Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 23: Floating Mountain


__ADS_3

Setelah meninggalkan kamp pengungsian, Azlea masih berada di kawasan kaki gunung melanjutkan perburuannya membasmi para zombie. Tujuan Azlea adalah memenangkan quest perburuan zombie dan menjadi pemenang.


Ding!


[You level up]


“Ini yang kedelapan.”


Azlea segera menghisap habis nutrisi zombie yang dia jadikan sebagai inang. Seluruh cairan dalam tubuh zombie terserap habis hingga membuat seluruh tubuh mayat itu berubah menjadi ranting kering.


“Bagian ini sudah selesai.” Azlea melihat sekitar dimana ribuan mayat zombie tergeletak. Melihat tidak ada lagi zombie, tanaman parasit itu pun segera terbang ketempat lain di mana banyak zombie berada. “Aku pikir sudah saatnya untuk menaikkan kekuata.”


Seharian berburu membuat Azlea naik level hingga delapan kali, dia pun memasukkan poin yang di dapat setelah naik level untuk menambahkan stat yang dia inginkan.


“Walaupun aku tidak membutuhkan energi Mana karena bisa menyerapnya secara langsung dari udara, tapi poin kecerdasan (intelegenc) berpengaruh terhadap skill pembuatan resin dan Nektar. Semakin banyak kecerdasan yang aku miliki maka kekuatan resin dan nutrisi dari nektar semakin kuat.”


Resin yang dapat dibentuk menjadi apa saja sangat berguna terutama untuk pertempuran. Contohnya beberapa pedagang putih yang digunakan oleh Azlea untuk bertarung dengan zombie adalah hasil dari [Resin Maker].


Sementara nektar, Azlea melihat sendiri para survivor yang terbantu oleh satu botol nektar pemberiannya. Mereka menggunakan cairan manis itu untuk minum penyegar, semua orang yang meminum minuman dengan kandungan nektar di dalamnya mengaku jika kelelahan yang merasakan seketika lenyap.


“Baiklah, aku pikir seperti ini.”


___________________________________________


{Azalea}


Ras: Skyweed


Job: None


Level: 8 (1%)


HP: 2500 MP: 2000


Def: 50 Int: 100


Atk: 50 Agi: 55


Sp: 0


___________________________________________


[Note: 1 poin defense sama dengan 50 poin HP, lalu satu poin intelegenc sama dengan 20 points MP. Ini berbeda dengan stat pada umumnya karena berbagai faktor]


Berkat poin Agility miliknya dinaikan Azlea merasakan kecepatan terbang Skyweed lebih cepat sekarang. “Oh tepat sekali,” Azlea begitu senang saat melihat beberapa zombie di depannya. Menciptakan sebuah pedang dengan kemampuan [Resin Maker], Azlea langsung menebas tubuh zombie menjadi dua bagian.


“Huwaaa… sangat mudah, seolah aku menebas udara.” Dia sangat senang melihat peningkatan kekuatan yang dirasakan setelah stat nya dinaikkan. Azlea terus berburu hingga sebagai besar zombie di hutan dia musnahkan.


DING!


[Membunuh 100.000 zombie]


[Mendapatkan julukan zombie Slaughter]

__ADS_1


[Mendapatkan 5 Stat poin]


___________________________________________


[Zombie Slaughter]


Rank: Epic


Keterangan: Entah apa yang dipikirkan oleh orang ini hingga membunuh begitu banyak mayat hidu. Apa kah karena dia benci bau busuk yang para zombie bawa?.


Efek:


(1) kekuatan naik 15% saat melawan zombie.


(2) kebal dengan infeksi zombie.


(3) Exp yang diperoleh dari Zombie naik hingga 10%.


___________________________________________


“Seratus ribu! Uwaaaa... tidak disangka aku sudah membunuh sebanyak itu.”


Walaupun sudah membunuh begitu banyak namun entah kenapa levelnya begitu sulit untuk dinaikkan. “Semakin levelku naik maka Exp yang diperoleh dari membunuh zombie semakin sedikit. Mungkin karena batasan level.”


Azlea teringat dengan sistem game dimana seorang player dengan level rendah akan mendapatkan Exp lebih banyak saat melawan monster dengan level lebih tinggi, sementara sebaliknya jika player level tinggi mengalahkan monster level lebih rendah darinya maka Exp yang diperoleh pun lebih sedikit.


“Saat level 5 masih biasa saja tapi begitu mencapai level 8 pendapatan Exp berkurang hingga 30%.”


Sebagian besar zombie memiliki level 2-4, level mereka sudah tertinggal jauh oleh level Azlea. Karena merasa sudah tidak sepadan dan terlalu menghabiskan banyak waktu, Azlea pun memilih untuk berhenti berburu zombie. Jiwanya kembali ke tubuh utama, sementara Skyweed ditugaskan untuk mengisi para pengungsi yang ingin mencapai puncak gunung.


