AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
eksekusi


__ADS_3

Sesuai kesepakatan pasar malam menjadi tujuan Lani dan Nana.


"Na mau naik itu?" Kincir angin lah yang Lani tunjuk membuat Nana menegang, Nana fobia ketinggian.


"Eeemmm kalau kita jalan jalan saja bagaimana pih?" Usul Nana.


"Kamu takut?" Selidik Lani saat melihat wajah Nana yang menegang membuat Lani terkikik.


"Siapa yang takut? Nggak lah masa cuma naik gitu doang takut, yuk." Nana menggandeng tangan Lani Sambil berujar seoalh diri nya pemberani, walau dalam hati selalu berdoa agar diri nya baik baik saja saat berada di atas nanti.


"Serius? kalau kamu takut maka kita cari yang lain saja kita bi." Ucapan Lani terhenti saat telunjuk Nana tepat berada di bibir nya.


"Uuussst masa udah gede gini takut? Yuk sayang kita naik itu, kita masuk kandang manuk." Ucap nya dengan riang, saat mereka memasuki kandang manuk kalau kata Nana.


Semoga aja ini besi baik baik saja, jangan ada yang lepas, jangan ada yang ngadat, gue masih mau enak enak, gue baru ngerasain enak enak sekali ya tuhan masih mau enak enak lagi. Doa macam apa itu yang Nana ucap kan dalam hati, andai Lani bisa mendengar nya pasti akan dengan pecah tawa itu lepas, melihat mata Nana yang terpejam dengan mulut yang bergerak umis umis yang Lani yakini ini anak belut sedang berdoa, membuat Lani terkikik dalam hati.

__ADS_1


Pelan pelan namun pasti saat kandang manuk versi Nana memutar dengan pelan mengikuti irama musik pasar malam yang sedang menyanyikan iringan merayu tuhan ku membuat Nana membuka mata nya.


"Indah."


Satu kata yang Nana gumam kan saat melihat wajah Lani yang sedang tersenyum menatap nya.


"Kau berani?" Nana mengangguk senang yah sangat senang hingga gigi gingsul nya terlihat manis di mata Lani.


"Asiiik yah pih kalau dari atas ini." Ucap Nana namun mata nya selalu tertuju pada mata Lani dia enggan melihat ke bawah.


"Na kapan kamu masuk kuliah?" Nana nampak berfikir, rupa nya menaiki wahana kincir angin membuat otak nya blank.


"Siap kan diri mu besok kita jalan jalan ke pantai." Nana menganga, pantai? Asiiik memang diri nya yang hidup jauh dari pantai selalu ingin ke sana.


"Iya pih, kita ke sana? Eeem tapi bagaimana dengan pekerjaan papi?" Ucap Nana, ia takut mengganggu pekerjaan Lani.

__ADS_1


"Papi sudah lama nggak izin, jadi nggak masalah kan kalau papi jalan jalan sama kamu?" Nana mengangguk antusias hingga senyum Nana memudar saat kincir angin tiba tiba terhenti membuat Nana terpekik ketakutan.


Grek


Aaah


"Hei tenang lah ok?" Lani berusaha menenangkan Nana dengan menggenggam tangan nya namun tak ada efek sama sekali.


Cup.


Langkah yang Lani ambil saat ini adalah yang paling tepat, gerakan di bibir Lani membuat kepanikan di diri Nana berangsur hilang. Tangan yang saling menggenggam erat kini melemas di gantikan dengan rasa gemas.


Eeeeemmm


Bukan hanya Nana yang menggeram nikmat, namun juga Lani, ingin rasa nya ia segera membawa Nana ke kamar nya, namun ia sadar posisi mereka berada di atas.

__ADS_1


Apa habis ini langsung balik aja yah, langsung eksekusi tiga ronde aja deh, nanti kalau kurang nambah satu ronde. Suara batin siapa ini kalau bukan si papi mesyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2