
Aku tidak bisa merasakan tubuhku.
Terasa sakit, begitu menyakitkan seolah mati pun lebih baik daripada menanggung rasa sakit ini lebih lama.
Pandanganku menghilang, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku.
Ku coba mengingat ingatan sebisa mungkin siapa diriku dan kenapa aku dalam situasi seperti ini.
Tapi sangat sulit, aku bahkan tidak biasa mengingat namaku. Seolah sesuatu mencoba menghentikan ku untuk mengigat.
Bam! Pukulan yang begitu keras, wanita berlengan empat itu terus menghajar ku bertubi-tubi. Sungguh menyakitkan, kenapa dia melakukan itu, apa yang telah aku lakukan padanya hingga dia menyiksaku seperti ini.
Seperti monster, dia wanita yang kuat tidak ada kesempatan untuk menang melawannya. Aku ingin meminta maaf walaupun aku tidak ingat kesalahan apa yang telah aku lakukan, atau setidaknya aku ingin lari menjauh dari wanita itu.
Tapi mulutku tidak bisa ku gerakkan dan tubuhku terus melawan walaupun semua serangan yang aku berikan tidak dapat melukainya. Tubuhku terus dipukuli, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi.
Grab! Salah satu lengan wanita itu mencengkram leherku begitu kuat hingga terdengar retakan, menandakan jika plat baja yang menjadi lapisan dalam kulit buatan telah pecah.
‘Aku adalah robot dengan tubuh yang terbuat dari besi dan baja, lalu bagaimana mungkin aku merasa rasa sakit seperti ini?.’
Tubuhku kembali bergerak dengan sendirinya, kedua lenganku mencoba membakar wanita itu seperti yang sebelumnya pernah ku coba, dan kali inipun usaha ku kembali gagal.
Sebelum melakukan apapun tiga lengan wanita itu dengan kejam menghancurkan lenganku. Lengan mekanik itu remuk begitu saja saat dir_emas. Sungguh kekutan yang mengerikan.
Dengan leher yang masih di cengkram, aku hanya bisa menatap wanita dengan sebagian wajah tertutupi topi besar, tapi Ku dapat melihat jelas dia tersenyum padaku.
“Kau butuh untuk menjernihkan pikiran bukan?.” Aku samasekali tidak tahu apa yang dia katakan, hingga akhirnya dia membenturkan wajahku ke aspal jalanan.
Kerasnya benturan membuat sebagian silikon yang menjadi kulitku terkelupas, wajah tampan itu pun menghilang sebagian berganti dengan wajah mesin mengerikan ala Terminator.
“Apa kepalamu agak jernih sekarang?.”
Apa yang dua bicarakan setelah melakukan semua ini padaku?.
“Pengaruh cuci otak yang kau terima pasti kuat hingga kau belum bisa mengingat siapa dirimu setelah semua pengobatan yang aku lakukan.”
Pengobatan? Apa yang dia maksud adalah memukuliku hingga sekarat yang disebut sebagai pengobatan?.
Wanita ini gila.
__ADS_1
Braak! Kaki wanita itu menginjak perutku membuat ku tidak dapat bergerak. “Biar aku bantu dengar lebih spesifik. Kau seorang Prajurit dari negara Mamarika (Paprika).”
“Heh!. Aku seorang prajurit…. Dari..... pap.. pap. rika” perkataan wanita itu membuatku ingatanku, tapi kembali ada sesuatu yang mencoba menghalangi.
“G.i nose dan seseorang bernama Daniel Ironheat, apa kau mengingat sesuatu tentang nama-nama itu?.”
“G.i… nose... da.… Kuah! Ini sangat menyakitkan. Kumohon hentikan!.” Aku berteriak keras tidak tahan dengan rasa sakit yang menyiksa.
Wanita itu menunjukkan padaku wajah dari pria bernama Daniel, aku mengingat nama itu dan aku pun mengingat wajah itu. Dia adalah seseorang dari petinggi perusahaan IRONice yang harus aku patuhi. Perintahnya adalah mutlak.
‘Kau rongsokan tidak berguna! Cepat bunuh wanita sialan itu!’ perintahnya terdengar di kepalaku, tubuhku pun bergerak dengan sendirinya. Walaupun tidak memiliki tangan tapi ada senjata terakhir yang biasa aku gunakan untuk membunuhnya.
“Kau ingin meledakkan diri sendiri?.” ucap wanita itu dengan bosan. Bagaimana mungkin dia mengetahui rencana ku. “Tapi kau sebenarnya tidak ingin melakukannya bukan?.”
“……” Aku tidak bisa mengatakan apapun, mulutku terkunci, tubuhku tidak bisa digerakkan.
“Tentu saja bukan? Tidak ada seorangpun ingin mati hanya karena perintah dari orang bodoh.”
