AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
tiga ronde


__ADS_3

Lani menuju apartemen nya setelah Angel membelikan tiga porsi makanan untuk nya.


Ceklek.


Lani tersenyum melihat Nana yang sedang duduk menatap nya.


Cup


"Tumben nggak lari meluk papi, nyambut papi dateng?" Ujar Lani memeluk Nana yang sedang mencebik kan bibir nya.


"Gimana mau Lari orang masih nge ganjel." Gerutu Nana membuat Lani tertawa mengacak acak rambut Nana gemas.


"Maaf ok, nih papi bawa makanan untuk kita, sebentar papi ambil piring sama minum dulu yah?" Nana menatap Lani dengan pandangan yang sulit di arti kan.


Huh.


Nana hanya bisa menghela nafas nya, entah apa yang akan terjadi jika Lani tau diri nya memanfaat kan Lani di awal pertemuan mereka.


"Hei, kok ngelamun?" Nana terkesiap.


"Suapi Nana, gantian." Lani terkekeh,

__ADS_1


"Baik lah kali ini papi yang suapi kamu ok, makan yang banyak Aaa." Nana menerima dengan senang hati, diri nya senang namun juga bimbang.


"Papih makan juga dong, jangan cuma Nana." Protes Nana saat melihat Lani fokus menyuapi nya saja.


"Papi Nanti yang penting kamu dulu." Hati Nana bertambah bimbang, rasa bersalah itu kian muncul merasakan ketulusan dari lelaki berumur matang ini.


"Nana sudah kenyang pih." Lani mengangguk diri nya lah yang saat ini makan, mata Nana berkaca kaca melihat sebaik itu lelaki ini.


"Pih." Panggil Nana lembut membuat Lani menengok ke arah nya.


"Kenapa Na?" Lani menaruh piring nya di meja lalu minum untuk meringan kan tenggorokan nya.


"Katakan pada ku apa ada masalah?" Nana tersenyum. Dia mengelus pipi Lani.


"Pi, jika suatu saat Nana buat masalah, Nana mohon pi, jangan pernah membenci Nana, maaf kan kesalahan Nana, aku melakukan sesuatu pasti ada sebab nya, pi apa kau percaya aku mencintai mu dengan tulus?" Lani menatap mata Nana mencari sebuah kebohongan namun tak dapat ia temukan.


"Bukan kah itu terbalik, seharus nya aku yang berkata seperti itu, seharus nya aku yang bilang bahwa aku sangat mencintai mu Na, apa kau percaya pada ku." Nana mengangguk


Cup


"Tanpa kau bicara pun aku tahu pih, cintamu tulus, sangat tulus hingga membuat aku takut jika aku mengecewakan mu dan kau membenciku hingga meninggal kan ku." Ucap Nana terasa tercekat ketika mengucap kan kata mengecewakan.

__ADS_1


Lani mendekat sungguh ia tak tahan jika tak melahab bi.bir seksih Nana.


Cup


Eeeemmm


Mereka mengakhiri sesi pernyataan cinta dengan saling membelit Lid.ah, saling bertukar sa.liva, sungguh nikmat bahkan sampai membuat seorang Lani mengerang di sela sela cium.an nya.


"Bagaimana kalau malam ini kita bermain ke pasar malem?" Tawar Lani agar diri nya bisa mengontrol diri bukan apa apa, ia takut kalau milik Nana masih bengkak.


"Ada kah pih?" Tanya Nana girang membuat Lani tersenyum.


"Ada dong, mau ke sana?" Ajak Lani berusaha mengalih kan pembicaraan entah kenapa perasaan Lani tak enak dengan sikap Nana.


"Boleh pih, kapan kita ke sana pih, nanti malam aja yah." Rengek nya, sebab Lani memang tak pernah mengajak nya pergi jalan jalan alasan selalu sibuk dan sibuk.


"Boleh, asal nanti malam papi gempur lagi kamu harus siap, ingat 3 ronde."


"Hah."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2