AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
rindu


__ADS_3

Aaaa


"Papiiii." Pekik Nana ketakutan.


"Berisik bisa diem nggak lo, gue berat nih." Sentak bocah yang kini sedang menggenggam tangan Nana saat diri nya tadi terjatuh akibat kaget.


"Aku selamat." Gumam Nana mendongak melihat bocah di atas pohon sedang sekuat tenaga menarik tangan nya.


"Lo selamat dan tangan gue sakit. Lo bisa kan turun pelan pelan dan jangan coba coba naik pohon lagi." Nana sedikit melompat untuk menampak kan tanah dengan pelan pelan.


Akhir nya.


Nana bisa bernafas lega saat diri nya sudah berdiri dengan tegak, untung lah bocah itu bisa menahan tubuh Nana.


"Huh selamat, hei bocah siapa nama mu?" Tanya Nana sembari mendongak ke atas melihat bocah di atas yang mulai turun dari pohon dengan wajah masam sebab intaian nya gagal alias lolos dari pengawasan sebab dia kehilangan jejak saat Nana terjatuh dari atas pohon.


"Davero." Ujar nya dengan berjalan pergi begitu saja melewati Nana yang sedang menganga.


"Dav, makasih yah." Davero membalikan badan.


"Gue harap lo nggak nongol lagi di depan gue." Decak nya sembari pergi diri nya masih marah dengan gadis di hadapan nya ini.


"Mau ku traktir makan bocah." Davero menghela nafas nya dia menaiki motor kesayangan nya.


"Nggak."


Bruuum


Bruummm

__ADS_1


Nana menghela nafas nya melihat motor besar melaju dengan kecepatan di atas rata rata. "Ck dasar bocah."


Gerutu Nana sedikit nya dia bisa melupakan tentang Lani.


Nana berjalan menuju apartemen Lani, ketika sampai di kamar Lani kamar yang selama ini mereka tempati berdua, Nana berbaring di ranjang tepat nya di bagian Lani biasa tertidur,


"Aku rindu piiih, kamu sedang apa?" Gumam Nana mencium bau maskulin di bantal Lani.


Deg.


Dada Lani berdebar entah ada apa hati nya tiba tiba saja sesak.


Nana.


Yah satu nama itu yang selalu ada di hati nya, selalu ia gumam kan setiap saat sedari tadi, namun Lani tak kuasa saat mamah nya yang menyita ponsel nya.


"Aku rindu Na." Lani menghela nafas nya saat menatap langit langit kamar nya di rumah oma Las. Rumah yang ia hasil kan dari kerja keras nya bekerja bersama Lintang.


Flasback on.


"Hai sayang nya mamah, kamu sibuk nggak?" Lani melihat mamah nya mendekat pada nya.


"Ada apa mah?" Tanya Lani dia menaruh ponsel nya di meja tanpa mematikan sambungan telfon nya.


"Kita makan siang bareng yah, sama mamah sama Flo, kasian dia Lan udah kangen banget nggak ketemu kamu." Lani menggeleng.


"Aku sibuk mah." Jawab nya sembari melihat pada laptop nya tanpa memperdulikan ke dua wanita di badapan nya.


"Kamu ini kerja terus, kamu itu harus buka hati mu untuk wanita lain, jangan hanya gara gara Veny kamu jadi males sama semua perempuan, nggak semua perempuan sama dengan Veny, contoh nya Flora ini, dia baik, cantik, anak berpendidikan, dan dia pemilik resto, pengusaha sayang, jelas keturunan siapa, coba kamu lihat dia dengan hati kamu." Lani mendongak dia sempat melirik ponsel nya yang menyala ia yakin sambungan telfon du matikan sepihak oleh Nana.

__ADS_1


Huh


Lani menghela nafas nya takut takut Nana akan salah paham.


"Aku tidak bisa." Mamah Las melihat Lani, menghela nafas nya mendengar suara dingin dari anak nya.


"Coba untuk kali ini saja nak, turuti keinginan mamah," Lani mendongak menatap perempuan yang sudah melahir kan nya.


"Mah, soal jodoh biar Lani yang pilih, Lani tidal mau dengan pilihan mamah ini, apa lagi Flo, Lani nggak mau mah, Lani punya pilihan sendiri." Pinta Lani memelas ia tak mungkin berbicara keras dengan mamah nya.


"Baik mamah akan ikuti kemauan kamu, tapi mamah minta untuk saat ini hingga malam nanti kamu ikut mamah dan Flo, jangan membantah jangan protes." Lani menatap mamah nya.


"Setelah itu apa mamah mau menuruti kemauan Lani?" Mamah Las mengangguk dia berfikir ucapan Lani soal jodoh nya hanya iseng belaka agar perjodohan kali ini batal.


"Iya dan mana ponsel mu." Lani mengerutkan alis nya mendengar ucapan mamah nya.


"Ponsel? Untuk apa mah." Tanya Lani tapi ia tetap mengulur tangan nya memberikan ponsel nya.


"Untuk mamah sita agar kamu mengikuti mamah kemana pun mamah pergi." Lani menghela nafas nya, rasa nya kenapa bisa seberat ini terlebih dia melirik Flo yang sedang tersenyum senang.


Muak.


Yah dia muak dengan perempuan di hadapan nya ini, dia tahu bagaimana tingkah Flo,


"Sekarang mamah minta kita makan siang bersama sekaligus ikuti mamah menuju butik karna mamah dan Flo mau belanja." Lani terpaksa mengikuti kemana mamah nya melangkah.


Saat sampai di bawah mereka menuju mobil Lani memasuki mobil bersama namun entah kenapa Lani seolah merasa ada Nana di sekitar nya Lani sempat melirik di kaca spion namun nihil tak ada Nana.


Apa perasaan ku aja yah.

__ADS_1


Flashback Off.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2