Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon

Aku Bereinkarnasi Menjadi Pohon
Low 19: Grafting (Pencangkokan)


__ADS_3

Kembali ke tubuh asli aku menyadari perubahan yang terjadi dengan wujud Mandragora King hasil evolusi sebelumnya. Di bawah bumi akar berbetuk bayi raksasa itu masih ada namun daun yang tumbuh di atasnya mengalami perubahan. King Mandragora yang sebelumnya memiliki daun lebar seperti daun talas kini berubah lebih kecil mirip ilalang.


“Baiklah sekarang bagaimana caraku melakukan pencangkokan?.”


___________________________________________


[Grafting]


Keterangan: Teknik memperbanyak tanaman dengan cara memotong bagian tanaman induk, yang kemudian akan menjadi tanaman baru dengan sifat yang sama seperti induk-nya.


___________________________________________


Seperti skill lainnya, penjelasan yang tertera begitu singkat seolah si penulis pada bagian keterangan Skill adalah seorang pemalas. Tidak ada penjelasan lebih lanjut bagaimana aku akan menggunakan skill tersebut, apa aku hanya perlu memotong sebagian tubuhku begitu saja?.


Menggunakan [Root Control] aku mengendalikan akar untuk memotong daun di kepala king Mandragora, kesehatanku sedikit berkurang saat melakukan itu. Lalu.…Tidak ada yang terjadi, itu hanya selembar daun yang bergoyang tertiup angin.


Kemudian aku mencoba melemparnya daun itu ke tanah dan tetap saja tidak ada yang terjadi. “Sangat lucu jika berpikir semuanya akan berjalan begitu mudah.” Aku merasakan badai otak menyerang kepalaku ketika berpikir keras bagaimana cara menggunakan skill pencangkokan.


Kemudian setelah memakan waktu cukup lama untuk melakukan berbagai percobaan yang semuanya gagal, aku pun berpikir untuk menyerah. Tatapanku tertuju pada daun yang sebelumnya aku patahkan. Aku menyiraminya dengan air danau namun tidak ada yang berubah.

__ADS_1


Karena bosan aku iseng membuat patung manusia dari tanah basah. “Dia mengingatkan aku pada Golem pertama yang aku buat.” Tatapanku tertuju pada patung manusia yang bentuknya begitu abstrak karena sulit membuat kerajinan menggunakan akar tanaman.


Namun melihat patung itu membuatku teringat dengan satu hal penting.


“Tunggu. Bagaimana caraku membuat Golem? Dewi Persefone telah yang mengajariku tentang itu lalu bagaimana aku melupakannya. Apa karena efek dari sungai Stiks?.”


Golem neraka adalah salah satu pasukan utama yang aku miliki di dunia sebelumnya. Sebagian besar dari pasukan Golem dibuat oleh tanganku sendiri. Namun akibat dari sungai kelalaian yang aku lewati membuat ingatanku mengenai pembuatan robot budukan itu sedikit kabur.


Aku pun berusaha untuk kembali mengingat apa yang ibu Dewi ajarkan padaku.


'Setiap kehidupan memiliki sebuah inti, seperti contohnya manusia yang memiliki jantung yang dapat membuat otak bisa berpikir, kemudian otak mengirim sinyal pada syaraf sehingga seluruh tubuh pun dapat bergerak'.


Aku kembali mengingat perkataan Dewi Persefone.


“Inti monster, aku memiliki banyak di bawah kakiku.” Aku kemudian mengambil salah satu kristal Mana setinggi satu setengah meter dengan bobot mencapai 60 kilogram dari salah satu akar.


Kristal Mana itu memiliki warna Crimson (merah tua) yang menandakan tingkat dari kristal berada di Rank A. “Aku bisa menciptakan monster tingkat Lord dengan kristal ini.” Aku membayangkan betapa gilanya monster yang akan aku buat.


Meletakkan daun di atas kristal Mana, hanya tersisa dua item untuk pembuatan monster, yaitu jiwa dan katalis. “Daun masih hidup yang berarti terdapat serpihan dari jiwaku di dalamnya. Terakhir yang aku butuhkan sekarang adalah katalis penghubung.”

__ADS_1


Menggunakan nektar sebagai penghubung, aku meneteskan cairan emas layaknya madu di atas daun. Perlahan batu pun bersinar lalu energi Mana dalam jumlah besar terserap ke dalam potongan daun.


“Berhasil, ini berhasil. Buwahahaha!.” aku tidak dapat menyembunyikan kegembiraan ku saat akhirnya percobaan pencangkokan berhasil.


Potongan daun itu mulai tumbuh dengan cepat, semakin lama daun menyerap energi mana semakin banyak daun lain bermunculan, hingga setelah 10 menit berlalu semua kristal Mana terserap ke dalam daun yang telah berubah bentuk.


Terlihat seperti rumput laut yang dijemur, potongan daun telah menjadi Skyweed yang aku lihat saat evolusi. Rumput langit melayang terbang di sekitar tempat king Mandragora tumbuh. Aku segera memindahkan kesadaran ku ke Skyweed, itu berhasil dengan lancar.


“Huwahahaha…. Ini sangat menakjubkan.” melayang-layang di atas gunung aku menikmati menggunakan tubuh baru. “Dengan ini aku bisa menggunakan kemampuanku yang belum sempat aku coba.” Aku tidak sabar mencoba semua yang bisa aku lakukan dengan tubuh baru ini.


Tatapanku tertuju pada pengungsian yang sudah porak-poranda oleh serbuan zombie, ribuan orang yang masih ingin bertahan hidup berusaha naik ketempat yang lebih tinggi.


“Baiklah, saatnya untuk berburu.”


Tapi sebelum itu mari kita buka kotak acak yang aku dapatkan dari membunuh 10 zombie.


“Hehehe... aku penasaran apa yang akan aku peroleh.”


__ADS_1


***


To Be Continue.


__ADS_2