Aku Dan Diriku

Aku Dan Diriku
bukan update


__ADS_3

Haii haii teman teman.. berhubung Aku Dan Diriku udah tamat. aku mau kasih tahu karya kedua aku, kalian jangan lupa baca cerita IAN aku yakin ceritanya nggak kalah seru ko sama cerita ADD(Aku Dan Diriku).



"woiii iann bangunn"


"Bangunn udah siang hayoh we sare ai maneh!!"


Tak seperti biasanya, pagi kali ini rapit masuk ke dalam kamar ian sembari berteriak.


Dengan kasar nya rapit membangunkan ian, semakin kasar maka semakin enggan pula ian mendengar orang tersebut.


Apa lagi sejak tadi yang membangunkan nya dengan kasar adalah rapit.


Kesal dengan sikap ian yang mendiamkan nya padahal sedari tadi rapit berteriak, tak segan lagi akhirnya rapit menyingkap selimut ian. Menyeret kaki ian dengan kasarnya, bahkan sampai ian terjatuh dari atas kasur.


Bisa di bayangkan bagaimana sakit nya terpaksa jatuh dari atas kasur yang cukup tinggi!?.


Brukk!!


Pungung ian berbenturan dengan lantai, bahkan dengan suara yang begitu jelas nya rapit tak perduli, tak perduli sekalipun ian tersakiti.


Rapit terus memnyeret kaki ian, baju yang ian kenakan sudah tersingkap, perih sudah terasa karena terus bergesekan dengan lantai.


Meski begitu ian masih diam, kepala ian angkat sehingga tak akan terlalu sakit berbenturan dengan lantai.


Memperhatikan rapit yang terus saja menarik kaki ian, tanpa melihat di belakang jika ian sudah menatap nya tajam, meski ian masih diam.


Sreekk


Sreekk


Bruukk!!


Ternyata memang tak berniat membangunkan, ian di seret hingga belakang rumah, tak ada lagi keramik melainkan tanah yang sudah di plester.


Sekali lagi rapit sedikitpun tak merasa kasihan kepada adiknya, jelas punggung nya akan terluka jika terus menerus bergesekan dengan tanah plester yang di buat kasar itu.


Tak tahan ian bangun, menyentak kaki nya sehingga terlepas dari genggaman kakaknya rapit.


Sedikit tersentak terkejut rapi melihat kebelakang di lihat nya ian yang sudah berdiri, menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Tak lama mereka bersitatap karena ian pergi begitu saja tanpa bicara sedikit pun.


Melihat ian yang pergi rapit merasa menang, dirinya senang karena dapat membangunkan adiknya itu, meski dengan cara menyeret nya.


Ibu sedang pergi ke warung untuk membeli bahan masakan hari ini, dan bapak masih tertidur, jelas bapak nya itu tak akan bangun meski suara teriakan sekalipun menganggu, namun bapak tak akan perduli sehingga bapak masih terlelap di dalam kamar tentunya.


Sebelum ibu pergi ke warung, ibu menyuruh rapit membangunkan adik nya, karena sudah siang.


Sebenarnya waktu masih menunjukan pukul 05.35 masih pagi tentu saja, namun karena tak sabar dan mungkin sedikit enggan jadilah rapit membangunkan ian dengan cara yang sangat kasar seperti itu.


Ibu sudah pulang dari warung bertepatan setelah ian dan rapit bersitatap beberapa detik tadi.


"Sudah di bangunkan adik mu?"


"Udah" dengan santai rapit berjalan hendak masuk ke dalam rumah. Hingga tiba tiba..


Sreekk


Buugghh


Dhuk


Dhuk


Kedatangan ian yang tiba tiba dan langsung menyerang, membuat rapit tak siap sehingga dia tersungkur ke belakang.


Di hadapan nya sudah ada ian yang sedang berjongkok dan langsung memukul kepala rapit dengan linggis besi.


"Ahhhkk anjing!!"


