Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 33: Tugas


__ADS_3

Kedua kloning yang baru aku ciptakan segera mengenakan pakaian yang diberikan, mereka terlihat imut dengan pakaian yang aku ciptakan sendiri.


“Kemudian masalah lainnya tentang nama, apa kalian ingin ingin menamai diri sendiri atau aku yang memberikan kalian nama?.” Keduanya memikirkan perkataanku selama beberapa saat hingga akhirnya menyerah untuk mencari nama sendiri.


“Jadi aku yang akan memberikan kalian nama kalau begitu.” Mereka menatapku dengan penuh harapan, “Bagaimana dengan Chrysant untuk Champions of Nature?, nama itu berasal dari bunga Chrysanthemum, itu adalah bunga yang cantik.” Champions of Nature hanya mengangguk kecil menandakan dia senang dengan nama yang aku berikan.


“Lalu untuk adik bungsu kita, bagaimana dengan Malika?.”


Champions of Hell hanya diam aku pikir dia setuju, tapi itu semua salah karena beberapa saat kemudian dia dengan marah berjalan menghampiri lalu langsung menggigit lenganku.


“Au! Au! Ma... maaf aku hanya bercanda.” Aku berusaha keras melepaskan gigitan adik perempuan ku, hingga dia akhirnya mau melepaskan setelah aku mengusap kepalanya.


Yah, sepertinya dia tidak ingin diberikan nama yang berasal dari bahan baku pembuatan kecap.


“Bagaimana dengan Onyx Helleborus?.” Champions of Hell tersenyum cerah mendengar nama yang aku berikan, “Kau menyukainya?.” Aku mengangkat adik bungsuku dan berputar putar di atas, itu membuat Champions of Hell atau sekarang bernama Onyx tertawa gembira.

__ADS_1


Keduanya aku ajak menikmati pesta teh, karena ini adalah hari kelahiran kedua adikku maka tidak ada salahnya untuk merayakannya. Pesta teh ini juga aku gunakan untuk mencoba lebih dekat dengan mereka.


Walaupun keduanya adalah bagian dari diriku sendiri tapi tidak bisa sesederhana menatap diri sendiri di depan cermin. Chrysant dia terkesan pendiam, tapi juga perhatian dan lembut dia mewarisi sifat Dewi Persefone, sementara Onyx begitu enerjik, gadis kecil ini tidak bisa diam di satu tempat lebih dari dua puluh detik.


“Padahal aku ingin Onyx memegang seluruh kontrol labirin. Tapi melihatnya seperti itu apa dia mau tinggal terus menerus di pulau terapung?.” Ucapku sambil menatap Onyx yang sedang bermain dengan beberapa Skyweed dan Forest Runner.


“Jika kakak menginginkannya, aku yakin adik Onyx akan mengerti.” Chrysant memberikan pendapatnya, dia mengenakan kacamata yang merupakan salah satu item hadiah kotak acak.


Aku tidak tahu kenapa dia mengenakan kacamata sementara tidak ada kesalahan apapun pada katanya, ‘Apa dia mengenakan itu hanya sekedar untuk fashion?, Jika dilihat dari usianya memang Chrysant adalah gadis yang tengah dalam masa pubertas.’


Hari itu berakhir saat kami tidur bersama dalam rumah yang aku beli dari dungeon store. Rumah sederhana yang digunakan dalam keadaan darurat. Karena tubuh utamaku merupakan sebuah kentang raksasa membuatku tidak membutuhkan rumah.


“Tidak ada salahnya membangun sebuah kastil di pulau terapung.” Membayangkan rumah yang akan aku bangun nantinya, hingga tidak terasa mataku mulai terpejam, kami bertiga pun tidur di atas satu ranjang.


Esok harinya. Setelah kami bertiga sarapan, aku mulai membagikan tugas pada keduanya. Sebuah tugas yang menjadi alasan aku menciptakan mereka.

__ADS_1


“Chrysant bertugas untuk menarik orang-orang menjadi pengikut kita. Kau akan mengelola kultus yang akan kita dirikan.”


Gadis berambut hijau itu membetulkan posisi kacamata di wajahnya, seolah dia tengah merencanakan sesuatu.


“Sementara Onyx akan mengawasi labirin. Seluruh hal mengenai dungeon adalah tanggung jawab mu.”


“Serahkan padaku, aku tidak akan mengecewakan sister Leah!.”


Onyx terlihat begitu bersemangat, reaksinya berlawanan dengan yang ku duga, aku pikir dia akan merajuk karena tugasnya mengharuskan Onyx untuk tetap berada di pulau terapung.


“Hahaha… kakak tidak akan khawatir lagi dengan labirin dan pulau terapung karena Onyx adalah gadis yang cerdas.” aku kembali mengusap kepala Onyx membuatnya begitu senang.


“Sudah waktunya untuk ku pergi bekerja, jika ada sesuatu yang mendesak jangan segan untuk mengabari lewat telepati atau datang langsung menggunakan skyweed.”


Setelah mengatakan itu aku berubah menjadi Skyweed lalu terbang meninggalkan pulau terapung.

__ADS_1


***


To be Continue.


__ADS_2