
Kembali ke tubuh utama aku menciptakan ratusan Skyweed lainnya. Tujuanku adalah agar mereka berburu di sekeliling hitam, karena setiap mereka mendapatkan poin Exp maka Aku pun mendapat Exp dalam jumlah yang sana seperti mereka.
Terlihat mudah seolah aku tidak perlu melakukan apapun tapi Exp poin terus mengalir. Tapi masalahnya seringkali Skyweed mengalami masalah ketika mereka tidak mampu memilih mana musuh yang bisa mereka lawan atau musuhnya yang seharusnya mereka hindari.
“Di tambah mereka adalah jenis monster jinak, yang lebih mencintai perdamaian. Ini membuat segalanya menjadi agak menyulitkan.”
Para Skyweed memiliki prinsip sepertiku, dimana mereka tidak akan menyerang monster lain jika tidak diserang lebih dahulu. “Tapi prinsip itu berlaku hanya ketika dunia ini masih aman dan tentram, Sekarang berbeda dunia sudah menjadi begitu berbahaya. Kalian harus menjadi makhluk ganas yang hidup hanya untuk menjadi kuat.”
Di depan ratusan Skyweed, aku mencoba mengubah prinsip hidup mereka dengan berpidato. “Apa kalian paham?.” Menanggapi pertanyaan ku, para rumput terbang itu menunggu. Aku bahagia saat mereka mengerti perkataanku, “Kalau begitu pergilah Anak-anakku, habisi monster di dalam hutan ini agar kalian menjadi lebih kuat.”
Dengan patuh para Skyweed beterbangan menuju bawah pulau terapung. Awalnya aku merasa senang menunggu aliran Exp yang dikirim oleh anak-anak rumput, namun setelah cukup lama berlalu tidak ada yang terjadi.
“Apa yang sebenarnya mereka sedang lakukan?.” Menghubungkan pikiran, aku dapat melihat apa yang dilihat oleh para Skyweed dalam kepalaku.
Satu Skyweed sedang menatap bunga berwarna biru yang Reihan memancar warna yang indah, itu adalah Moondrop Herb. Evolusi lanjutan dari Blue Moon Herb, salah satu bunga yang sempat masuk dalam list evolusi.
Sangat indah, aku tidak menyangka bisa mendapatkan herbal langka itu di gunung ini. “Tapi aku menciptakanmu bukan untuk menatap bunga. Pergi dari sana dan bunuh beberapa monster untukku!.” jiwaku berteriak kesal, namun Skyweed itu tidak ada tanda-tanda untuk beranjak dari tempatnya menatap bunga.
“Haaas…. Terserah, aku harap yang lain lebih baik.” Satu persatu aku mengecek aktivitas para Skyweed, namun semakin lama aku mengawasi mereka membuat kepalaku sakit.
Satu Skyweed memberi semut raksasa sebesar anjing cairan nektar, dengan senang semua raksasa itu menerima dan berlari cepat ke arah sarangnya.
Seperti Skyweed yang sebelumnya, ada beberapa Skyweed lainnya memberikan nektar pada berberapa jenis serangga seperti lebah, ngengat, belalang, kupu-kupu siang makan nasi kalo malam minum susu, dan masih banyak makhluk hutan yang mereka bantu.
“Kenapa mereka malah menjadi pelayan masyarakat hutan?.” Aku agak kesal melihat para Skyweed yang seharusnya ganas dan menakutkan selayaknya preman yang suka menindas orang lemah dan gemar mengambil permen serangga kecil. Justru bersikap kebalikan dari yang aku ajarkan pada mereka.
“Sepertinya menang aku tidak bisa mengharapkan mereka.” melihat para Skyweed aku menyerah pada makhluk-makhluk ciptaan ku yang terlalu baik.
Namun setiap kali melihat apa yang mereka lakukan di alam bebes, aku tidak tahan untuk tersenyum. Mereka seperti anak kecil yang ingin mengeksploitasi dunia, ingin melihat banyak hal dan memilik banyak pertanyaan di kepala mereka.
__ADS_1
Aku tidak bisa mengusik kesenangan para makhluk yang telah aku ciptakan. Pada akhirnya aku membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. Namun dengan syarat mereka tidak boleh keluar dari hutan dan wajib melindungi akar penghubung antara pulau terapung dengan permukaan tanah.
“Jangan biarkan siapapun naik ke akar itu.” pesanku pada setiap Skyweed. Mereka terlihat bahagia setelah mendapat izin.
Salah satu Skyweed terbang menuju posko pengungsian, tempat itu terlihat ramai seperti bisa. Setelah zombie para makhluk hijau dengan tinggi yang tidak lebih dari 130 sentimeter mengepung tempat pengungsian dan mulai melakukan penyerangan.
“Goblin, darimana mereka datang?.” aku langsung mengenali makhluk hijau pendek itu karena di dunia asalku mereka begitu terkenal sebagai adalah hama yang cukup meresahkan.
Mencari tahu asal-usul kedatangan para goblin, aku menemukan sebuah goa yang merupak sarang Monster, “Sekarang dungeon. Dunia ini sungguh cepat berubah, walaupun aku hanya berpaling beberapa detik tapi sudah banyak hal terjadi.”
Berpikir jika para manusia di bawah pulau terapung memiliki nasib yang begitu mengenaskan. Entah kenapa mereka selalu ditimpa musibah seolah sesuatu ingin mereka lenyap.
“Lupakan tentang itu. Aku tidak peduli pada para pengungsi. Jika mereka mati itu akan membuatku lebih aman karena tidak ada lagi manusia yang berbuat naik ke pulau terapung.”
Setidaknya itulah yang aku pikirkan pada awalnya, sebelum akhirnya…
DING!
“Quest lagi?. hadiah kemarin saja aku belum membukanya.”
___________________________________________
[Quest bertahan dari serbuan goblin]
Rank: Rare
Keterangan: hari ini goblin telah keluar dari sarang mereka, mereka menjadi ancaman makhluk lain salahsatunya ada para survivor yang lelah akibat pertempuran dengan zombie semalam.
Kondisi penyelesaian Quest: Jangan biarkan korban survivor melebihi 100 orang.
__ADS_1
• Korban saat ini 23 jiwa.
Hadiah:
(1) Kotak acak tingkat Rare.
(2) Gelar penyelamat, semua survivor akan bersikap baik terhadapmu.
Denda:
(1) Jika menolak: Karma -500
(2) Jika gagal setelah quest di terima, kepercayaan para survivor akan menurun.
___________________________________________
“Kaki ini misi perlindungan. Sepertinya kali ini quest hanya ditujukan padaku.”
Aku tidak terlalu tertarik dengan quest tersebut, jika menolak pun denda yang diberikan tidak akan terlalu berpengaruh. Tapi memikirkan lebih jauh Sepertinya aku memiliki solusi bagaimana agar para Skyweed lebih berguna.
“Hehe…” senyum lebar.
“Mungkin sudah saatnya aku membat karakter Avatar milikku sendiri.” Aku sudah memikirkan ini jauh hari sebelum outbreak di mulai.
Melihat kehidupan manusia yang damai membuatku ingin berbaur dengan mereka. Mungkin inilah perasaan para dewan saat mereka menyamar sebagai manusia dan hidup bersama mereka.
“Baiklah, mari gunakan mode Champions.”
***
__ADS_1
To Be Continue .