AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
retas


__ADS_3

Hari hari mereka lalui dengan hambar, Nana sedih saat diri nya sudah memohon untuk cinta nya walau hanya sementara namun hati Lani seolah kokoh dengan pendirian nya.


"Loh pi mau kemana?" Tanya Nana saat melihat suami nya keluar dengan baju santai.


"Bukan urusan mu." Nana menghela nafas nya saat melihat sikap suami nya.


Sedang Lani dia menuju bar sebab ada sedikit masalah di sana.


Langkah Lani yang lebar menuju ruangan nya tanpa peduli pada apa pun di bar, yah Lani tahu akibat dari sumpah nya dia menjadi lelaki yang tak ada minat pada perempuan lain siapa pun itu kecuali Nana.


Ceklek.


"Ada apa Cok." Ujar Lani menggebu saat baru saja dia membuka pintu ruangan nya.


"Ada nar.koba di bar ini dan polisi menemukan nya." Lani mendelik bagaimana bisa ada benda haram itu di sini.


"Pasti ada yang berusaha memfitnah kita Cok." Coki mengangguk setuju dengan tebakan Lani karna memang mereka menyediakan tampat bar tidak ada sama sekali benda haram itu bahkan kandungan alkohol di bar Lani pun termasuk kadar yang rendah, sebab itu tak pernah ada kasus mabuk sampai teler.


"Polisi sudah mengecek cctv semua nya dari segala penjuru tempat Lan, tapi nihil tak ada bukti ada pengunjung yang membawa nya." Jelas Coki membuat Lani frustasi.


"Sial coba cek dengan cctv tersembunyi kita." Seru Lani dengan kesal.


"Di retas Lan." Lirih Coki membuat Lani membola.


"Di retas?" Gumam Lani otak nya seolah buntu hingga diri nya terpaku pada satu nama. Langit.


"Gue pergi dulu Cok."


"Eh tunggu dulu Lan, ini gimana gue di minta dateng ke kantor polisi." Protes Coki.


"Ck lo nurut aja ke sana buat di periksa, gue mau ketemu Lintang minta buat anak nya bisa retas balik agar kita punya bukti nya." Seru Lani sebelum ia pergi meninggal kan Coki yang terduduk dia takut diri nya mendekam di penjara.


Lani mengemudi kan mobil nya dengan cepat menuju kediaman Mareeta.


cekiiiiit


Langkah Lani yang lebar memasuki kediaman Mareeta membuat para pekerja menatap nya heran.


"Loh Lan ada apa? Kamu cari Lintang?" Lani mendekat dan menyalami tangan bunda Luna.


"Bukan bund, Lani cari Langit." Bunda Luna mengangguk dia menunjuk kamar Langit di atas.

__ADS_1


"Ada di atas, kamu naik saja." Lani mengangguk segera menuju kamar Langit.


Tok tok tok.


Lama tak di buka Lani membuka pintu kamar anak dari sahabat nya ini.


Ceklek


Lani mengerutkan alis nya saat tak melihat Langit, diri nya lantas menuju balkon dahi nya mengerut saat mendengar suara tawa dari kamar sebelah.


Lani berjalan menyusuri balkon Langit yang terhubung dengan kamar sebelah yang Lani tahu itu kamar Bintang.


Hahahaha


"Kalian sedang apa?" Tanya Lani saat mendapati Bintang dan Langit sedang duduk di pojokan.


"Om Lani, ngapain ke kamar Bintang lewat balkon." Tanya Bintang heran.


"Om ke sini mau cari Langit, tapi nggak ada di kamar nya jadi om ke sini." Ujar Lani sembari mendekat ia penasaran apa yang di lakukan ke dia bocah itu.


Mata Lani membola saat melihat apa yang Bintang dan Lintang main kan.


"Cantik kan om?" Seru Bintang namun Lani mendengus.


"Cantik apa nya."


"Cantik om, coba lihat baik baik deh."



"Bo.do amat, cepat itu di buang, dan Langit om butuh bantuan kamu." Pinta Lani menggebu dia melihat Bintang yang membuang ulat menjijikan itu. Tubuh Lani menggigil geli merasa seakan akan ulat itu menggerayangi tubuh nya.


"Ada apa om?" Langit berjalan dan duduk di ranjang bintang.


"Cctv di bar om di retas, coba kamu ambil lagi rekaman nya, om butuh banget salinan nya." Pinta Lani, Langit mengangguk dia berjalan menuju meja belajar, di sana terdapat laptop milik nya.


"Butuh waktu om, nggak papa kan?" Ujar Langit, Lani mengangguk mantap tak masalah bagi nya.


"Tapi aku bakal lebih cepat kalau ada sesuatu yang menyegarkan tenggorokan om," Lani mendengus dasar anak Lintang dan Bulan ini memang tak ada dua nya.


"Mau minum apa?" Ujar Lani.

__ADS_1


"Bintang kamu mau minum apa?" Lani mendelik saat mendengar suara lembut Langit pada Bintang.


"Es jeruk aja deh." Sahut Bintang sambil merebahkan tubuh nya di ranjang setelah cuci kaki, cuci tangan, cuci muka dan gosok gigi ritual nya sebelum bobo malam.


"Om dengar kan?" Lani mengangguk diri nya keluar kamar Bintang menuju dapur.


Sedang Langit konsentrasi menatap laptop nya.


hingga beberapa menit kemudian Lani masuk kamar Bintang dengan membawa es jeruk dua.


"Ck minta es jeruk malah tidur." Decak Lani menatap Bintang yang sedang mendengkur halus.


"Bagaimana Lang."


"Sebentar Lagi om." Lani mengangguk dia berharap bisa di ambil kembali rekaman cctv agar diri nya bisa terbebas dari tuduhan itu.


"Sedang dalam proses om." Tunjuk Langit pada Laptop nya. Lani mengangguk dia tersenyum bangga pada Bintang.


setelah beberapa saat Lani tersenyum lebar saat bukti benar benar sudah berada di dalam genggaman nya.


Langit menyelesaikan tugas nya dari Lani dengan cepat.


"Nah sudah aku kirim ke alamat email om." Lani mengangguk antusias.


"Makasih nak, om pergi dulu yah, nanti kalau mau apa pun bilang sama om." Seru Lani sebelum pergi dari kamar Bintang,


Sedang Langit berjalan menuju ranjang Bintang menarik selimut agar menutup tubuh Bintang juga diri nya, Langit memutuskan tidur di sebelah Bintang.


"Mana jari nya." Guman Langit mencari cari telunjuk Bintang dan setelah dapat Langit dengan tenang nya menutup mata.


Sungguh diri nya merasa geli dengan ulat bulu itu namun untuk menjaga kekasih hati nya ia tetap memberanikan diri menemani agar Bintang betul betul tak menyentuh nya,


Bocah tujuh tahun itu merasa nyaman jika tidur sambil menggenggam jari telunjuk Bintang, seperti layak nya Bulan kepada Lintang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cerita Bulan dan Langit ada di


KONTRAK PERNIKAHAN SESAMA KORBAN SELINGKUHAN.


Part nya sedikit jadi kalau mau mampir monggo👍

__ADS_1


__ADS_2