Aku Dan Diriku

Aku Dan Diriku
Aku Dan Diriku Bab 13


__ADS_3

Aku Dan Diriku Bab 13


"Nek, ayah mana nek?"


"Ayah nggak bisa kesini sayang"


"Hiks tapi april kangen ayah nek hiks"


"Iya nak, nanti ya nenek coba minta tolong sama bibi kamu untuk hubungi ayah. Kalo april lagi sakit dan ingin bertemu ayah, yah? Sabar ya"


"Hiks sakit nek, badan april sakit"


"Iya sini sini nenek peluk ya, nenek elus elus yang sakitnya. Sebelah mana?"


"Kenapa ayah nggak nemuin april lagi nek, udah lama ayah nggak kesini. Nek, apa april nakal jadi ayah tak ingin ketemu april lagi?"


"Hust, nggak boleh gitu bicara nya, april anak yang baik ko. April nggak nakal, ayah nggak kesini karena mungkin ayah sibuk. Bukan berarti tak ingin bertemu april karena april nakal"


Tiba tiba saja aku teringat masa lalu, dimana aku selalu bersama nenek sepanjang waktu. Nenek, sejak nenek pergi tak ada lagi tempat untuk aku bercerita nek.


Dulu saat ayah sedang sibuk oleh pekerjaan nya dan sibuk untuk henda dan dia, aku masih ada teman, aku tak begitu kesepian karena aku bersama dengan nenek. Meski hanya dengan nenek, aku senang karena tak sendirian.


Aku bersyukur setidaknya ketika aku masih kecil, aku tak perlu mengalami hal menyakitkan sesakit ini. Meski tak bisa bohong, bahwa ternyata aku sakit sejak aku masih kecil. Sejak ibu pergi lalu ayah yang menikah lagi. Semua terlalu rumit untukku.


Apa yang aku mau, apa yang aku harapkan dari ayah dengan dia menikah lagi? Aku hanya ingin menjadi layaknya seorang anak yang selalu di sayangi dan dilindungi oleh orang tua nya.


Aku tau, sedari dulu aku tak pernah tak punya mainan, tak pernah aku tak bisa beli ini itu secara langsung, tak pernah aku kehabisan uang untuk jajan. Namun nyatanya itu semua tak cukup, karena yang aku butuhkan adalah kasih sayang. Bahkan sampai saat ini.

__ADS_1


Perasaan ini perasaan iri pada anak anak yang selalu di beri pelukan hangat dan manja dari ibunya, perasaan ini perasaan iri pada anak yang selalu bermain bersama ayah nya, perasaan ini perasaan ingin di sayangi oleh orang tua.


Aku terlalu berserakan dimana mana, sehingga aku tak bisa menggapai tujuan ku. Aku tak bisa mengendalikan keinginan ku untuk mendapat cinta kasih itu. Aku selalu menginginkan nya, sampai saat ini.


Meskipun ayah selalu memberikan apa yang aku mau, ayah selalu berusaha untuk ada untukku walau harus berburu dengan waktu, namun itu semua tak cukup menjadikan aku anak yang baik dan menherti perasaan cinta dan kasih nya orang tua.


Aku tak menyalahkan ayah, karena aku tau ayah harus bekerja untukku nenek dan ayah sendiri makan setiap harinya. Namun terlalu keras ayah berjuang sehingga tak ada waktu untukku.


Aku tahu perasaan ini adalah ke egoisan ku sendiri yang menginginkan segala hal secara bersamaan, aku egois. Tapi aku tak bisa jika tak seoerti itu, aku menginginkan nya. Sesibuk apapun keadaan nya aku ingin di sanjung ayah, di perhatikan ayah.


"Ayah lihat, april bisa bikin rumah ini"


"Wah hebat, ayo ayo bikin lagi yang banyak haha


"Iyaa siap ayah"


Aku rindu ayah yang dulu begitu perhatian padaku. Hingga dia datang dan menemani ayah, segalanya berubah. Ayah akan sibuk dengan nya dan keluarga barunya.


Aku sangat egois, namun aku ingin ayah aku rindu ayah. Ayah sangat menyayangi ku bahkan sampai saat ini aku tau itu, namun maaf ayah aku tak bisa menjadi seperti yang ayah harapkan, karena sekarang aku harus melawan egoku dan juga dia yang berusaha merebut ayah dari pelukan ku. Maafkan aku ayah, maafkan ke egoisan anak mu. Aku minta maaf.


(April aprilia anak pertama saat tk)


Aku masih menyiman nya ayah, fotoku di saat aku masih kecil. Dan tulisan ayah di balik foto itu, pertanda agar ayah dapat membedakan yang mana yang masih tk bayi dan juga saat sd. Aku rindu ayah.


Hiks hiks


Bagaimana aku dapat mengungkapkan semua ini ayah? Sekarang untuk bisa bicara dengan ayah pun aku tak bisa, segalanya terbatasi bahkan aku tak sanggup bercerita banyak pada ayah karena aku akan menangis jika bersama dengan ayah. Saking kuatnya rasa rindu, dan rasa bersalah ku pada ayah.

__ADS_1


Di saat sedang sendiri seperti ini ingatanku akan kembali ke masa dimana ayah akan selalu ada menyayangiku. Aku rindu ayah.


"Ayah ini ya jangan keterlaluan dong, anak itu nggak akan bisa apa apa kalo nggak di suruh belajar! Jika memang ayah menyayanginya didik dia agar bisa memenuhi segala keinginan nya sendiri!!"


"Mamah juga akan seperti itu pada anak lelaki mamah yang sekarang, sekarang saja dia di manja jika sudah dewasa pun akan mamah suruh untuk belajar mandiri!"


"Ingat ya ayah, jika ingin terus bersama dengan mamah ikuti peraturan mamah!"


Aku tahu ayah tertekan, ayah hanya ingin menyayangi ku, ayah ingin aku tahu jika ayah sangatlah menyayangiku. Namun kata kata dia membuat ayah bingung dan tertekan harus bagaimana mengahadapi dia dan juga merawat aku.


Akhirnya aku tau ayah, akhirnya aku mengerti. Maaf karena selama ini aku terlalu egois ayah. Aku terlalu mengasihani diriku sendiri.


...


Saat ini aku sedang di tempat dimana tak ada orang lain selain aku, aku mendatangi tempat ini jika aku sedang dalam keadaan seperti sekarang, sangat kacau.


Disini tempat aku merenung, tempat dimana tak seorangpun tau kecuali aku. Aku menemukan tempat ini beberapa bulan yang lalu, saat aku sedang kacau dan aku berjalan tak bertujuan, hingga kaki ku berhenti di sini di tempat yang indah dan sunyi.


Sejak saat iui disini lah tempat aku menenangkan diriku, dari kacaunya hidup dan beratnya beban yang aku punya.


"Nenek, apa nenek tau jika hidup ku akan seperti sekarang? Apa nenek pergi setelah yakin aku bisa melewati ini semua?"


Akhirnya aku dapat melepas tangis ku, tak tertahan lagi. Aku mengeluarkan semuanya, segala luka yang ada di hati. Meski tak akan bisa mengobati setidaknya dengan melepaskan tangisan ku seperti ini dapat mengurangi sedikit beban yang ada.


Hiks hiks huhu huhu


"Ayah, aku ingin ayah tahu jika aku sakit yah hiks, aku tak tahu sampai kapan aku akan terus menerima rasa sakit ini hiks, sampai kapan aku akan terus membohongi diriku sendiri ayah hiks"

__ADS_1


"Tuhan aku lelah hiks hiks haaa huhu"


__ADS_2