Bam! Pukulan keras mendarat di wajahku membuat penglihatan ku mulai buram hingga aku terjatuh. Kembali aku bisa menggerakkan tubuhku sendiri setelah mendapat pukulan tadi, namu wanita itu menahan dengan menginjak tubuhku.
Sebuah keputusasaan, aku tidak dapat melakukan apapun bahkan menangis sekalipun. “Kenapa kau melakukan ini padaku? Kumohon lepaskan aku!.” aku hanya bisa memohon pengampunan.
Kenapa dia ingin aku mengingat siapa diriku, walaupun aku ingin mengingatnya, tapi sesuatu yang tidak aku ketahui terus menahan ingatan itu kembali.
“Haaa~ ini hanya membuang waktu.” setelah mengatakan itu tiba-tiba angin bertiup kencang membuat debu berterbangan di sekitar membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Mengabaikan tentang debu, wanita itu saat ini telah mengarahkan jarinya yang membentuk sebuah pistol kearah keningku. Sesuatu tindakan yang tidak akan mengancam mengingat itu bukan pistol melainkan hanya jari telunjuk. Tapi entah kenapa aku merasa jika inilah saat dimana aku akan mati.
“Bang!” ucapnya seperti seorang anak kecil yang menganggap tangannya adalah pistol sungguhan.
Kemudian Sebuah sinar cahaya ditembakkan dari jari wanita itu, menembus kepalaku.
Tidak dapat ku gambarkan betapa menyakitkannya itu.
Aku hanya melotot dengan mulut terbuka lebar ketika sesuatu meledak di dalam kepalaku.
Bahkan satu katapun tidak bisa aku ucapkan karena rasa sakit yang teramat sangat menyakitkan di kepalaku.
Wanita itu tersenyum lebar melihatku sekarat. Dia kembali menarik leherku untuk lebih dekat. Kini aku dapat melihat sepenuhnya wajah wanita yang dengan gilanya terus menyiksaku.
__ADS_1
Mata itu bersinar emas, Tatapan yang seolah dapat melihat segalanya.
“Nolan Steve, itu adalah nama yang aku lihat dari sistem status milikmu.”
Nolan Steve?
Sistem status?
“Aaaaarrggg!”
Kepalaku kembali terasa sakit saat mencoba mencerna apa yang dia katakan. Tapi kali ini berbeda, tidak ada lagi penghalang ingatanku perlahan bermunculan. Itu seperti sebuah puzzle, begitu banyak ingatan yang harus aku rangkai untuk kembali mengingat siapa diriku sebenarnya.
“Kau sudah mulai mengingatnya?.”
Aku hanya mengangguk kecil sebagai jawaban untuk wanita itu. Dia tersenyum lebar padaku lalu tubuhku dihempaskan, dia berbalik dan mulai berjalan meninggalkan aku.
“Aku yakin setelah ini aku akan mendapatkan masalah serius dengan perusahaan IRONice. Tapi tentu itu tergantung pada keputusan yang kau ambil.”
“Tidak… aku mohon selamatkan aku!.” aku berteriak pada wanita itu yang terus menjauh. Dua berhenti lalu melirik ku di belakang. Tatapan matanya terlihat bosan, melihat itu aku sadar jika dia tidak akan membantuku.
“Aku telah melakukan apa yang bisa aku lakukan agar kau bisa mengingat siapa dirimu sebenarnya.”
“Sekarang tergantung pada dirimu sendiri, apa kau ingin terus menjadi budak orang itu, atau mencoba untuk mendapatkan kebebasan.”
Setelah mengatakan itu dua kembali berjalan menjauh. Angin berhenti membuat debu yang berterbangan mulai tenang. Semua orang bersorak setelah melihat keadaan di tempat ini. Sudah jelas wanita dengan empat lengan itu yang menjadi pemenang.
Daniel dan anggota perusahaan IRONice datang padaku, terlihat jelas kemarahan yang hampir meledak dari wajah Danie. Tapi sebagai seorang petinggi dari perusahaan besar pria itu berusaha bersikap profesional, dia menahan amarahnya karena banyak wartawan di sekitar.
“Dasar rongsokan tidak berguna. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu setelah kita kembali ke Mamarika.”, ucapnya dengan suara rendah hingga tidak ada satupun wartawan yang mendengarnya.
Aku hanya diam menatap tanganku yang mulai di rakit ulang. Setelah semua selesai tanpa ada yang menyadarinya aku dapat mengendalikan sepenuhnya tubuhku.
‘Yeah aku sangat penasaran apa yang bisa kau lakukan padaku sekarang.’
Aku mengingatnya sekarang, mengingat segalanya tentang apa yang terjadi pada tubuhku dan keluargaku. 'Aku tidak akan memaafkan kalian setelah membuatku menjadi seperti ini'.
***
To be Continue.
__ADS_1