Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 35: Ketua Asosiasi Hunter


__ADS_3

Terjadi keributan di dalam gedung asosiasi Hunter ketika seorang pria bersama anggota party tidak puas dengan harga item yang ditawarkan oleh resepsionis.


“Cuman 2 keping emas setiap ekor Serigala?, Kau ingin merampok kami hah!.” pemimpin party meneriaki gadis resepsionis yang satu matanya memancarkan cahaya merah.


Saras nama resepsionis itu, dia terlihat tenang walaupun pria yang meneriakinya seperti seorang preman yang tidak akan segan bertindak kasar.


“Apa yang membuat tuan Hunter tidak puas dengan harga yang kamu tawarkan?.” Dengan penuh senyuman Saras bertanya. Tindakan gadis itu membuat lawannya terdiam sesaat namun segera kembali marah.


“Jelas kami tidak puas dengan harga yang begitu rendah. Kami telah mempertaruhkan nyawa kami untuk memburu serigala-serigala ini. Bukan hanya untuk dijual tapi juga demi keamanan masyarakat.” Suara pemimpin party sengaja diperkeras agar setiap orang mendengar dan simpati padanya.


“Tapi apa yang kalian berikan pada pejuang seperti kami hah!. Kalian justru memanfaatkan usaha suci kami dengan memberikan harga dibawah standar.” Dibantu dengan rekan-rekan, kelompok itu sangat pandai menarik perhatian hingga terjadi keributan di lobi gedung asosiasi.


“Benar apa yang salah dengan harga material di cabang asosiasi Hunter kota ini, kenapa semuanya jadi begitu murah?.”


“Aku bisa menjual herbal di kota lain dengan harga lebih mahal, kenapa di kota ini cuma satu keping emas?.”


“Jangan memeras kami para Hunter!.”


Melihat beberapa Hunter yang mulai mendukung mereka, membuat pemimpin party merasa di atas awan. “Hehehe… lebih baik kau membayar semua serigala ini dengan harga biasa, tidak tapi dua kali lipat. Jika tidak maka akan aku tidak akan bertanggung jawab dengan apa yang bisa terjadi berikutnya.” dengan jelas pria itu memberikan ancaman pada Saras.


“Itu mustahil!.” jawaban singkat yang membuat seluruh lobi kembali sunyi. Dengan wajah yang masih menunjukkan senyum namun aura intimidasi yang begitu kuat terpancar dari gadis itu.


“Kami telah melakukan perhitungan dengan tepat, misalnya akibat pemakaian sihir api yang tentu mempengaruhi kualitas kulit serigala, lalu banyak sayatan dan lubang. Aku sendiri tidak yakin apakah pihak penyamak kulit akan merima material dengan kualitas seburuk ini. Lalu penggunaan racun, kau tidak bisa menjual daging beracun untuk di konsumsi, bukan?.”


Saras menunjukkan satu persatu alasan kenapa mayat serigala yang dibawa oleh party itu dihargai begitu murah. Namun bukannya sadar pria yang merupakan pemimpin party itu justru semakin marah karena merasa tersinggung, dia bahkan mengancam dengan pistolnya.


Semua orang di lobby terperanjat kaget melihat tindakan pria itu yang berani mengangkat senjata di dalam gedung asosiasi Hunter.


“Tck, muncul lagi orang idiot lain. Bisa-bisa kota ini lama kelamaan akan dipenuhi para pelawak seperti dia.”

__ADS_1


“Satu lagi bocah sok keras hanya karena mendapat kekutan dari sistem.”


“Aku bertaruh dia akan pingsan hanya dengan satu pukulan.”


Melihat Saras tengah di todong pistol membuat para Hunter yang berasal dari kota Jahe mencibir tindakan pemimpin party.


“Apa ini perampokan?.” Tanya Saras dengan wajah datar pada pria yang menodongnya. Sikap Saras membuat pemimpin party semakin marah hingga dia pun menekan pelatuk.


Bunyi tembakan terdengar, satu peluru melesat menuju kepala gadis itu, namun dengan mudah dihindari dengan mengeringkan kepala. Pria yang menembak begitu terkejut melihat targetnya begitu mudah menghindar dari serangannya. Namun dia kembali sadar dan mengaggap itu hanya sebuah kebetulan.


“Dengan terang-terangan melakukan penyerangan yang dapat mengakibatkan Kematian di dalam asosiasi Hunter. Mulai saat ini izin sebagai seorang Hunter anda akan di cabut.”


“Hah! Apa kau bilang? Kau pikir aku peduli dengan permainan Hunter-hunteran ini?. Aku bisa berburu dan menjual material di manapun yang aku inginkan.” si pria dan seluruh anggota partainya tanpa rasa takut menertawakan asosiasi Hunter.


