersimpuh menekuk satu kaki nya.


"Na, mau kah kau hidup bersama dengan ku, bertahan di sisi ku selama nya dengan ikatan perniikahan, will you marry me?"


"Piiii." Lirih Nana, tangan nya memutup mulut nya saat diri nya terpaku pada keindahan tempat yang sudah Lani siap kan sangat romantis, ter amat romantis malah untuk seukuran bocah dari kampung seperti Nana yang bahkan belum pernah menyecap manis nya sebuah pacaran, sedang saat ini diri nya merasakan sudah seperti layak mya ratu di malam ini.


"Na," Nana mengangguk angguk dengan cepat memeluk tubuh Lani.


"Yes, yes yes and yes honey." Bisik Nana membuat Lani tersenyum lantas menggendong Nana memutar mutar tubuh nya.


"Terimakasih Na, cup."


"Nana yang harus nya berterimaksih pih." Jawah Nana dengan mata berkaca kaca.


"Duduk lah sayang, bagaimana? Kamu suka dengan tempat nya? Sengaja papi pesan yang seperti ini karna papi ingin membuat momen yang selalu indah untuk kita sayang." Nana tersenyum, mengangguk angguk adalah hal yang bisa ia lakukan saat diri nya terpaku menatap Lani, sungguh lelaki ini sangat sempurna.


Aku beruntung.


Batin Nana merasa sangat beruntung mendapatkan lelaki idaman seperti di hadapan nya ini.


"Untuk merayakan hubungan kita sayang, mulai sekarang dan seterus kan kamu milik ku, hanya milik ku." Ucap Lani bersungguh sungguh.


"Nana senang pi, sangat senang, terimakasih banyak papi sayang." Lirih Nana tersenyum bahagia bahkan sampai gigi gingsul nya terlihat.

__ADS_1


Terlihat seorang pelayan mendekat pada Lani dan Nana mereka membawakan beberapa makanan, menaruh nya di meja, lalu pergi lagi.




"Makan lah sayang." Nana menganga makan? Apa nya yang di makan?


"Piiii." Lani mengerut kan alis nya kenapa dengan calon masa depan nya ini.


"Iya sayang kenapa? kamu tidak suka dengan makanan nya?" Nana terdiam.


"Apa nya yang mau di makan piii," Bisik Nana.


"Yah ini sayang, ini salah satu andalan di resto ini." Jelas Lani.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka Na?" Nana menghela nafas nya.


"Mana kenyang pi." Bisik Nana lagi.


"Apa?"


Tes tes tes


Nana mendongak ke atas.


"Papiiiiiiii ujaaaaaan." Pekik Nana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2