
“Jadi kalian masih tidak ingin pergi?.” tanya Azlea pada kelompok Daniel.
“Mana mungkin kami pergi setelah kau mempermalukan kami seperti ini!.” Daniel kesal karena senjata mutakhir yang dia ciptakan hanya dianggap mainan oleh wanita di depannya.
‘Bagaimana wanita sialan ini mampu menetralisir kekuatan laser beam?, Dan bagaimana ruangan ini tiba-tiba penuh bunga seperti ruangan kaca.’
Daniel yang merupakan seorang ilmuwan sangat tidak mempercayai adanya sihir, dia selalu memandang segala hal dalam sudut pandang ilmiah.
‘Pasti ada teknik rahasia yang dia gunakan. Sebuah teknik pengolahan energi Mana yang tidak dia sebarkan pada orang lain.’ Memikirkan jika Azlea masih belum memperlihatkan semua pengetahuannya membuat Daniel merasa kesal.
“Kenapa dia?.” Azlea bertanya pada Saras tentang Daniel yang menatap dengan marah sambil mengeratkan gigi, suara Geraman seperti anjing terdengar dari mulut pria itu.
“Entah, dia sembelit mungkin.” jawab Saras saat dia menguap. Berhadapan dengan orang-orang seper Daniel membuatnya mengantuk.
Brak! Tiba-tiba Daniel menggebrak meja membuat kedua perempuan terkejut.
“Kau menganggap seluruh teknologi buatan manusia tidak lebih baik dari kekuatan sistem yang berasal dari iblis bukan!.” Daniel merasa terhina, dia tidak terima teknologi buatannya tidak sebanding dengan kekuatan dari sistem.
“Kenapa tiba-tiba kau membandingkan senjata buatan mu dengan sistem?.”
“Berisik sialan!. Aku menantang mu bertarung untuk melihat kekuatan siap untuk lebih baik, teknologi buatan manusia atau sistem dari iblis.”
“Heeeee…..”
Azlea sadar apapun yang dia katakan tidak akan merubah keputusan Daniel. Jika Azlea menolak ajakan duel ini entah apa yang akan pria gila teknologi itu katakan pada dunia.
***
Kota terbengkalai tempat para Hunter pemula berburu monster lemah. Ratusan orang berdatangan, mereka bukan para Hunter yang ingin berburu melainkan wartawan yang ingin meliput pertarungan ku dengan Daniel.
Tiba-tiba saja semuanya menjadi begitu heboh. Entah karena ingin membuktikan mana yang lebih baik teknologi atau sihir, Daniel sampai mengundang banyak media massa untuk meliput pertandingan ini.
__ADS_1
“Dia hanya ingin pamer.” Saras menatap Daniel dengan jijik. Saat ini Pria itu sedang melakukan interview dengan para wartawan. Perkataan Daniel dengan jelas memojokkan para penyihir dan orang-orang yang memanfaatkan kekuatan sistem.
Hal itu tentu membuat beragam reaksi dari para Hunter yang ikut datang ke tempat ini untuk menonton.
“Biar aku tebak, aku tidak bisa memintamu untuk menggantikan aku pada pertandingan tidak berguna ini bukan?.” Jika bisa aku ingin lari dari pertandingan ini.
“Bukankah itu sudah jelas. Lihat di Tumiter sudah banyak postingan para fans master yang mendukung, mereka ingin melihat sang penyihir bertarung.” Saras menunjukkan layar smartphone miliknya memperlihatkan kehebohan internet tentang pertarungan ini.
Aku hanya bisa menghela nafas berat. Melihat itu Saras bertanya kenapa aku begitu terbebani dengan pertarungan mudah ini.
“Aku hanya tidak terbiasa dengan tatapan para kameraman yang terus mengarahkan kamera ke dadaku.” tatapanku tertuju pada beberapa kameraman yang mengarahkan kamera dengan wajah mesum mereka.
“Kuh, Dasar para ba_bi biadab itu!.” Saras dengan kesal menghajar satu persatu kameraman mesum.
“Bwahahaha…. Apa yang kau lakukan nona Leah, kenapa tubuhmu bergetar, apa kau takut jika kelemahan kekuatan sihir yang kau agungkan itu terekspos pada dunia?.”
“Setelah berkoar-koar di depan wartawan, kau ingin memprovokasi ku?.” aku membalas tanpa sedikitpun menoleh ke arah Daniel.
“Bahahaha… kau begitu sensitif nona Leah, itu menyiratkan jika kau menang tengah panik bukan?.” Aku sangat tidak suka dengan cara orang ini tertawa.
“Jadi kenapa kau memilih tempat ini?,” tatapanku tertuju pada sekitar yang dipenuhi gedung-gedung terbengkalai. Banyak drone dan helikopter-helikopter dari setasiun televisi berterbangan di udara.
