
Bab 25
Ingat kan aku selalu tentang hari ini, aku benar benar tak ingin melupakan hari ini. Jika aku bisa menguasai waktu aku akan memberhentikan waktu hanya untuk hari ini saja.
Pertama kali nya aku merasa sebahagia ini bersama seseorang setelah ayah dan nenek. Dan yang paling membuat ku senang adalah seseorang ini adalah lelaki yang akhir akhir ini menggangu pikiran ku.
Aku tak tau harus bagaimana lagi mengungkapkan segala rasa bahagia ini.
Tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran ku jika aku akan bisa sebahagia ini di tengah tengah keterpurukan ku.
Selama ini aku hanya memikirkan nasib dan masalah hidupku saja, memikirkan apa sebenarnya kesalahan ku selama aku tinggal disini dengan mereka orang baru.
Orang orang yang baru karena aku mengenal mereka-mamah dan Henda baru tujuh tahun belakang ini.
Hal yang sangat aku pertanyakan dan aku takutkan jika aku bertemu orang baru, "apakah mereka akan menerima ku? Atau mereka akan menghakimi ku seperti orang rumah?"
Dan pikiran itu ternyata memang hanya kecemasan berlebihan dari diri ku.
Jika aku pikirkan lagi ternyata ada banyak juga orang yang menyayangi ku, mengharapkan hadir ku tanpa sesuatu tertentu ataupun tuntutan tuntutan yang akan menekan ku.
Tia, keluarga tia, Shila, Gilang. Mereka orang orang itu. Orang orang yang menyayangi ku tanpa melihat sisi buruk ku.
Tanpa berniat menyakiti ku dan tulus menyayangiku.
Aku bersyukur di pertemukan dengan mereka semua.
Tuhan, semoga rasa bahagia ini tak hanya hari ini aku merasakan nya. Namun selamanya dan kedepannya, dan harapan ku semoga aku bisa berbahagia di masa depan nanti.
Senyumku tak luntur sepanjang berjalan dan memikirkan Gilang.
Hingga aku sampai di depan rumah pun senyuman ku tak luntur seperti biasanya. Tak ada rasa takut, hanya ada rasa senang dan tenang yang ku rasakan saat ini.
Tuk
Tuk
Tuk
"Assalamualaikum"
Cetrek cetrek
__ADS_1
Ku buka pintu, kembali menutup nya setelah masuk lalu kembali menguncinya juga.
Tak ku perduli kan tatapan aneh dan terheran rehan dari orang rumah, aku masih dengan senyumku masuk kedalam kamar.
Merebahkan badan ku lalu senyumku semakin mengembang, kututup wajah ku dengan kedua telapak tangan. Menjerit tertahan karena rasa ini sungguh membuncah.
Mungkin memang benar ini adalah cinta, ternyata rasa nya memang seluar biasa ini. Sangat amat sesak namun bukan sakit, melainkan sesak dengan bunga bunga yang bermekaran di dalam hati dan tak tertampung.
Setelah cukup aku meraih boneka love yang terdampar di samping ku.
Lagi lagi aku tersenyum, bukan hanya senyum deretan gigi gigi ku pun ikut terlihat karena aku tertawa tawa sendiri dengan hanya melihat boneka love ini.
Ku peluk boneka love ini dengan bibir yang tak bisa aku kantup kan.
Saat sedang asik dengan rasa bahagia ku. Ponsel ku berbunyi, pesan masuk beberapakali.
Sejak aku turun dari motor gilang sebenarnya ponsel ku itu terus berbunyi namun bukan telepon melainkan pesan masuk.
Entah siapa yang mengirimkan pesan sebanyak itu.
Tujuh belas pesan belum terbaca! Astaga.
Shila!!
(Gimana gimana tadi?)
(Jangan lupa cerita lho ya)
(Lain kali kenalin nya jangan teman tapi pacar ok? Xixi)
(Woii udah siang banget ini belum pulang kah?)
(April!!)
(Aprill!!)
(Kemana sih ni anak, masa Shila di cuekin:/)
(Beneran belum pulang apa gimana sih?)
(April)
__ADS_1
(Ohh lama banget sih kalian pacaran nya)
(April ayolah bales dulu)
(April Shila beneran penasaran tahu)
(April. Jangan cuekin Shila, ini udah sore lho)
(Aprill udah pulang belum?)
(April udah di rumah kan? Ayo dong cerita)
(April. April. April. April. April. April)
Sebanyak ini dan Shila benar benar kepo kali ini.
Masih dengan senyuman ku, dan senyum itu semakin mengembang kala aku membaca pesan beruntun dari Shila.
Sahabat ku yang satu ini benar benar perhatian, lihatlah Shila ikut bahagia ketika aku sangat sangat bahagia seperti ini.
Dan Shila ingin aku membagi kebahagiaan ku bersama dengan nya.
Yah itu wajar bukan karena waktu aku sedang terpuruk sedih pun Shila ada membantu bahkan menolong ku.
Baiklah aku akan membalas pesan nya.
(Shila Shila, sabar dulu aku baru pulang tau)
(Aku belum pacaran sama Gilang, Gilang juga belum nembak kali. Jangan langsung bilang kita pacaran Shila nanti kalo Gilang nggak suka gimana?)
Setelah membalas aku memutuskan untuk pergi keluar kamar, aku akan mandi sore ini. Tak perlu menimba airku masih banyak.
Setelah ritual mandi ku selesai aku sedikit berdandan, merapikan rambutku lalu menggunakan lip balm pada bibir ku agar tak pucat.
Setelah itu aku kembali meraih ponsel ku yang sejak aku tinggal aku cas.
Dan aku benar benar ingin terbahak kali ini bukan hanya tersenyum. Lihatlah Shila benar benar lucu.
Baru saja aku tinggal sebentar dan pesan yang Shila kirim sudah lebih dari lima.
Aku kembali membalas pesan nya, kasihan karena Shila benar benar penasaran ingin tahu hubungan ku dengan Gilang.
__ADS_1
Aku tahu semua nya belum tentu dan belum pasti, namun meski begitu aku tetap senang. Dan sekarang aku hanya bisa berdoa semoga harapanku tak akan menyakitiku.