
Aku tidak berniat untuk menjadi dewa, namun mendengar nasehat dari Lizardman tua yang aku lupa tanya tentang namanya.
[Lizardman: mengsedih :'(]
Membuatku sadar jika para Champions memiliki kemungkinan akan saling menyerang satu sama lain untuk meminimalisir jumlah pesaing mereka. Lizardman tua juga menyebutkan akan ada hadiah khusus dari dewa jika satu Champions mengalahkan Champions lainnya.
Artinya aku harus meningkatkan pertahanan gunung ini. Jarak antara kota dengan tempat dimana Champions terkuat dilahirkan sekitar 2.000 kilometer, sangat dekat. Aku harus secepatnya membangun pertahanan yang mampu menahan Titan api.
Namun jika dipikirkan kecocokan antara Titan api dengan elemen ku yang merupakan alam memang begitu buruk. Jika monster raksasa itu datang kemari maka seluruh hutan akan habis terbakar. Jalan satu-satunya untuk selamat hanya memutuskan akar penghubung permukaan tanah dengan pulau terapung lalu kabur.
“Sangat disayangkan jika harus meninggalkan kota ini.” Tatapanku tertuju pada kota di bawah gunung yang selama enam bulan menjadi tempatku menetap.
Tidak ingin meninggalkan kota begitu saja karena keterikatan emosional, pilihan yang aku miliki hanyalah mencoba bertahan. Membangun kekuatan untuk mempertahankan rumahku, akan digunakan seluruh sumber daya yang ada dan bertindak tegas pada para pengganggu.
“Belum lagi tentang rencana menciptakan kultus milikku sendiri. Entah kenapa tiba-tiba ada banyak hal yang harus aku lakukan.”
Melihat rincian item di penyimpanan dimensi aku melihat puluhan kotak acak berbagai tingkat, semua itu aku dapat setelah menyelesaikan berbagai Quest dari sistem.
“Aku berharap salah satu dari kotak-kotak ini memberiku sesuatu yang berguna.”
Harapan tidak selamanya dapat tercapai, ekspetasi tidak sesuai realita. Puluhan kotak telah aku bukan namun semua yang aku dapatkan hanyalah sampah.
DING!
[Mendapatkan Megic ball tingkat Epic]
“Tck, tidak berguna.” aku melempar bola sihir yang aku dapatkan ke tumpukan item lainnya. Walaupun sebenarnya jika item-item itu dijual aku akan mendapatkan uang yang banyak dari semua sampah itu, karena jika menurut pandangan manusia biasa semua hadiah yang aku dapatkan adalah item berharga.
Seperti contohnya pedang sihir dengan efek [lifestyle] yang mampu menyembuhkan pemakainya saat melancarkan serang. Jika pedang itu dijual maka setidaknya akan di hargai sebesar 100.000 keping emas.
Atau jubah tembus pandang yang bisa membuat pemakainya tidak terlihat, seseorang Pati tidak keberatan jika membeli item itu dengan harga 500.000 keping emas.
Tapi semua item itu tidak ada harganya di mata ku.
Hingga akhirnya hanya tersisa satu kotak, yaitu kotak acak tingkat Unique. Itu adalah hadiah yang sudah lama aku simpan sejak Outbreak Gelombang pertama.
__ADS_1
“Aku mohon beri aku sesuatu yang berharga.” Aku berdoa dengan rasa percaya diri yang rendah. ku sedikit pesimis dengan keberuntunganku sendiri setelah puluhan kali membuka kotak hadiah tapi yang didapat hanya sampah.
Perlahan aku membuka kotak dengan sinar oranye, mataku terpejam saat sinar terang mengenai wajahku. Lalu suara dari sistem pun terdengar.
DING!
[Selamat anda mendapatkan skill (Dungeon Maker)]
__________________________________________
[Dungeon Maker]
Rank: Unique
Keterangan: Kemampuan untuk menciptakan sarang Monster. Besar dungeon, kekuatan monster yang diciptakan dan banyaknya lantai akan tergantung pada dungeon poin yang dimiliki oleh dungeon master.
__________________________________________
Senyumku langsung mengembang saat melihat hadiah dari kotak acak tingkat Unique. Kemampuan untuk mengelola dungeon, aku akan merubah seluruh gunung keramat sebagai dungeon milikku sendiri.
Tapi hal paling luar biasa dari skill ini adalah aku dapat membeli material berharga dari dungeon store dengan DP (dungeon point). Menciptakan monster kuat dan senjata pemusnahan yang sebelumnya hanya angan-angan kini bisa aku lakukan jika memiliki cukup banyak Poin.