“Kalau begitu memang tidak ada masalah untuk pemecatan seluruh anggota party anda. Namun tindakan kriminal karena mencoba membunuh masih harus di proses.”


“Merepotkan saja. Setiap hari ada saja orang-orang bodoh seperti mereka membuat masalah.”


Seluruh anggota party diam dalam keterkejutan saat melihat pemimpin mereka dikalahkan dalam satu pukulan. Mereka mengaggap seorang resepsionis di asosiasi Hunter hanyalah gadis biasa, mereka tidak jika semua karyawan asosiasi telah mendapatkan pelatihan khusus dari pemimpin asosiasi Hunter itu sendiri.


“Dua minggu tempat ini aku tinggal tapi sedikitpun tidak ada perubahan.” Suara seorang wanita membuat seluruh perhatian terarah pada pintu masuk gedung asosiasi.


“Master!. Selamat datang kembali.” Saras menyambut kedatangan Master asosiasi Hunter dengan senyum cerah. Kedatangan Azlea membuat seisi asosiasi Hunter mengalami kehebohan, seluruh karyawan merasa bahagia tapi tidak lama kemudian mereka menghujani Azlea dengan kemarahan.


“Kenapa master melakukan ini pada kami. Tiba-tiba meminta cuti saat keadaan asosiasi sedang dalam situasi berkembang.” di dalam kantor Ketua asosiasi Hunter, Saras memarahi Azlea.


“Ya mau bagaimana lagi, jika aku tidak segera menenangkan kemarahan penjaga gunung maka bisa terjadi masalah besar nanti.” Dengan tenang Azlea menikmati tehnya. Sedangkan Saras berpikir keras dengan perkataan gurunya.


“Jika penjaga gunung keramat tidak ingin siapapun menaiki pulau terapung, kenapa kita tidak membuat peraturan untuk melarang siapapun memasuki gunung seperti sebelum outbreak terjadi?.”

__ADS_1


“Jika kita melakukan itu orang-orang akan menganggap asosiasi melakukan monopoli pada gunung Keramat.”


Saras menyadari benar alasan Azlea yang mengatakan jika kemunculan labirin adalah ide darinya untuk menjauhi para manusia dari pulau terapung.


“Master anda benar-benar jenius, tidak salah penjaga gunung menjadikan anda sebagai utusannya.” Saras begitu kagum dengan kecerdikan Azlea, dia mengaggap orang yang telah mengajarinya berbagai hal setelah outbreak melebihi manusia biasa.


“Ma… itu menang seharusnya aku lakukan, jika tidak mungkin penjaga gunung akan menyerang kota ini.” Azlea agak merasa risih saat ditatap dengan mata penuh penghormatan oleh Saras dikarenakan hati kecilnya merasa bersalah karena membohongi gadis polos itu.


Selain sang penyihir (the Witch) Azlea juga memiliki julukan lain yaitu utusan dewa gunung, dikarenakan penjaga gunung selalu berkomunikasi lewat wanita itu. Yang sebenarnya dewa gunung adalah Azlea itu sendiri.


“Jadi apa yang terjadi setelah kepergian ku?.” Mengalihkan topik pembicaraan, Azlea menanyakan keadaan kota. Saras mengawali laporannya dengan hembusan nafas berat menandakan jika dia Minggu terakhir adalah masa yang menyulitkan.


“Nona April saat ini tengah melakukan misi untuk mengalahkan monster tingkat Bos di kota Bawang, sementara tuan Riki dan Emily melakukan misi yang sama di kota Berry.”


[Note: Saat menggunakan nama asli sebuah kota atau negara author takut ada kesalahan yang menyinggung. Jadi terpaksa author menyamarkan nama kota dengan bumbu dapur dan buah.]


“Dua orang petinggi meninggalkan kota saat aku pergi?, Aku terkejut tidak ada kerusuhan yang terjadi.”


“Ini berkat Kolonel Hesti yang bertindak tegas. Anda tidak akan percaya berapa banyak perusuh yang di tangkap, bahkan sampai saat ini sudah ada 5 orang yang digantung.”


Mengetahui tiga entitas terkuat di kota Jahe telah meninggalkan tempat mereka, membuat orang-orang yang selalu diawasi merasa mendapatkan kebebasan.


Beberapa kali terjadi kerusuhan yang disebabkan oleh kelompok yang ingin membangun kekuasaan di kota. Tapi beruntung Hesti dan pasukannya mampu meredam tindakan konyol manusia bar-bar tersebut.


“Lalu yang terakhir tentu asosiasi….” perkataan Saras terhenti saat mendengar keributan di dalam gedung. “Baru juga mau dibicarakan mereka sudah datang.” Raut wajah Saras berubah masam membuat Azlea berpikir jika masalah yang dialami asosiasi Hunter cukup merepotkan untuk gadis itu.


***


To be Continue.

__ADS_1


__ADS_2