AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
makan siang


__ADS_3

Nana lega karna dia sudah tak datang bulan Lagi Nana mandi dan memilih memakai drees mini nya.


"Nah gini kan cantik waktu nya menyambut papi pulang."


Sambil menunggu papi pulang Nana membuka aplikasi hijau membuka chat dari teman nya Bela,


"Asem ini anak." Decak Nana ketika melihat chat di grup nya.


Klik


Ceklek


Nana tersenyum menyambut papi pulang dengan membawa coklat untuk Nana.


"Papi pulang." Pekik Nana senang namun tidak dengan Lani dada nya berdegub saat melihat betapa menggodanya tubuh bocah belut satu ini.


"Coklat untuk mu." Nana tersenyum.


Cup


"Makasih papi," Membuat Lani tersenyum terlebih dengan kecupan manja di bib.ir nya.


"Papi laper?" Tanya Nana semangat dan jelas saja di angguki oleh Lani.


"Kamu sudah masak Na?" Nana mengangguk semangat,


"Nana sudah masak banyak," Nana bergelayut manja pada Lani menuju meja makan.

__ADS_1


Bahkan yang lain juga lapar Na, ingin sekali Lani utarakan maksud hati nya. Namun ia sadar harus pelan pelan.


"Nana sudah siap kan, ayo Nana harap papi suka masakan Nana yah?" Nana menyiapkan makanan untuk Lani dengan senyuk merekah nya.


"Gimana pih enak?" Lani mengangkat jempol nya.


"Selalu enak." Mereka makan dengan nikmat sesekali mengobrol bercanda,karna Nana memang anak yang periang dan juga cerewet.


Setelah makan siang selesai mereka bersama duduk di sofa sambil menunggu jam istrirahat selesai.


Nana duduk di samping Lani sambil membawa puding buatan nya.


"Pih masih mau ke kantor?" Lani menongok ia mengangguk sebagai jawaban nya lalu kembali lagi bermain ponsel nya sungguh pekerjaan nya sangat sangat menumpuk.


"Aaa." Lani tersenyum dia menerima suapan puding dari Nana.


"Nggak usah Na sebentar Lagi papi akan langsung ke kantor." Jawab nya tanpa menengok pada Nana.


"Baik lah." Jawab Nana agak nya mood ingin menggoda papi luntur seketika.


"Papi pergi dulu Na." Ujar Lani namun Nana tahan.


"Seperti biasa pih?" Tunjuk Nana pada kening nya namun jari Nana yang berada di kening nya turun terus ke bawah hingga berhenti di bibir nya.


Cup


Niat hati ingin hanya sekedar menempel tapi apa mau di kata tangan Nana yang berada di tengkuk Lani justru membuat itu semakin lama, semakin panas.

__ADS_1


"Eeeeeemmmm." Lani sungguh tak tahan bahkan ia sampai mengeluarkan suara aneh nya di sela sela ci,uman panas yang Nana cipatakan.


"Aku harus berangkat kerja Na." Terpaksa Lani bergegas pergi meninggal kan Nana yang sedang menganga sebab diri nya di tinggal begitu saja.


"Papiiiiiih masa Nana di tinggal ck." Decak Nana ia memukul mukul angin dengan kedua kepalan tangan nya.


Lani memilih masuk ke mobil dengan cepat menuju kantor nya. sungguh diri nya merasa tergoda dengan tingkah si bocah belut.


"Siang pak Lani." Lani hanya mengangguk sebagai jawaban sapaan para kariawan Mareeta grup.


Lani bergegas menuju ruangan nya,


"Ck asem bener punya bos jahat nya nggak ketulungan." Gerutu Lani sembari melanjutkan pekerjaan nya.


"Ck gue yang ngajarin malah gue yang nggak tahan." Dengus Lani ia malu kalau teringat akan ciu.man tadi saat diri nya mend.esah menikmati ah sangat memalukan sekali.


Tok tok tok.


"Masuk!"


Ceklek.


"Maaf pak Lani, mau saya buat kan kopi?" Ujar Angel dengan suara lembut mendayu.


"Hah iya, buat kan aku kopi pahit saja." Sahut Lani tanpa melihat Angel, masa bodo lah sekalian aja minum kopi pahit sepahit diri nya saat ini mau enak enak nggak bisa, mau marah sama siapa? Nggak mungkin kan dia memaki bos nya bisa bisa di pecat jadi pengangguran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2