Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 18: Outbreak Gelombang Kedua


__ADS_3

Sebuah layar transparan seperti hologram muncul di depanku. Layar akan menghilang jika aku menginginkan untuk menghilang dan kembali muncul jika aku menginginkannya.


“Misi berburu zombie, ini seperti sebuah sistem game. Mungkinkah ini hadiah yang dikatakan oleh pohon evolusi karena berhasil selamat dari gelombang pertama?.”


Perhatianku tertuju pada manusia di garda terdepan, mereka seperti orang kesetanan yang begitu bernafsu untuk membunuh para zombie. Semua orang terlihat menju begitu bersemangat setelah suara perempuan yang dipanggil sistem notifikasi oleh beberapa orang mengumumkan di mulainya quest.


“Mereka akan kesulitan jika terus membuang-buang amunisi seperti itu.” Aku menatap para sukarelawan yang terus menembak secara membabi-buta tanpa peduli dengan sisa amunisi. Menggunakan kekuatan manipulasi akar, aku mulai membantu para survivor. Walaupun niat sebenarnya aku ingin menyelesaikan quest karena penasaran oleh hadiahnya.


Groaaar! Satu zombie terjerat oleh akar yang tumbuh melilit lehernya, kemudian akar itu tertarik keatas membuat zombie tergantung. Lilitan akar semakin lama semakin kuat hingga, ‘Krack’ suara tulang remuk terdengar.


Ding!


[Selamat telah mengalahkan monster pertama anda]


[Sekarang anda bisa terhubung dengan sistem dunia]


[Ucapkan open stats untuk melihat status yang anda miliki]


Deretan suara sistem notifikasi terdengar di kepalaku begitu membunuh satu zombie. “Status? Mari lihat status yang Ku miliki.”


___________________________________________


{Azalea}


Ras: Skyweed


Job: None


Level: 1 (27%)


HP: 500 MP: 600


Def: 50 Int: 60

__ADS_1


Atk: 25 Agi: 20


Sp: 10


Skill: Nectar Maker, Resin Maker, Root Control, Grafting.


Skill Ras: Death Scream, Parasit, Fly, Brain Control.


Skill Job:


___________________________________________


Memang terlihat seperti sistem game RPG yang manusia buat. Aku tidak tahu apa ini statistik milikku bagus atau tidak, tapi melihat jika manusia biasa di level 1 hanya memiliki statistik 10 di setiap hal membuatku berpikir stat milikku cukup bagus.


Banyak skill yang belum sempat aku uji coba, mumpung di depanku terdapat banyak kelinci percobaan jadi mari kita gunakan satu-satu.


Yang pertama [Nectar Maker], Yap itu hanya kemampuan biasa menghasilkan madu. Tidak berguna untuk pertempuran. Selanjutnya ada [Resin Maker], aku sangat penasaran dengan kemampuannya ini.


“Nari kita coba…..”


Tidak ada yang terjadi, kenapa? Jangan katakan seperti halnya kemampuan [Nektar maker] yang mengharuskan tubuh utama untuk membuatnya, itu berarti aku tidak dapat menggunakan dua Skill ini saat menjadi arwah. Itu menyebalkan.


“Skill [Grafting] pun tidak bisa aku gunakan, sepertinya hanya [Root Control] yang bisa aku gunakan dalam mode arwah.”


Menggunakan kemampuan manipulasi akar, aku menyerang beberapa zombie. Pohon di hutan ini yang telah mengalami mutasi membuat akar-akarnya begitu kuat. Dengan mudah belasan zombie terbunuh saat aku menusuk tubuh mereka menggunakan akar.


...[Exp 107]...


...[Exp 104]...


...............


............

__ADS_1


.........


...DING!...


...[Level up]...


...[Selamat karena telah berhasil menyelesaikan quest Berburu Zombie]...


...[Mendapatkan 1 random box tingkat Rare]...


...[Saat ini anda mendidik posisi 12.490 dalam perolehan poin]...


Setelah membunuh sepuluh zombie, notifikasi kembali terdengar. Box bisa aku ambil dari stat menu, sepertinya terdapat sebuah kotak penyimpanan di sana.


“Terasa menyenangkan saat naik level, tapi posisi ke dua belas ribu, bukankah itu terlalu berlebihan?.” tatapanku tertuju pada garda terdepan dimana para manusia tengah berjuang mempertahankan garis batas.


Diantara mereka ada yang terlihat sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas melindungi warga, tapi tidak sedikit yang mementingkan mengumpulkan poin tanpa mempedulikan sebanyak apapun amunisi yang mereka buang.


“Baiklah, kembali ke fokus utama. Kemampuan apa lagi yang bisa aku gunakan dalam mode arwah?.” Mengalihkan perhatian dari para manusia aku kembali fokus pada layar status.


Ada tiga macam skill. Skill biasa, Skill Ras dan skill job. Skill biasa adalah kumpulan dari skill yang aku dapatkan dari hadiah pohon evolusi, sementara skill ras merupakan kumpulan skill yang aku dapatkan setelah merubah ras sebanyak dua kali.


Kemudian yang terakhir belum ada satupun skill yang aku peroleh pada Skill Job karena aku belum memiliki pekerjaan. “Entah bagaimana aku menjadi seorang pengangguran.”


Aku pun menggunakan satu persatu skill Ras, tapi sayangnya seperti sebelumnya tidak banyak skill yang bisa aku gunakan. Sebagai arwah hanya skill teriakan kematian yang bisa aku gunakan.


“Aaaaaa!.” aku berteriak keras kearah zombie, tapi tidak ada yang terjadi pada para zombie, namun justru para manusia yang ketakutan. Apa mungkin [Death Scream] tidak berpengaruh pada Undead seperti zombie?.


Sangat merepotkan, terlalu banyak hal yang tidak bisa aku lakukan saat memasuki mode arwah, aku harus mencari cara bagaimana menggerakkan tubuh utamaku tanpa menimbulkan ledakan kristal Mana.


Perhatianku tertuju pada skill pencangkokan [Grafting], jika skill itu memang seperti yang aku pikirkan maka semua akan luar biasa.


Meninggalkan para manusia yang mulai kerepotan setelah amunisi mereka mulai menipis, aku kembali ke puncak gunung.

__ADS_1


***


To be Continue.


__ADS_2