
April yang sekarat merasakan sakit luar biasa pada tubuhnya. Dia dapat merasakan darah mengalir deras dari perutnya yang telah di tikam beberapa kali.
“Apa aku akan mati?.” Rasa sakit mempengaruhi pikirannya. April mendengar teriakkan goblin yang telah mengalahkan dirinya. Seolah memerintahkan agar semua orang dihabisi para Goblin bertambah bersemangat sementara pihak manusia semakin terdesak.
Sekarang tinggal April seorang diri. Goblin yang telah mengalahkannya menatap April dengan wajah buruk lalu bersiap memenggal kepala April menggunakan pedang.
“Aku tidak mengira akan berakhir seperti ini.” April pasrah akan kematiannya. Namun
Jraaaas…
Pedang goblin itu meleset karena hanya mengenai tanah beberapa sentimeter dari leher April. Goblin marah karena serangannya tidak mengenai sasaran, monster hijau itu mencoba untuk keduakalinya tapi tetap saja serangannya tidak mengenai April.
Berkali-kali goblin berusaha memenggal kepala April tapi usahanya selalu gagal, April sendiri bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hingga gadis itu lebih kebingungan saat tiba-tiba tubuhnya bergerak sendiri berguling kesamping untuk menghindar tebasan.
Sebuah cairan lengket keluar dari pori-pori telapak tangan. Seorang ada yang membimbingnya, April membuat cukup banyak cairan lengket untuk dibentuk menjadi pedagang.
Cairan lengket memiliki sifat mengeras dengan cepat sehingga April harus segera menyelesaikan bentuk pedang yang dia inginkan. Tapi beruntung gadis itu adalah seorang seniman yang handal.
Wussss…! Pedang goblin hendak menyerang punggung April, namun gadis itu seolah memiliki mata di belakang kepalanya sehingga mampu menghindar beberapa tebasan tanpa perlu melihat.
“Sempurna.” Selesai dengan hasil karyanya April segera berbalik badan, tebasan dari goblin yang marah bersiap memenggal kepala April. Tapi dengan pedang transparan seperti kaca yang dia ciptakan dari cairan lengket April menangkis pedang goblin.
Triiiiiing! Aneh pedang transparan yang terlihat rapuh itu mampu menahan pedang besi milik goblin, seolah cairan lengket yang menjadi satu-satunya bahan membuat pedang memiliki kekerasan seperti besi.
Ronde kedua pertempuran April dengan goblin dimulai, mendapatkan kemampuan baru dan entah bagaimana kekuatannya menjadi lebih besar membuat April bertarung lebih menekan. Goblin jelas begitu kualahan dengen permainan pedang dari April.
‘Aku merasakan seperti mengikuti aliran sungai.’ Awalnya April merasa tubuh digerakkan oleh sesuatu. Tapi semakin lama dia memahami gerakan tubuhnya sendiri sehingga kini dia tidak merasa lagi jika sedang dikendalikan.
__ADS_1
“Siapa kau!.” tiba-tiba suara seorang wanita terdengar di kepalanya, suara itu berbeda dengan suara sistem notifikasi yang beberapa hari telah mengganggu kepalanya.
Setelah perkataan itu suara wanita di kepala April tidak lagi terdengar walaupun April mencoba terus berkomunikasi. Melihat April terus mencoba berkomunikasi dengan sosok yang menyebutkan dirinya sebagai penguasa gunung, membuat goblin marah karena keberadaannya tidak di hiraukan.
Sebuah tebasan cepat terarah pada kepala April, namun gadis yang telah merasakan kekuatannya bertambah besar terlihat bosan dengan serangan goblin. April menghindar dengan tenang lalu dalam satu hentakan kaki dia mengumpulkan seluruh kekuatan dalam satu tebasan.
“Icimonji!.”
Jraasss!
Tebasan kuat secara horizontal membelah tubuh goblin dari kepala hingga ke bawah secara sempurna. Melihat goblin itu mati, membuat yang lainnya terkejut.
“Apa?, Apa dia pemimpin kalian?.” tanya April pada para goblin. Dengan marah para goblin pun mengarah senjata pada gadis itu, dengan kekuatan yang dia miliki April merasa menghadapi ratusan goblin bukanlah hal yang sulit.
