AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
Langiiiiit


__ADS_3

Dada Nana berdetak lebih cepat saat mendengar kata calon istri dan tunangan.


"Eem Nana kayak nya nggak bisa oma, Nana banyak tugas, maaf yah oma, tante." Sekuat tenaga Nana tahan sesak di dada nya.


Rasa nya Nana ingin berlari dan berteriak dengan kencang, kenapa takdir mempermain kan mereka.


"Na mau makan apa, biar tante pesan kan yah." Ujar nya dengan lembut, namun entah kenapa Nana justru muak melihat nya.


Munafik.


Sebab ketika oma mendongak Flo akan menunjukan raut wajah senyum yang anggun namun ketika oma Las menunduk Flo akan menunjukan raut wajah meremehkan kepada Nana, padahal penampilan Nana juga bukan lah seperti gadis biasa, tampilan nya memukau untuk seukuran gadis seumuran Nana.


"Nana sudah makan tan, eeemm oma, Nana pamit permisi boleh, sebentar lagi ada kelas." Pamit Nana hati hati, sedang oma Las tersenyum memaklumi Nana yang memang sedang sibuk.


"Baik lah, kamu nggak mau ikut ke kantor papi mu, kita mau ke sana sehabis dari sini." Ujar oma Las, Nana tetap menggeleng ia bergegas pergi dari sana.


Sesak.


Dada nya bertambah sesak saat tau mereka akan menemui kekasih nya.


Nana merasa rendah diri saat di sanding kan dengan Flora, Nana takut Lani akan berpaling dari nya setelah merenggut mahkota nya.

__ADS_1


Nana mendongak melihat awan yang mendung.


"Langiiiiit jangan biarkan Lani mencintai wanita lain selain diri ku!!" Teriak Nana sambil mendongak merentang kan ke dua tangan nya.


Jedeeerrrr


Nana terjingkit bahkan sampai melompat karna kaget dengan petir serta suara bergemuruh yang memekak kan telingaa nya.


"Astaga." Nana memegang dada dia mendongak menatap Langit ini arti nya di setujui atau tidak, bingung Nana namun diri nya bertekad untuk mencari jawaban sekali lagi.


Menarik nafas panjang dan mendongak menatap Langit yang teduh.


"Langiiiiit.."


Jedeeerrrr


Membuat sang asisten menautkan alis nya lelaki yang berstatus kan boss terkekeh hanya karna bocah yang tak jauh dari keberadaan mereka.


"Tuan, apa kita bisa melanjutkan perjalanan kita." Tanya nya hati hati.


"Heeemmm kita ke markas aku ingin bertemu dengan anak tidak tau diri itu."

__ADS_1


"Baik tuan." Ujar nya sembari menjalan kan kereta besi nya.


Sedang di perusahaan Lani menatap jam dinding di ruangan nya ternyata setengah jam lagi akan datang waktu jam makan siang.


"Huh, sedang apa bocah belut itu, ck bisa bisa nya aku merindukan nya lihat, bahkan milik ku pun bangun hanya karna menyebut nama nya, ah Nana." Gumam Lani terkekeh dia mengambil ponsel nya mencoba menghubungi sang kekasih.


Tuuuuut tuuut


"Halo piiih." Lani terkekeh ketika mendengar suara manja Nana, tak sabar untuk menunggu sore.


"Sayang, kamu sedang apa?" Jangan tanya bagaimana respon Nana, di kampus lebih tepat nya di dalam bilik toilet Nana seperti cacing kepanasan diri nya berjingkrak senang saat mendengar suara lembut nan indah apa tadi katanya sayang? Aaaah Nana rasa nya ingin menembus dinding dan menerobos ke kantor tempat Lani bekerja.


"Piiiih Nana kangen, Nana lagi nungguin papi telfon Nana." Ujar nya manja.


"Papi juga kangen, Nana nggak mau ke kantor papi?" Pinta Lani membuat Nana terdiam kantor papi bukan kah akan ada Flo di sana.


"Naaa kamu bi." Ucapan Lani terhenti saat tiba tiba saja ruangan nya di buka tanpa di ketuk.


Ceklek.


"My honey Laniiiiiii i miss you."

__ADS_1


Deg.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2