
Sudah setengah tahun aku tinggal di dunia ini, berbaur dengan manusia yang mencoba membangun kembali peradaban mereka setelah outbreak.
Terasa sangat menyenangkan saat mengenal berbagai jenis orang dan mendapatkan teman, hingga rasa khawatir pada entitas kuat seperti Champions menghilang dalam pikiranku.
Namun semua kesenangan itu pudar saat sistem Notifikasi memberiku undangan.
[Kepada Champions yang terhormat, waktu yang telah ditentukan telah tiba. Enam bulan telah berlalu sejak sistem diterapkan pada dunia ini, Pribumi (manusia) telah menyesuaikan diri dengan sistem baru dan terus berkembang. Kini saatnya dunia mendapatkan pemimpinnya. Champions yang telah direstui oleh dewa adalah entitas yang akan memperebutkan kursi kepemimpinan dunia ini]
Tertulis jelas pada layar notifikasi jika kehadiran Champions di dunia ini adalah sebagai calon untuk menjadi dewa di dunia ini.
Satu pertanyaan yang selama enam bulan menggangguku telah terjawab, tapi pertanyaannya lainnya muncul. Bagaimana cara untuk menjadi dewa, apakah akan diadakan pertandingan antar Champions seperti battle royal dimana kami akan bertarung satu sama lain hingga menyisakan satu pemenang?.
Sistem tidak menjawab pertanyaan itu, namun dia justru memberikan informasi lainnya.
[Satu Minggu dari sekarang akan diadakan pertemuan pertama para Champions. Mohon mempersiapkan diri anda]
“Satu minggu!.”
Itu terlalu awal, entah apa yang akan Champions lain pikirkan jika melihat keadaanku sekarang. Karena terlalu asik hidup ditengah manusia, aku melupakan pelatihan untuk meningkatkan kekuatan. Enam bulan berlalu tapi aku belum melakukan evolusi ketiga yang seharusnya bisa dilakukan setelah aku mencapai level 25.
Saat ini aku berada di level 23 hanya tersisa dua level untuk melakukan evolusi, seharusnya waktu satu Minggu sudah cukup untukku. Tapi jika pun seandainya berhasil melalui evolusi aku tidak tahu apakah tindakan itu membuatku setara dengan Champions lainnya.
Waktu terasa begitu cepat berlalu, sudah aku duga jika melakukannya secara sungguh-sungguh pasti aku bisa menjadi kuat dalam sekejap mata. Hanya memerlukan waktu 2 hari untukku naik ke level 25 setelah dengan tegas meminta pada semua Skyweed yang bekerja membuat labirin dialihkan untuk berburu.
Di evolusi ketiga, kali ini aku memilih untuk menjadi Forest Runner dikarenakan penambahan stat Agility yang membuat kecepatan ku naik drastis.
Tapi alasan sebenarnya aku memilih Forest Runner adalah wujud dari makhluk setinggi satu meter itu yang begitu imut. Aku tidak ingin dipandang sebagai rumput laut yang sedang jemur oleh Champions lain.
Menghabiskan waktu satu Minggu penuh untuk berburu menaikkan level, aku tidak peduli dengan para manusia yang mulai mencari keberadaan ku.
Di tengah para manusia aku merupakan orang dengan pengaruh cukup besar karena pengetahuan yang aku sebarkan tentang teknologi. Sebelumnya aku sudah mengatakan jika akan fokus berburu pada April dan yang lainnya.
Dengan alasan memperdalam kemampuan engineering saat naik level, teman-temanku pun mengijinkan aku beristirahat selama dua minggu untuk menaikkan level.
Satu Minggu berlalu, setelah berevolusi menjadi Forest Runner aku berhasil mencapai level 10, ini untuk pertama kalinya aku sadar jika setiap kali berhasil melakukan evolusi maka level ku akan dikembalikan ke awal. Sangat merepotkan, entah apa yang akan Champions lain katakan jika melihatku memiliki level yang tidak seberapa.
***
Aku tiba di tengah aula dengan ribuan makhluk aneh beragam ras, mereka seperti manusia yang sedang melakukan pesta Helloween. “Syukurlah bukan hanya aku yang terlihat lemah di sini.”