Teriak rapit kesakitan namun tak dapat berbuat apa apa karena tenaga ian lebih besar darinya.


Sontak ibu berhambur ke halaman belakang ketika mendengar rapit berteriak sambil mengumpat, dengan perasaan cemas.


Di lihat nya ian tengah memukulkan linggis besi yang besar itu ke kepala rapit, bahkan terlihat di muka nya rapit ian memukul.


"Iann nanaonan ai maneh, cukup udah cukup hehhhh!!!"


Rasa terkejut panik dan bingung ibu nya ian itu melerai kedua anak lelakinya.


Merasa puas dan melihat ibunya mendekat ian melepaskan cengkraman nya pada baju rapit dan berhenti memukul nya.

__ADS_1


Di lemparnya linggis besi itu, lalu ian beranjak pergi dari sana.


"Nggak apa apa kamu rapit? Astaghfirullah kunaon ai si ian, kamu lagi emang nya kamu ngapain ian sampe dia marah begitu hah?"


Tak menjawab rapit hanya meringis memegangi kepalanya yang pusing, darah segar pun bercucuran di dahi anak lelaki itu.


"Ya sudah masuk dulu hayuk, obatin lukanya"


Menurut, rapit bangun dengan berjalan di papah oleh ibunya. Duduk di kursi depan tv, dan menunggu sang ibu mengambil kompresan dan obat untuk lukanya.


Meski kalap ian tak segila itu, ia hanya mencocok kan dahi anak itu dengan ujung linggis yang terdapat dua conggak di belakang nya.


Mempertemukan nya dengan dahi anak lelaki itu, dan dengan sedikit tekanan maka keluarlah darah segar dari dahinya.


Sedangkan ian sudah siap dengan seragam sekolah nya, masih dengan sisa sisa amarah nya ian kemudian keluar dari dalam kamar.


Bu siti yang melihat anak bungsunya sudah siap sontak menghentikan gerkan kaki anak nya itu.


"Ian rek kamana? Geus siap deui kan belum bantu ibu?!"


Entah lah, meski dengan jelas melihat anak nya sedang tak baik baik saja, namun siti tetap saja memikirkan pekerjaan rumah yang akan di berikan nya kepada ian.


Padahal jelas tadi dia melihat nya sendiri bahwa anak bungsunya itu sedang marah bahkan memukul kakakanya.


Tanpa menjawab, ian hanya menatap tajam ke aras Siti lalu pergi memakai sepatu dan berangkat sekolah.


Tak lagi menghalangi, siti menghampiri rapit mengobati lukanya, lantas bertanya.


"Kenapa sih kalian teh? Sampe ian marah begitu, jadinya nggak bantuin ibu. Mana masih banyak kerjaan lagi, baju belum beres. Yang punya nya udah nanyain. Kunaon hah?!"


Gerutu ibu siti yang sangat menjengkelkan, masih saja memikirkan hal hal yang tak ada sangkit paut nya dengan anak anak nya saat ini.


"Nya teuing!! Tadi rapit bangunin ian, kan di suruh ibu suruh siapa susah bangun ya udah rapit goyang goyang aja badan nya. Ehh malah begitu!"


Bohong rapit tentunya di percaya oleh siti, ibu dari dua anak itu percaya kepada anak sulung nya. Tanpa bertanya lagi kepada yang bersangkutan, dan memilih menyalahkan ian yang susah di bangunkan tentunya.


"Ya udah, nanti ibu aja yang bangunin. Emang kebiasaan, bangun susah tapi di bangunin malah marah marah. Aneh budak teh"


Selesai dengan luka dan introgasi nya, bu siti kembali bertanya.


Ini potongan dari ceritanya, pasti seru yah. pokoknya jangan lupa baca dan ikuti terus cerita nya, jangan lupa vote nya, komen aja kalo kalian nanya aku welcome ko, sama like ya aku tunggu jejak jejak kalian🤗😁.

__ADS_1


Makasih ya udah baca bukan update ini hehe bye.


__ADS_2