
Naga makhluk Fantasy yang selalu digambarkan menjadi alpha monster, terkuat dari binatang buas, sebuah teror yang begitu menakutkan, setara dengan sebuah bencana.
Sekarang teror yang entah dari mana datangnya tengah menghantui kota Jahe.
GROOOAR!
Suara menggelegar bagaikan gemuruh petir menggetarkan jiwa semua orang yang mendengarnya.
Seekor ular naga hitam sepanjang lima meter turun dari pulau terapung, meluncur ke bawah menuju gunung keramat.
“Uaaah, itu naga!.” Saras terlihat takjub saat untuk pertama kalinya melihat naga dengan mata kepala sendiri.
Banyak orang yang saat ini menonton turunnya naga hitam. Mereka yang lemah merasa ketakutan karena tidak tahan dengan tekanan intimidasi dari naga hitam. Sementara mereka yang memiliki kekuatan cukup mumpuni mampu menahan tekanan itu dan terlihat tidak terganggu dengan intimidasi.
“Kenapa ini begitu tiba-tiba?.”
“Dari mana asalnya naga hitam itu?.”
“Apa jangan-jangan pulau terapung adalah wilayah naga hitam itu?.”
“Itu naga sungguhan, jika kita membunuhnya kita pasti akan menjadi Dragon Knight dan mendapatkan julukan Dragon Killer!.”
“Sungguh!.”
Dengan cepat isu-isu aneh beredar luas. Banyak yang merasa diri mereka kuat mulai berlarian menuju gunung keramat untuk memburu naga hitam tersebut.
“Uwah… itu naga sungguhan!.” mata Saras berbinar seolah melihat sesuatu yang menakjubkan. Gadis itu kemudian menatapku yang tengah menikmati teh.
“Master bagaimana jika kita.…”
“Saras jaga asosiasi, aku akan berbicara dengan naga itu!.” Dengan cepat aku memotongnya perkataan Saras.
“Heh!.”
Setelah menghabiskan secangkir teh, aku segera mengambil sebuah sapu terbang dari dalam topi besar lalu menaikkannya menuju gunung Keramat.
Saras hanya menatapku dari saat keluar jendela, tatapannya seperti seekor anak anjing yang ditinggal pergi oleh pemiliknya.
Di perjalanan menuju gunung Keramat aku melihat banyak Hunter bergerak ke arah sana yang aku tuju. Mereka berpikir untuk melawan naga hitam dan mendapatkan karunia bagus dari nya.
“Hahaha…. Aku akan menjinakkan naga itu dan menjadikannya peliharaan ku.” Ucap seorang pria botak mengendarai kuda berkepala dua bertanduk.
Aku mengenal pria itu karena memang sangat terkenal karena rank Hunter pria itu cukup tinggi. Dia memilik kemampuan penjinak monster, atau yang lebih dikenal sebagai Tamer.
“Dia akan cukup kerepotan jika bertaruh dengan orang itu dan kawanannya.” dengan perasaan khawatir aku mempercepat laju sapu terbang.
GROAAAR!
Auman keras diikuti oleh hembusan api panas membakar hutan gunung Keramat. Teriakan kesakitan para Hunter yang mencoba melawan naga hitam pun terdengar mengerikan.
“Arrrrgh… tolong… tolong!.” pinta seseorang dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
“Hieeeh…. Kakiku!.” Kedua kaki Hunter ini terpotong.
“………..” Yang satu ini hanya diam terkapar di tanah dengan air mata terus mengalir. Dia mendapatkan kutukan yang membuat tubuhnya merasakan rasa sakit luar biasa dan tidak bisa digerakkan.
“Sial, naga ini terlalu kuat!.” beberapa Hunter mulai berpikir jika mereka tidak mungkin bisa mengalahkan naga hitam.
“Jangan takut, kami dari guild Punchline bersama kalian!.” sebuah kelompok dengan jumlah puluhan Hunter datang ke lokasi perempuan. Kelompok itu menamai diri dengan guild Punchline dengan bendera tangan terkepal.
“Mereka terang-terangan menjiplak logo X-jos.” Ucap seorang Hunter dengan nada rendah takut anggota guild Punchline marah dengan perkataannya.
“Haheheh… kami dari guild Shark Hair yang akan mengalahkan naga itu!.” muncul lagi guild lainnya yang ingin menantang sang naga hitam.
Semakin lama semakin banyak kelompok Hunter berdatangan. Aku hanya menatap mereka dari bawah pohon sambil menyembunyikan diri dengan sihir [Stealth].
“Mati!.” Satu Hunter dengan kapak besar menyerang naga hitam, namun…
Giiin!
“Sial!.” Kerasnya sisik naga hitam tidak mampu di tembus oleh seorang Hunter tersebut.
Grrrrr! Kesal karena di serang, naga hitam menciptakan ratusan jarum hitam dari sihir lalu menghujani para Hunter dengan jarum itu.
““Gyaaaaaaaa!.””
Sebuah pembantaian, puluhan Hunter mati dalam keadaan tubuh dipenuhi jarum hitam seperti landak.