Azlea segera masuk kedalam tubuh utama untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dalam hitungan detik dia mengetahui penyebab anomali gravitasi di puncak gunung, semua disebabkan oleh kristal Mana yang telah berubah menjadi permata yang memiliki elemen sihir.


“Hingga Float gem pun bisa aku ciptakan dengan hanya beberapa hari. Entah bisa sekaya apa aku jika masih di dunia lama.” Permata apung (Float gem) adalah bahan dasar pembuatan kapal terbang, karena kelangkaannya membuat batu permata berwarna biru langit itu begitu mahal.


Walaupun merasa senang karena bisa membuat berbagai permata dengan hanya menyerap mana. Tapi Azlea sadar akan konsekuensi yang suatu saat akan menimpanya. Gunung tempat dia dilahirkan sekarang telah menjadi gunung harta Karun karena kristal Mana dan permata sihir yang dia ciptakan.


Seiring dunia terbiasa dengan energi Mana, para manusia pun akan mengetahui kegunaan kedua bahan yang dia hasilnya. Hasilnya dapat ditebak, orang-orang akan berbondong-bondong datang ke gunung untuk menggali harta Karun.


“Disaat itulah aku mungkin akan diburu oleh semua orang penting di dunia karena mampu menciptakan permata sihir.” Azlea sangat benci membayangkan masa depan yang selalu terlihat suram untuknya. “Aku harus melakukan sesuatu untuk mencegah hal itu terjadi. Tapi apa?.”


Memutar otaknya Azlea mencoba mencari solusi, hingga jiwa gadis itu keluar untuk mencari inspirasi. Azlea menatap beberapa Survivor yang mencoba naik ke puncak gunung dilempar oleh Skyweed, tapi sebelum tubuh survivor jatuh ke tanah Skyweed segera menangkapnya menggunakan tanaman merambat lalu menggantungnya di atas pohon.


“Ah, itu dia. Bagaimana jika aku membuat lebih banyak Skyweed untuk melindungi tempat ini.” Azlea mendapatkan ide setelah melihat kejadian mengerikan yang baru dia lihat.


Azlea kemudian menciptakan beberapa Skyweed lainnya untuk melindungi puncak gunung. Puluhan survivor berterbangan di udara bagaikan bulu, di hutan banyak kepompong tergantung terbalik.


Menyadari jika jika sesuatu sedang berusaha melindungi puncak gunung, para survivor berhenti mendaki. Kebanyakan dari mereka tidak ingin mengalami nasib serupa seperti mereka yang telah dijadikan kepompong. Tapi ada beberapa orang yang penasaran dan tetap melanjutkan pendakian tapi tentu saja hasilnya sama, mereka berakhir dilempar dan menjadi kepompong.


DING!


Suara lonceng berbunyi. Pertanda notifikasi akan menyampaikan sesuatu.


[Quest Berburu Zombie telah usai]

__ADS_1


“Oh, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat.”


[Berikut rank pemburu yang telah mengikuti event]


___________________________________________


[Rank quest berburu zombie]


(1) Skyweed 103.702 poin


(2) April 2980 poin


(3) Hesti 2331 Poin


(4) Dedi 2088 Poin


(5) Riki 1708 poin


………


…...



___________________________________________


DING!


[Selamat telah berhasil menjadi juara pertama quest berburu zombie. Mendapatkan 2 kotak acak tingkat Epic, 10.000 koin emas diberikan sebagai hadiah]


DING!


[Menyelesaikan misi rahasia mendapatkan Gelar (Zombie Slaughter) setelah membunuh 100.000 zombie selama quest berlangsung. Mendapatkan 1 kotak acak tingkat Unique dan 20.000 koin emas]


“Oh, tidak terasa ini sudah seharian sejak quest pertama kali dimulai. Untuk kotak hadiah acak aku merasa puas, tapi untuk apa Koin emas ini.”


“Entahlah mungkin suatu saat akan berguna.”


Penyelesaian Quest mengakhiri gelombang kedua. Seperti sebelumnya gelombang selanjutnya diawali dengan guncangan, tapi kali ini jauh lebih kuat terutama di gunung tempat Azlea berada.


Perlahan puncak gunung terangkat ke langit. Semua survivor yang berada di bawah menatap momen menakjubkan itu dengan perasaan campur aduk antara kagum dan takur.


Sementara Azalea yang dalam kondisi begitu genting karena dia tidak tahu setinggi apa puncak gunung akan terbang. Dia pun dengan panik segera mengerahkan kekuatan [Root Control] untuk mengikat puncak gunung dengan permukaan tanah agar tempat dimana tubuh utama bersemayam tidak terbang begitu tinggi.


Aaaa... hahaha... (tawa gila karena hampir mati)


“Itu hampir saja….” Azlea bernafas lega ketika puncak gunung berhenti terangkat keatas. Tapi puncak itu masih terapung hingga sekarang, membuat sebuah pemandangan spektakuler dari sebuah dunia fantasi.


***



__ADS_1


To be Continue.


__ADS_2