Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 28: Setelah pertempuran


__ADS_3

Goblin yang melihat jumlah mereka berkurang dengan cepat mulai ketakutan. Mereka yang berada di barisan belakang mulai melarikan diri. Namun para Skyweed yang mengendalikan survivor tidak akan mengizinkan satupun goblin untuk melarikan diri, karena Azlea menginginkan Exp yang lebih banyak.


Satu jam berlalu, semua goblin telah berhasil di musnahkan. Skyweed yang tugasnya telah selesai pun meninggalkan inang mereka. Sebelum pergi Skyweed memberikan satu botol nektar hingga akhirnya mereka terbang tersebar ke segala penjuru hutan.


Setelah para Skyweed meninggalkan pengungsian. Para survivor pun membicarakan tentang makhluk rumput terbang itu.


“Aku merasa Exp yang diperoleh saat bersama dengan rumput itu menjadi berkurang setengah.” Dedi memeriksa layar status nya.


“Ya, aku pun demikian.” April melihat jika senjata yang dia ciptakan dari cairan lengket masih bisa digunakan walaupun Skyweed telah pergi


“Aku merasa begitu lapar.” Riki mulai memakan nektar dengan lahap.


“Bukan hanya kekuatan yang bertambah, apa kalian merasa jika sesuatu telah dimasukkan ke dalam otak kalian?.” semua pandangan tertuju pada Hesti, “Aku tidak pandai menggunakan pedang pada awalnya, tapi entah bagaimana setelah rumput terbang mengendalikan tubuhku, aku jadi mahir menggunakan pedang. Bahkan ada beberapa Skill berpedang di layar status milikku sekarang.”


Mendengar penjelasan Hesti membuat semua orang kembali mengingat saat mereka dikendalikan. Awalnya mereka tidak dapat menggerakkan tubuh mereka sendiri, tubuh bergerak dengan gerakan yang tidak mereka mengerti. Namun semakin lama mereka terbiasa dan tanpa sadar telah menguasai gerakan yang sebelumnya dikendalikan oleh Skyweed.


“Aku pun sama, beberapa mantra sihir masuk ke dalam otakku. Lalu saat aku menggunakannya, skill baru muncul di layar status.” Dedi merasa senang karena mendapatkan beberapa sihir baru.

__ADS_1


Para survivor terus mengobrol hingga pak Budi datang dan menyuruh mereka beristirahat. Walaupun kelelahan mereka bisa dihilangkan dengan nektar, tapi tubuh manusia tetapi memerlukan istirahat, jika tidak maka mereka akan kehilangan fokus dan merasa kantuk yang begitu parah.


Tugas penjagaan akan diawasi oleh para sukarelawan yang sebelum-sebelumnya tidak di pilih atau menolak menjadi inang para Skyweed. Para sukarelawan yang terluka tapi telah di sembuhkan dengan nektar pun ikut berjaga.


“Ah, nona.. permisi nona!.” Riki memanggil wanita yang memberikannya Sekop. “Sekop ini benar-benar sangat membantu. Terimakasih karena telah meminjamkannya padaku.” Riki berniat mengembalikan Sekop yang dipinjamkan padanya, walaupun sebenarnya Riki merasa agak sayang terhadap sekop itu setelah melihat kemampuannya.


Melihat wajah Riki yang terlihat jelas setengah hati menyerahkan Sekop miliknya, wanita itu hanya tersenyum kecil. “Kau bisa menyimpannya.”


“Apa!.” Riki sangat terkejut dengan perkataan wanita itu, “Alat itu akan lebih berguna jika digunakan oleh orang yang tepat.” wanita itu memberikan alasan jika dirinya tidak bisa menggunakan sebuah Sekop sebagai senjata.


“Aku bisa memberikan sekop itu padamu dengan satu syarat.” Wanita itu mengajukan tawarannya.


“Jangan khawatir, itu permintaan mudah.” Riki tidak dapat melihat mulutnya yang tertutup masker, tapi dari sorot matanya dia menyadari wanita itu tengah tersenyum.


“Bisakah kau ikut bersamaku turun gunung menuju Kota?.”


“Hah, Ke kota!.” teriakan Riki yang terkejut membuat beberapa orang mendengarnya. “Terdapat banyak zombie di kota, kau ingin mati?.” Riki berniat mengembalikan Sekop tapi wanita itu mendorongnya kembali.

__ADS_1


“Kau benar tapi melihat keadaan ditempat ini tidak ada jalan lain selain kembali ke kota.”


“Apa maksudmu?.”


“Apa kau melihat persediaan makanan yang dimiliki para militer?”


“Hem?.” Tatapan Riki begitu tajam menandakan jika dia pun telah memikirkan hal sama.


“Kau sadar bukan jika tidak lama lagi mereka tidak akan bisa memberi makan pada setiap mulut pengungsi. Sementara itu kita tidak tahu apakah hutan ini memiliki sumber makanan yang cukup atau tidak, sedangkan monster terus berkeliaran mengancam.”


Riki menganggukkan kepala setuju dengan perkataan wanita itu. “Kira harus mencari makan dan tempat yang lebih aman.” Ucap Riki. Tanpa dia sadari wanita di depannya menyunggingkan senyum lebar.


‘Akhirnya petualang reruntuhan kota.’


***


[Riki konsep]

__ADS_1



To Be Continue.


__ADS_2