Pertempuran terus berlangsung, semakin banyak korban berjatuhan. Keputusasaan mulai terlihat di wajah para Hunter.
“Kekuatan naga hitam tidak main-main. Sudah puluhan Hunter terbunuh olehnya!.”
“Jangan takut, bantuan yang lebih besar pasti akan datang!.”
“Persetan, Kita mundur!.”
Kelompok Hunter mulai terpecah belah, mereka yang dibutakan oleh kekuatan dan kejayaan terus bertarung berharap bisa mengalahkan naga hitam. Tapi para Hunter yang sadar jika naga hitam terlalu kuat, mereka milih untuk mundur daripada kehilangan lebih banyak rekan.
GROOOAR!
Naga hitam menjerit kesakitan ketika belasan lebah yang datang entah darimana menyerangnya.
“Hahahaha… monster yang luar biasa jika dilihat dari dekat. Naga hitam itu akan menjadi peliharaan ku.” Seketika Hunter yang masih bertahan memusatkan perhatian mereka pada sumber suara.
Seorang pria botak yang mengendarai kuda berkepala dua baru saja tiba. Dia berbicara dengan sombong jika akan mengalahkan naga hitam.
“Itu benar, naga hitam ajan menjadi logo guild kita yang baru, Guild Wild Beast!.” seorang dari kelompok pria botak berbicara lantang.
Mendengar ocehan kelompok baru itu membuat para Hunter yang sudah berada medan perang lebih dulu hanya bisa menatap satu sama lain.
“Itu Kamron dan para anggota guild nya yang merupakan para Pawang monster!.”
“Para idiot yang membuat jalanan kota menjadi kotor oleh kotoran monster mereka!.”
__ADS_1
“Apa mereka kuat?.”
“Entah, tapi Rank guild anggota guild itu setidaknya di atas B.”
“Peringkat B!, Kuat dan ada sebanyak itu. Dengan adanya mereka kita pasti bisa mengalahkan naga hitam!.”
Kedatangan guild Wild Beast membuat para Hunter mendapatkan kembali keberanian mereka.
Pertempuran pun terus berlanjut, awalnya aku berpikir jika anggota guild Wild Beast semuanya adalah Tamer, tapi melihat pertempuran ini aku pun sadar jika sebenarnya pria botak lah satu-satunya Tamer di guild tersebut.
“Apa dia meminjamkan binatang yang telah dijinakkan?.” aku menatap anggota guild Wild Beast yang bertarung bersama dengan binatang peliharaan mereka.
“Maju para kumbang, pasukan penyerang bersiap melakukan serangan!.” dalam sekejap sistem komando dipegang oleh pria botak itu. Bahkan para Hunter lain pun mulai bersatu mengikuti perintah pemimpin guild Wild Beast.
Digerakkan oleh keinginan kuat untuk menjadi pemenang, para Hunter mempertaruhkan nyawa melawan monster yang dianggap sebagai entitas superior.
Entah apa tujuan mereka, apa mereka ingin menjadi Dragon Knight sesuai dengan isu yang beredar, atau mereka ingin mendapatkan uang dari hasil menjual material naga, atau alasan lainnya merupakan ingin disebut sebagai pahlawan karena menyelamatkan kota dari ancaman naga hitam?.
“Apa pun alasan yang mereka miliki, adikku tidak mungkin mereka kalahkan.”
Naga hitam mulai terdesak karena jumlah Hunter mulai bertambah banyak, sepertinya seluruh Hunter di kota tengah bergerak untuk melakukannya Raid penaklukan besar-besaran.
GROOOAR!
Naga hitam berteriak keras, mendengar auman itu bukannya takut para Hunter justru semakin senang.
“Hahaha… dia mulai menjerit kesakitan, kita pasti telah menemukan titik lemahnya.” ucap pria botak yang menjadi pemimpin Raid besar ini.
Namun tidak seperti yang dibayangkan oleh para Hunter, Auman naga hitam bukan dikarenakan serangan dari mereka yang mencoba membunuhnya, melainkan naga hitam tengah menggunakan sihir kegelapan.
Gerrrrr! Mayat Hunter disekitar kembali dibangkitkan menjadi pasukan naga hitam.
“Brengsek, mereka menjadi zombie!.” umpat pria botak saat melihat banyaknya mayat Hunter yang dirubah menjadi zombie.
Dalam sekejap para Hunter yang berpikir dapat mengalahkan naga hitam dengan jumlah mulai pesimis. Melihat pasukan naga hitam, ketakutan akan kematian lalu dijadikan zombie menghantui semua orang.
“Tidak, aku tidak ingin mati!.”
“Tidak berguna, naga hitam terlalu kuat!.”
“Aku… aku ingin jika hari ini ada kencan, selama tinggal kawan-kawan.”
“Kencan apaan, kau kan jomblo!.”
Pasukan Raid mulai kacau ketika sebagian orang yang ketakutan mulai mengacaukan formasi.
“Tidak ada lagi yang bisa aku lihat.” meninggalkan medan perang, aku menaiki sapu terbang menuju pulau terapung.
***
To be Continue.
__ADS_1