Daniel terbentuk-batuk saat aku kembali mengingatkan insiden yang cukup memalukan bagi Daniel. Perusahaan IRONice bulan lalu meluncur sebuah tentara robot raksasa. Terlihat jelas mereka ingin menciptakan sebuah karakter fiksi dari film robot terkenal kedalam dunia nyata.
Namun bukan sebuah robot canggih pembunuh yang menjadi karakter antagonis dalam film tersebut, melainkan sebuah lelucon buruk yang mereka ciptakan. Robot besar itu tidak dapat melakukan apapun selain berdiri diam dan meledakkan diri.
“Ha..ha..ha…” Daniel tertawa canggung. “Anda pandai membully orang lain nona leah.”
“Seolah kau sendiri tidak melakukannya saat di wawancarai.”
Semakin lama semakin banyak orang berdatangan, mereka tidak sabar melihat pertandingan kami. Namun dengan alasan kekurangan energi akibat serangan yang dua lakukan sebelumnya Daniel mengajukan perwakilan perusahaan IRONice yang akan bertarung denganku.
Tiga puluh menit berlalu, dari kejauhan Ku bisa melihat pesawat jet dengan lambang perusahaan IRONice terbang menuju ke mari. “Itu dia! Akhirnya dua datang!.” Danie berteriak keras sambil menunjuk langit, membuat semua orang menatap di mana pesawat jet berada.
Pesawat jet melintas di langit kota lalu menjatuhkan sesuatu. Benda yang terlihat seperti kapsul jatuh ke tengah kota terbengkalai, semua perhatian pun tertuju padanya.
“Air drop tanpa parasut?. aku harap apapun yang ada di dalam kapsul itu tidak berakhir menjadi krim kocok.” aku berkomentar setelah melihat benda itu terkubur di dalam tanah akibat dijatuhkan dari langit.
***
__ADS_1
Pintu kapsul terbuka, udara dingin merebak keluar dari dalam kapsul. Semua orang tercepat melihat dari dalam kapsul terdapat seorang pemuda tampan dengan rambut blonde tengah tertidur. Perlahan mata pemuda itu terbuka memperlihatkan sorot mata yang tidak manusiawi, hitam dengan iris keemasan bagaikan lensa kamera.
Perlahan pemuda itu keluar dari kapsul, Beberapa kabel yang tersambung dengan tubuhnya terlepas. Berdiri dengan gagah ditengah kota yang ditinggalkan. Seluruh perhatian kamera, wartawan, Hunter hingga warga biasa tertuju padanya.
“Lihatlah kekuatan yang diciptakan dari teknologi umat manusia!.” Daniel berbicara dengan begitu bersemangat, “Prajurit sempurna yang berhasil aku ciptakan, G.I Nos mark 7.”
Uwoooo! Semua orang ikut bersemangat.
“Robot humanoid?.” Saras masih tidak terlihat tertarik dengan kemunculan lawan.
“Tidak, itu adalah cyborg. Aku bisa melihat mereka menang otak manusia dalam kerangka mesin itu.” Mendengar perkataanku membuat semua orang terkejut, spekulasi aneh terhadap IRONice pun mulai menyebar.
“Hahaha… seperti yang diharapkan dari sang penyihir. Benar itu menang cyborg dengan otak dari seorang prajurit yang mengalami kelumpuhan saat berusaha melindungi warga ketika outbreak enam bulan lalu.” Daniel mulai menceritakan cerita sedih yang kebenarannya bisa dipertanyakan.
Sementara aku sendiri kembali mengidentifikasi cyborg bernama G.I Nos mark 7 tersebut.
“Akan merepotkan memang.” gumam ku.
“Heh! Ini untuk pertama kalinya master berkata seperti itu saat berhadapan dengan lawannya. Apa robot itu menang begitu kuat?.” Saras penasaran dengan kekuatan dari cyborg.
“Benar, banyak rune sihir dan lapisan mithril membuatnya setara dengan monster tingkat bos.” Mengabaikan Saras yang terkejut dengan penilaian dariku. aku segera mempersiapkan apapun untuk pertarungan.
Mengambil tongkat kayu yang merupakan senjata andalanku, aku melayang menuju tengah kota. Jarak kami berdua sekitar sepuluh meter, G.i nose menatapku dengan penuh ancaman.
“Sekarang bagaimana kita memulainya?.”
Wuuusss
“Eh!.”
Dalam sekejap pemuda robot itu berada di depanku. Pergerakannya begitu cepat, jarak yang sangat dekat membuatku tidak dapat menghindar dari pukulannya.
Braaak!
“Ghaaak!.” Satu pukulan menghantam perutku, tubuhku terpental jauh menghemat bangunan terbengkalai. “Ugh, hampir saja aku memuntahkan sarapanku.” Terasa menyakitkan, lebih kuat dari yang aku bayangkan. Sama sekali aku tidak mengira mereka bisa menciptakan cyborg seperti itu hanya dalam beberapa bulan.
“Ada sesuatu yang aneh.”
***
__ADS_1
To Be Continue.