Setelah melihat para Champions lain aku merasa lega karena banyak diantara mereka mengambil bentuk monster tingkat rendah misalnya skeleton dengan jubah penyihir, apa itu skeleton Mage?, Lalu kelinci yang berjalan dengan dua kaki, aku berpikir dia sebuah boneka saat pertama kali lihat.
Mereka semu menatapku penuh selidik, aku yakin semua orang sedang mengukur kekuatanku. “Oy kau bocah, menyingkir dari lingkaran teleportasi agar yang lain bisa datang!.” Tiba-tiba seorang manusia ikan memarahiku. Menyadarkan kesalahanku, aku segera menyingkir dari lingkaran teleportasi.
Para Champions terus berdatangan dengan wujud aneh mereka. Semua baik-baik saja hingga datang sesosok iblis dengan api yang membakar seluruh tubuhnya. Bersamaan dengan kedatangan iblis muncul juga sosok wanita dengan enam sayap di punggung dan lingkaran bercahaya di kepala, dia terlihat seperti seorang malaikat.
Aura kedua makhluk itu lebih besar dari yang lain membuat para Champions terlihat meringkuk ketakutan. Iblis dan malaikat itu merupakan puncak dari kekuatan, jika aku diminta untuk melawan keduanya maka tidak ada pilihan lain selain menyerah. Mungkin butuh waktu sepuluh tahun untuk mampu bersaing dengan keduanya.
__ADS_1
“Gawat, aku tidak memiliki ide untuk bersaing dengan mereka.”
“Apa-apaan kenapa mereka menjadi sekuat itu saat dunia ini bahkan baru enam bulan diberikan sistem?.”
“Itu pasti berkaitan dengan dewa yang memberikan mereka berkah.”
Champions di sekitarku mulai membicarakan sosok iblis dan malaikat. Aku terus memperhatikan dari kejauhan, iblis dan malaikat sepertinya tidak memiliki hubungan baik, apa mereka saling kenal?. Dengan cepat keduanya memiliki banyak pengikut Champions lain, sementara aku hanya kebingungan berdiri diantara dua kelompok itu.
‘Apa hanya aku di sini yang merupakan seorang newbie?.’ Pikirku.
Aku kesulitan untuk memilih sisi mana yang akan aku masuki. Pada akhirnya aku tidak memilih sisi manapun dan bergabung dengan mereka yang memilih untuk menyendiri. Lagi pula dari puluhan ribu Champions yang hadir hanya 20% diantara mereka memilih untuk berkelompok.
Memilih dewa penjaga dunia?. Ini justru terlihat seperti mengadu domba para Champions hanya untuk hiburan para dewa. Aku langsung kehilangan minat setelah melihat kemunculan para juri yang tidak lain adalah dewa itu sendiri.
Mereka tersenyum pada para Champions, senyum yang sama seperti para dewa di dunia ku sebelumnya. Mereka tidak berbeda dengan para manusia penuh keserakahan. Aku tidak ingin terlibat dengan mereka, yang aku inginkan hanyalah hidup damai bersama dengan teman-temanku.
Namun aku sadar itu akan sulit dengan para Champions gila yang menginginkan kejayaan dengan menjadi dewa. Akan lebih baik jika aku bergabung dengan salah satu kelompok teratas entah itu kelompok si iblis atau malaikat, tapi melihat jika mereka memiliki kualifikasi tertentu yang cukup ketat membuatku mengurungkan niat untuk bergabung dengan mereka.
Tidak bergabung dengan fraksi manapun akan menyulitkan diriku, terutama aku yang seorang newbie membutuhkan banyak informasi, tapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa aku percayai.
Melihat sekitar semua orang menikmati pesta “Ini benar-benar pesta Helloween.”. Perhatianku tertuju pada seorang lizardman yang duduk sendiri di depan bar tender. Aku mencoba mendekatinya, dari dekat dia terlihat cukup tua dengan sisik hijau yang memudar.
“Ada apa gerangan nona kecil ini mendekati kadal tua sepertiku?.” Ucap lizardman sambil meminum sake nya.
“Heh! Anda langsung bisa menyadari jika aku seorang perempuan meskipun dalam wujud seperti?.”
