AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
Ratusan


__ADS_3

Sesuai janji Lani mereka semua menginap di hotel dekat pantai memang masih di sekitaran ibu kota, namun Lani tetap melakukan nya, bagi nya ini seperti bulan madu.


"Papiiiiiiiii." Rengek Nana marah, bagaimana tak marah semenjak datang dan sampai di hotel mereka tak pernah keluar kamar, diri nya di kurung dan di gempur bahkan lutut Nana sampai bergetar sungguh melelah kan.


"Kenapa sayang, mau lagi hemm?" Ujar Lani dengan mengecup perut Nana yang memang sama sama sedang toples, berharap segera dapat keturunan dari perut wanita yang sangat ia cintai.


"Iiiz mau lagi, mau lagi, piii Nana tuh cape, tahu gini mending kita di apartemen aja, ini nama nya bukan jalan jalan, tapi cuma pindah kamar." Gerutu nya membelakangi Lani, geram? Sangat, namun tak kuasa menolak saat kenikmatan itu terus menerpa nya.


"Maaf Na, habis nya papi sangat sangat ketagihan Na, tubuh mu sangat nikmat sayang, rasa nya tak tahan untuk tak ku masuki." Nana menghela nafas nya, rasa nya geram, namun juga senang saat Lani lelaki yang kini menyandang status kekasih nya itu sangat menyukai tubuh nya, Nana tak menampik rasa senang itu, entah lah, rasa nya dia rela menahan perih setelah berhubungan asal Lani tak berpaling dari nya.


"Baik lah, biar nanti Nana jalan jalan sama temen temen aja." Sahut Nana, tak apa lah kalau sekarang ia ter kurung di sini, nanti ia bisa jalan jalan dengan para sahabat nya sepulang dari kampus, sedang Lani terkesiap mendengar ucapan Nana.


"Maaf kan papi Na, nanti kita keluar yah, kita jalan jalan di sekitar pantai ok, kalau mau apa apa bilang sama papi ok." Pinta Lani, diri nya sadar sudah terlalu egois menahan Nana di hotel hanya untuk kesenangan nya semata.


"Yah papi." Jawab Nana dengan lemas, tenaga nya seolah terkuras akibat permainan brutal papi.


"Naaa kamu mau apa sekarang?" Nana menggeleng sebagai hawaban, untuk saat ini diri nya hanya ingin tidur, hanya tidur dengan nyenyak tanpa di coblos saat diri nya terlelap.

__ADS_1


"Eeeemmm Pi bisa kan Nana tidur dengan nyenyak dulu, sebelum nanti kita jalan jalan menyusuri pantai melihat matahari terbenam." Pinta Nana memelas,


"Iya sayang, tidur lah dengan nyenyak, papi di sini menjaga mu cup." Nana tersenyum mendapat kecupan di kening rasa yang sangat nyaman ia rasakan, mata nya terpejam mengistirahat kan seluruh tubuh nya.


Sedang Lani mengelus kepala Nana hingga ia betul betul terlelap, Lani berjalan menuju jendela menatap pemandangan hamparan air laut yang sangat indah, cuaca siang ini sedikit mendung, ia berharap nanti malam dia akan sukses membuat kejutan untuk Nana.


Dreeet dreet.


Lani mendekat pada meja nakas sebelah ranjang tempat ia menaruh ponsel nya juga ponsel Nana.


Lani menghela nafas nya saat melihat big boss nya yang menghubungi nya, ada apa ini, apa soal pekerjaan.


"Lo serius minta cuti tiga hari." Lani menjauhkan ponsel nya dari telinga nya saat mendengar sentakan dari Lintang.


"Iya." Jawaban singkat itu nampak nya membuat Lintang bertambah geram.


"Lo nggak bisa dong cuti dadakan gini, apa lagi kita sedang pegang proyek besar." Decak Lintang.

__ADS_1


"Kali ini aja Tang, gue mohon, kali ini gue mau raih kebahagiaan gue, soal pekerjaan, gue rasa bisa gue tunda sebentar." Pinta Lani sembari menatap Nana yang sedang terlelap dengan pulas, rasa nya Lani sungguh ingin lebih mengutamakan Nana untuk saat ini dan seterus nya.


"Emang lo lagi ngapain?" Suara Lintang terdengar lebih melembut, soal kebahagian yang Lani maksud pasti soal perempuan dan Lintang menerima itu dengan baik sebab dia tahu bagaimana terpuruk nya sahabat nya ini saat di hianati mantan tunangan nya. Dan kini ia mendengar ada wanita lain di hati nya jelas saja membuat sahabat serta big boss Lani itu senang bukan main, ia berharap kali ini Lani betul betul menjatuh kan hati nya pada wanita baik baik bukan seperti Veny.


"Gue lagi bulan madu." Sahut Lani terkekeh sembari menyugar rambut nya kebelakang seolah diri nya sedang sangat segar bugar.


"Iiizz terserah lo lah, tapi gue harap setelah masa cuti lo selesai lo bisa kembali fokus dengan proyek kita, sementara Robi yang pegang dulu sampai lo kembali ke perusahaan." Lani tersenyum, memang diri nya tahu Lintang tak sejahat itu dengan nya.


"Makasih Tang." Bisik Lani.


"Eh tapi ngomong ngomong lo udah berapa ronde? Puluhan?" Pertanyaan Lintang membuat Lani menganga sahabat yang dulu polos kini menunjukan sikap bar bar semenjak kenal dengan yang nama nya sapi betina.


"Ratusan,"


"Gila."


Hahhahahaha

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2