AKIBAT SALAH SUMPAH

AKIBAT SALAH SUMPAH
Aneh


__ADS_3

Eennggg


Mata Nana terbuka diri nya tersentak saat melihat ada tangan melingkar di perut nya.


Saat berbalik senyum Nana terukir melihat ada papi di sebelah nya.


Cup


"Papi pulang jam berapa hemm." Gumam Nana, dia turun dari ranjang dengan hati hati, dia yang melihat baju Lani tergeletak pun segera mengemasi dan membawanya ke keranjang kotor namun diri nya tertegun saat melihat baju yang semalam Lani kenakan.


Batik?


Entah lah, pikiran Nana bercabang dia ingat kemarin oma Las bilang akan mengadakan pertunangan untuk Lani dan Flo.


"Papi." Gumam Nana mata nya berkaca kaca melihat Lani diri nya memberanikan diri untuk mendekat pada Lani dan melihat akan kah ada cincin yang melingkar di jari manis Lani di sana.


Kosong.


Huh.


Nana menghela nafas nya, ia harap pertunangan itu tak terjadi.


"Na." Panggil Lani saat mata nya terbuka melihat Nana duduk di samping nya namun yang membuat kening nya berkerut melihat raut wajah Nana yang masam dan jangan lupakan mata nya yang berkaca kaca.


"Hei ada apa?" Lani menangkup pipi Nana ketika tangis Nana justru semakin pecah.

__ADS_1


"Papi huuuuuaaa." Jelas saja Lani semakin bingung.


"Sayang ada apa?" Masih tak mau menyerah Lani mengutarakan pertanyaan terlebih Nana semakin menangis saja.


"Papiiiiii Nana nggak mau kehilangan papi, hiks hiks hiks, Nana takut papi pergi dengan wanita lain." Ujar Nana sesenggukan.


"Tidak sayang, papi tidak akan meninggal kan mu ok." Lani memeluk Nana erat diri nya bertekad akan segera memberikan sebuah hubungan yang jelas untuk Nana terlepas dari restu mamah nya, iya atau tidak Lani sungguh tak peduli, yang Lani fikir kan hanya untuk agar Nana menjadi milik nya.


"Kita mandi hemmm." Ajak Lani dengan semangat menggendong Nana menuju kamar mandi dan melakukan ritual pagi yang membuat Lani candu.


Rasa nya Nana ingin tidur kembali setelah meladeni keganasan Lani.


"Sayang kamu ngampus kan?" Lani terkekeh saat melihat wajah lelah Nana yang sedang mengangguk lemas.


"Kita berangkat bersama ok." Lani terlebih dahulu menuju dapur untuk menyiap kan sarapan.


"Kenapa Na?" Tanya Lani khawatir saat melihat Nana menjauh dengan mimik wajah yang pias.


"Huh huh huh, nggak enak piiih, Nana nggak mau makan itu." Adu nya merengek membuat Lani heran.


"Kenapa sayang, kamu nggak suka, biasa nya kamu suka masakan papi." Tanya Lani sembari memeluk Nana yang sedang lemas.


"Pii Nana tunggu di mobil yah, Nana nggak mau di sini, bau bumbu." Ucap Nana sambil berlalu pergi dari apartemen meninggal kan Lani yang sedang menganga diri nya di tinggal begitu saja.


"Ya ampun, kamu kenapa sih Na, aneh banget." Keluh Lani yang terpaksa juga ikut ke keluar rumah, namun sebelum itu Lani menaruh makanan nya di wadah yang tertutup rapat, ia akan bawa ke kantor saja, dan Lani juga membuang sisa makanan, menyemprot ruangan agar bau yang Nana tak suka cepat cepat menghilang.

__ADS_1


.


.


.


.


Siang hari saat jam makan siang, di kampus Nana Bimo dan Bela sedang berada di kantin, jangan tanya Feri dia sedang ada kelas karna jurusan mereka berbeda beda.


"Na mau pesen apa?" Tanya Bela, Nana nampak sedang berfikir.


"Mie ayam pake kuah soto." Ucap Nana girang.


"Apa!" Pekik Bela dan Bimo bersamaan.


"Kenapa?" Mata Nana berkaca kaca, pekikan Bimo dan Bela sungguh membuat nya kaget bukan main, diri nya merasa mereka berdua sedang membentak nya.


"Harus nya kita yang tanya kenapa? eh lo kira kira masa pesen mie ayam pake kuah soto, lo nggak sekalian pesen soto pake kuah mie ayam." Gerutu Bela.


"Gue pengin mie ayam kuah soto, ayolah Bel yah yah yah." Pinta Nana memelas, merengek layak nya seorang anak yang sedang meminta jajan pada mamah nya, sungguh membuat Bela terkejut, dia juga menghela nafas beberapa kali.


"Turutin aja Bel kali aja lagi ngidam gue sekalian yah." Cletuk Bimo membuat Nana terdiam memikir kan kata ngidam? Apakah benar diri nya sedang hamil.


Hamil.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2