“Tentu saja, walaupun kau berbentuk seperti anak goblin dengan penilaian aneh, tapi cara berjalan seorang wanita tidak akan berubah.” Dia menjelaskan seperti Kakek tua mesum yang sudah berpengalaman dengan para wanita.
“Te… tentu aku tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. Hahaha…”
Begitu mengerikan, aku berpikir lizardman ini hanyalah Champions tingkat rendah, tapi merasakan aura dari sorot matanya mengingat aku apa Raja Naga di duniaku sebelumnya.
“A… aku hanya seorang pemula yang berharap mendapatkan bimbingan dari senior. Namun jika kehadiranku mengganggu senior, maka aku akan pergi.”
Lizardman itu hanya menatapku sambil menyipitkan matanya, hingga dia kembali meminum sake nya. “Apa hanya itu tujuanmu?.” Dia kembali bertanya. Lizardman ini langsung mengetahui jika aku sedang mencari cara agar tidak ditargetkan oleh Champions lain.
“Sejujurnya aku tidak ingin terlihat lemah karena mereka yang sendiri pasti akan menjadi target para kelompok pembully.”
Tatapanku tertuju pada beberapa Champions yang sedang merundung Champions lainnya. Mereka seperti anak-anak sekolah norak di dunia manusia. Tapi aku pun memahami kenapa ada yang melakukan hal seperti itu, mereka ingin memperlihatkan kekuatan pada Champions lain dan para dewa.
Aku terus bersama dengan lizardman tua itu hingga acara pertemuan selesai. Lizardman tua adalah orang yang baik aku mendapatkan banyak saran dan informasi darinya.
Pertemuan semacam ini akan rutin diadakan selama tiga bulan sekali. Champions diperbolehkan untuk tidak hadir tapi akan diberikan denda besar jika itu terjadi, lizardman tua bahkan menyarankan aku untuk selalu hadir dalam pertemuan karena denda yang diberikan akan sangat merepotkan.
{Sebarkan penggaris kalian ke dunia ini, bertahan hidup dengan apapun yang kalian miliki. Jadilah dewa untuk dunia baru}
Dewa yang tidak aku kenali menutup acara pertemuan para Champions pertama. Bersamaan dengan itu sistem notifikasi terdengar memberitahukan tentang update terbaru stat milikku.
__ADS_1
__________________________________________
{Azalea}
Ras: Forest Runner
Job: Champion of Death Realm
Level: 10 (86%)
HP: 25.000
MP: 14.000
Def: 500
Int: 700
Atk: 410
Agi: 1600
Sp: 0
Karma: 3590
Beliver: 21
God Point:
__________________________________________
Dua stat baru ditambahkan, Karma dan followers. Aku heran jika nilai karmaku menjadi sebanyak itu, Lizardman tua mengatakan jika nilai Karma akan naik saat melakukan hal baik. Itu menjelaskan nilai karmaku yang mencapai tiga ribu karena selama enam bulan terakhir aku selalu membantu teman-temanku membangun ulang kota.
“Banyak hal yang telah kami lewati, tapi aku tidak mengerti tentang follower ini.”
“Itu adalah mereka yang percaya jika kau adalah seorang dewa.”
“Heee….” mendengar perkataan lizardman tua membuatku teringat pada sekelompok orang yang mulai menciptakan kultus sesat dimana mereka percaya gunung keramat adalah tempat bersemayamnya dewa. Ku pikir mereka hanya sekumpulan orang jahat yang sedang memanfaatkan orang lain, tapi tidak disangka jika tindakan mereka akan berpengaruh pada ku.
Lalu yang terakhir God points yang bisa digunakan untuk membeli di toko dewa. Aku tidak bisa membeli apapun karena saat ini toko tersebut masih merupakan fitur terkunci. Lizardman tua mengatakan jika toko akan terbuka begitu Beliver mencapai 100 poin.
Setelah update sistem, pertemuan pertama berakhir. Para Champions akan sibuk dengan mencari cara untuk memperluas pengaruh mereka, aku penasaran bagaimana mereka akan melakukannya.
Tidak lama lagi pasti akan banyak bermunculan kultus yang mewakili para Champions, aku berharap mereka tidak menggangguku.
***
__ADS_1
To be Continue
[Note: dua hari nulis chapter ini, author terkena writerblock.]