Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 12: Sumber dari Bencana


__ADS_3

[TP POV]


Melihat semua penumpang kereta telah diselamatkan, jiwa Azlea segera terbang menuju luar angkasa untuk mencari tahu apa penyebab gempa bumi yang baru saja terjadi. Di perjalannya Azlea mendengar jeritan jutaan manusia yang tengah menghadapi musibah besar.


Setelah gempa yang begitu dahsyat, garis pantai mulai surut dengan cepat seolah seseorang menarik tirai air menuju laut lepas. Melihat itu semua orang di pantai sadar akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka semua segera melarikan diri menjauh dari pantai. Satu jam berikutnya gelombang tsunami setinggi 600 metermenghantam seluruh daratan, menyapu bersih seisi kota.


Perasaan Azlea begitu tertekan Saat ini, dia takut jika dirinyalah yang menyebabkan bencana besar ini terjadi. ‘Mungkinkah kebocoran energi Mana yang tadi pagi adalah penyebab bencana ini?.’ Pertanyaan itu terus terus mengusik pikirannya. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan jika memang dialah penyebab semua ini. Entah berapa nyawa menjadi korban akibat bencana yang masih terjadi. Yang pasti dia tidak akan sanggup menanggung beban rasa bersalah yang akan menghantuinya.


“Tidak seperti orang-orang yang aku bunuh di kehidupanku sebelumnya, mereka tidak mengenalku, kami tidak memiliki masalah satu sama lain. Jika membunuh mereka tanpa alasan, aku tidak tahu bagaimana untuk membayar seluruh dosa itu.”

__ADS_1


Jiwa Azlea mencapai luar angkasa, saat dia menatap bumi sudah terselimuti kabut biru, energi Mana telah tersebar sepenuhnya di atmosfer planet. Setelah itu pun dia menyadari jika bukan kota di kaki gunung saja yang tengah di guncang gempa dan di sapu tsunami, tapi seluruh dunia mengalami hal yang sama.


Melihat itu Azlea yakin bencana yang sedang terjadi bukanlah karena ulahnya. “Bocoran energi Mana yang terjadi pagi tadi tidak akan cukup untuk mengguncang seluruh dunia, lalu apa yang membuat semua ini terjadi?.”


Memutari bumi, Azlea dengan cepat menemukan sumber gempa yang berasal dari lubang dimensi. Tingkat endapan energi mana yang terkumpul di daerah sekitar lubang Dimensi membuat tanah berevolusi. Menggerakkan lempengan bumi, gunung setinggi ribuan meter tercipta dalam hitungan menit, hutan belantara tercipta di gurun pasir dan masih banyak hal diluar imajinasi manusia dengan cepat tumbuh merubah peta dunia.


“Jadi ini yang diinginkan dewa dunia ini?.” Berdiri di atas selat Sunda, Azlea menatap sebuah gunung berapi setinggi hampir dua kilometer dari permukaan laut. Anak Krakatau dengan cepat tumbuh melebihi pendahulunya akibat radiasi energi Mana, puluhan gunung berapi aktif lainnya pun tersebar di sekitar anak Krakatau. Daratan yang terangkat dan lelehan lava membuat pulau Sumatra dan Jawa hampir bersatu.


Wanita itu sana sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh para dewa. Azlea hanya melihat mereka seperti anak kecil yang sedang memegang senjata api, sangat berbahaya bisa membunuh siapapun tanpa mengetahui konsekuensi dari tindakan yang telah mereka buat. “Aku ingin tahu perasaan mereka setelah melihat ratusan juta nyawa manusia menjadi korban hari ini.”. Tidak ada yang bisa Azlea lakukan, jika itu adalah kehendak dari dewa.

__ADS_1


“Dewa bukanlah entitas yang dapat dengan gampang kau tendangan pan_tat_nya, bahkan kau bunuh dengan alasan balas dendam atau merubah takdir. Semua itu hanyalah omong kosong dalam novel klise.” Jiwa Azlea melayang menuju gunung dimana tubuh aslinya berada.


“Dewa entitas tertinggi, walaupun seseorang bisa membunuh mereka tapi seperti Athena para dewa akan kembali dibangkitkan.” Tatapan Azlea tertuju pada kota di bawah kaki gunung yang terendam air laut, perlahan air laut mulai surut menarik beragam hal menuju laut, termasuk ratusan ribu mayat manusia.


“Mencari masalah dengan para dewa sekarang sama saja mencari mati.” Kembali masuk kedalam tubuh Mandragora King. Azlea berusaha membunuh perasaannya untuk tidak peduli pada jeritan manusia yang meminta bantuan.


Dia menyadari apa yang akan datang besok mungkin lebih berbahaya dari bencana yang terjadi hari ini. “Aku harus lebih kuat, lebih kuat untuk menghadapi gelombang kedua!.” Azlea kembali bermeditasi menyerap energi Mana sebanyak yang biasa dia dapatkan. Kemudian saat malam tiba, Azlea merasakan rasa sakit luar biasa itu kembali.


__ADS_1


***


To be Continue.


__ADS_2