Tapi pertanyaannya selanjutnya adalah ‘Bagaimana aku mendapatkan Dungeon Poin?.’
Itu sama seperti yang diceritakan pada beberapa novel fantasi. Dungeon poin didapat dari emosi para petualang yang memasuki dungeon. Bahagia atau menderita perasaan itu akan dijadikan makanan dungeon, namun point terbesar didapatkan jika seseorang terbunuh di dalam dungeon.
“Aku pikir dungeon berkembang karena energi Mana, tapi ternyata ada faktor lain.”
Jadi apa yang akan aku pilih, mode sulit dimana mereka yang memasuki dungeon memiliki kemungkinan untuk mati, atau mode mudah yang saling menguntungkan antara dungeon master dan para petualang?.
“Terserah yang mana, untuk sekarang kemanan ada prioritas.”
Menggunakan kemampuan dungeon Maker aku mendekorasi ulang hutan gunung, dengan bantuan ribuan Skyweed dan segala jenis Mandragora hingga forest Runner, labirin yang aku desain selesai dalam dua hari
Sebuah labirin yang diciptakan dari dinding tanaman setinggi 5 meter tepat berada di bawah pulau terapung. Untuk saat ini tidak ada monster kuat selain Mandragora dan Skyweed yang menjaga labirin. Tapi seiring waktu aku bisa membeli jenis monster lain dari dungeon store.
__ADS_1
“Luar bisa, aku bisa menarik para petualang untuk memasuki labirin menggunakan sampah-sampah ini.” Aku berniat menjadikan item yang didapat dari kotak hadiah acak sebagai harta Karun untuk menarik para petualang.
***
Satu Minggu berlalu sejak aku menciptakan labirin. Beberapa hal yang cukup mengganggu terjadi seperti seorang petualang yang mencoba membakar hutan untuk menerobos dinding labirin. Tapi berkat itu aku mendapatkan banyak poin setelah membunuh mereka, aku mengaggap itu sebagai upaya mempertahankan diri.
Walaupun sudah menelan korban tapi tetap banyak petualang memasuki labirin dikarenakan sumber daya yang bisa di peroleh. Kini bukan hanya koyak harta yang bisa mereka dapatkan, tapi beragam material seperti besi, tembaga, perak, emas bahkan logam fantasi misalnya mithril dan adamantium pun bisa didapatkan.
Berkat banyak petualang yang memasuki labirin, kota di bawah gunung pun ikut berkembang pesat. Kepopuleran gunung keramat semakin didengar banyak orang membuat beragam ancaman mulai mendekat.
“Serigala lapar yang menginginkan daging mula mengawasi.”
Sangat menyulutkan ketika memiliki dua kehidupan berbeda, di satu sisi aku adalah seorang Champions yang harus bertahan dari ancaman Champions lainnya. Sementara di sisi lain aku menginginkan hidup damai bersama mereka yang telah aku anggap sebagai teman.
“Sudah dua Minggu aku meninggalkan kehidupan sebagai seorang manusia biasa. Besok hari libur berakhir. Aku tidak sabar kembali bertemu dengan semua orang.”
Mempersiapkan segalanya sebelum meninggalkan pulau terapung, aku membutuhkan seseorang yang akan mengelola labirin saat aku pergi.
Menggunakan teknik pencangkokan aku menciptakan dua salinan diriku yang lain. Keduanya merupakan perwujudan dari Champions of Nature dan Champions of Hell.
Champions of Nature memiliki wujud seorang Dryad perempuan atau roh penjaga hutan, dengan paras menawan yang turun dari Dewi Persefone sementara rambutnya kehijauan, telinganya yang panjang mirip seperti ras Elf.
Keahlian Champions of Nature adalah sihir alam dan Alkimia.
Sementara Champions of Hell memiliki wujud anak berusia 6 tahun, dua tanduk besar di kepala dan rambut hitam pendek. Sorot matanya terlihat mengantuk mengingatkanku pada cara memandang Dewa Hades yang menatap semua manusia seperti serangga.
Keahlian Champions of Hell adalah sihir api dan sihir kegelapan.
Seperti Avatar Champions of War yang selama ini aku gunakan. Wujud dari keduanya hanyalah hasil rekayasa kekuatanku, ini terpaksa aku lakukan karena wujud asli mereka terlalu tidak ‘normal.’
***
To be Continue.
__ADS_1