Tapi sebelumnya melakukan apapun ratusan rekannya masuk kedalam pertempuran dengan rumput di kepa mereka. April menyadari mereka juga mengalami kenaikan kekuata seperti halnya dirinya, bahkan diantara mereka juga ada yang mampu membuat beragam senjata dari cairan lengket.
***
Jumlah pasukan zombie mencari dua ribuan, sementara pasukan mereka hanya berjumlah kurang dari dua ratus. Walaupun begitu kekuatan baru yang mereka dapatkan dari rumput parasit membuat goblin terasa seperti ayam yang kepalanya bisa di potong kapanpun.
“Nona April, apa kau baik-baik saja?. Aku melihatmu mengalami luka serius tadi.” Hesti dengan penuh perhatian menanyakan keadaan salah satu relawan yang cakap dalam pertempuran.
“Itu tidak masalah sekarang, entah bagaimana lukaku disembuhkan.” April membuka bajunya yang sobek akibat tikaman, kulit di balik bajunya terlihat tampan goresan sedikitpun walaupun dia melihat sendiri tubuhnya telah ditusuk beberapa kali oleh goblin yang dia lawan m
“Satu-satunya penjelasan yang ada saat ini adalah tanaman yang hinggap di kepala kita.” Hesti menyadarkan jika ada bunga mawar putih di kepala April. Tidak seperti Hesti yang membentuk sebuah mahkota, di kepala April hanya membentuk sebuah bando.
“Punya kita berbeda dengan yang lain, apa artinya itu?.” tanya April.
__ADS_1
“Siapa yang tahu, ini untuk pertama kalinya parasit mengambil alih tubuhku.” walaupun mengatakan demikian, Hesti merasa senang dengan mahkota mawar di kepalanya.
“Yang pasti sekarang…” Menggunakan cairan lengket, Hesti menciptakan pedang dan panah “Ayo selesaikan ini sebelum tubuh kita tidak kuat menahan parasit ini lebih lama.” seperti yang dikatakan Hesti, April merasa rasa laparnya semakin besar semakin lama parasit mendiami tubuhnya. April pun teringat dengan apa yang terjadi pada pemuda kemarin.
***
Keadaan berbalik, goblin mulai terdesak oleh seratus manusia dengan rumput aneh di kepala mereka. Dengan menggunakan Sekop yang dia dapat dari salah satu relawan, Riki membabat goblin di depannya. Dia begitu bersemangat menerangi monster itu hingga dua berhenti saat tiba-tiba seorang gadis yang sangat dia kenali bertarung disampingnya.
“Terima ini makhluk menjijikkan!.” Gadis itu melempar beberapa shuriken yang dua buat dengan cairan lengket.
“Emil!.” (Panggilan Emily dari kakaknya.)
“Abang!.” Emily, gadis yang kehilangan lengannya terkejut saat melihat kakaknya tepat berada di sampingnya.
“Kenapa kau ada di sini?.” Riki pun terkejut ketika melihat lengan Emily yang menghilang kini telah tersambung dengan lengan kayu.
“Yah, kau bisa menanyakan itu pada rumput di kepalaku yang terus mendorongku untuk bertarung.” Mendengar perkataan adiknya, Riki Sada jika Emily saat ini tengah di kendalikan, begitu juga dengan dirinya dan yang lainnya.
Karena tidak memiliki cara untuk meminta agar rumput terbang melepaskan adiknya, Riki pun tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan adiknya bertarung, namun Riki tetap mengawasi adiknya.
Selain Emily, Saras temannya pun ikut dikendalikan oleh Skyweed, namun posisi Saras bisa dibilang cukup aman karena berada di barisan belakang dengan panah miliknya.
“Kenapa kau tidak membuat panah saja daripada kunai?.” tanya Riki.
“Itu karena bidikan ku tidak terlalu bagus dalam jarak sejauh itu.” Emily memberikan alasan sambil melempar beberapa kunai.
Saat para survivor sibuk membasmi goblin, seorang wanita menikmati aliran Exp yang semakin memperkuat diri nya.
***
__ADS_1
To Be Continue.