Aku Dan Diriku

Aku Dan Diriku
aku dan diriku bab 24


__ADS_3

Di tinggal berdua dengan Gilang seperti ini rasanya begitu menggelikan, perasaan ku tak karuan pikiran ku kemana mana.


Apalagi pertemuan kali ini ada Shila sebelumnya, baru hari ini Shila bertemu dengan Gilang.


Dan aku sangat sangat gugup seperti ini dengan Gilang.


Setelah makanan ku selesai, aku dan Gilang akhirnya memutuskan untuk berkeliling di dalam maal ini.


Setiap aku dan Gilang bertemu kami selalu menghabis kan waktu hanya duduk berdua di tempat favorit kami.


Di tempat dimana kami pertama kali bertemu, atau Gilang akan mengajakku ke tempat yang sama asrinya namun sedikit berjarak jauh dari tempat biasa kami kunjungi.


Kali ini lain, kali ini aku dan Gilang jalan berdua di tengah keramaian orang orang yang lalu lalang.


Aku jalan di samping Gilang sedikit kebelakang karena malu jika harus sejajar jalan dengan Gilang.


"April"


Ketika pikiran ku sedang kemana mana Gilang memanggil ku, aku yang sedak menunduk pun seketika mendongak melihat Galang yang kini sudah menghentikan langkahnya dan melihat ke arah ku.


"Ah iya?"


Ah ikut berhenti melangkah, pandangan kami bertemu beberapa detik. Lalu aku memutus tatapan kami karena jantung ku yang sungguh tak terkontrol.


Duhh kenapa ini jantung disko gini!!


"Sekarang kita mau kemana?"


Gilang bertanya dengan pandangan yang berkeliling melihat sekitar maal.


"Kemana aja lah bebas, aku ikut aja nggak apa apa ko"


Gilang kembali menatap ku, rasa rasa nya tatapan nya kian hari kian dalam. Astaga otak!!


"Nggak gitu lah, aku akan ikutin kemana pun kamu mau pergi. Kali ini biar kamu yang tentuin tujuan kita gimana?"


Ya ampun, di beri pilihan seperti ini sangat membuatku senang bukan main. Tapi aku tak pernah jalan jalan, bagaimana aku tau daerah bagus yang bisa kami kunjungi?


"Uhmm kemana ya, Gilang kamu kan tau sendiri aku jarang keluar rumah. Aku nggak tau kemana dan dimana tempat wisata yang bagus"


Aku berusaha menjawab jujur dari pada asal ceplos dan berakhir aku malu maluin diri sendiri lebih baik aku berterus terang saja.


Mendengar penjelasan ku Gilang malah tersenyum, senyum yang hangat dan menenangkan.


Aku suka jika Gilang sudah tersenyum hangat seperti itu padaku. Semoga kamu benar benar bisa menjadi matahariku Gilang.


Ya kali ini aku yakin jika aku sudah berharap kepada Gilang.


"Ya sudah, aku mau kita ke toko itu. Yuk temenin aku"


Gilang menarik tangan mu lembut. Mau apa Gilang ke toko boneka, toko yang di tunjuk Gilang adalah toko boneka.


Apa jangan jangan Gilang akan membelikan boneka untuk pacarnya? Dan Gilang mengajak ku akrena ingin meminta pendapat ku?


Huhu kalo begitu nyatanya bagaimana? Aku sudah teekaku jauh berfikir!!

__ADS_1


"Aprill"


Aku tersadar ketika tangan Gilang melambat lambat di hadapan wajah ku.


Astaga ternyata sedari tadi aku melamun. Rutuku dalam hati pada diriku sendiri yang benar benar terlihat memalukan sekarang ini itu pasti.


"Kenapa? Kamu nggak suka boneka?"


"Eh nggak nggak maaf, aku cuma lagi kepikiran aja. Bakso enak kayak nya gitu hehe"


Astaga kenapa malah melantur, baru saja aku beres makan HokBen dua porsi!!


"Hahaha kamu tuh makin sini makin kelihatan ya polos nya, emang tadi belum kenyang ya makan di HokBen?"


Gilang tertawa renyah, namun terlihat mengejek di mataku. Lagian mengapa pula aku kepikiran membahas bakso di saat aku baru saja selesai makan.


"Hehe nggak Gilang itu bakso nya buat nanti aku di rumah gitu, ngemil"


Lagi lagi Gilang tertawa mendengar jawaban ku. Kenapa sih? Emang aku lucu?


"Ya ampun April nyemil nya kamu emang beda ya, bakso di jadiin cemilan haha.. iya iya itu nanti aja pulang nya, sekarang kita masuk dulu yu"


Gilang masuk ke dalam toko boneka itu, dengan tangan yang masih menggenggam tangan menuntun ku untuk ikut masuk kedalam toko boneka itu bersama nya.


"Pilih gih yang bagus yah"


"Hah?"


Aku menatap Gilang cengo, maksudnya Gilang menyuruh ku untuk memilih boneka di istana boneka ini begitu?


Memastikan saja, aku tak mau salah sangka. Meski sebenarnya itu pertanyaan yang .. gimana yah.


Lagi Gilang tertawa renyah, entah lah sejak tadi Gilang terus saja mentertawakan aku. Aku jadi sedikit minder takut nya ada yang aneh pada wajah ku, karena Gilang terus saja tertawa seperti itu.


"Iya April, kamu tuh lucu banget sih.. gih sana pilih yang kamu suka. Aku mau kasih kamu boneka tapi aku nggak tau selera kamu kayak gimana makanya aku nyuruh kamu pilih sendiri duku."


Gilang mencubit pipiku gemas sembari menjelaskan. Tunggu aku masih mencerna setiap ucapan nya.


Gilang ingin membeli kan ku boneka? Bukan memilih kan boneka?


"Serius? Kamu yakin mau ngasih aku boneka?"


Kembali aku berusaha memastikan pendengaran ku tak salah.


"Iya April cantik. Kamu terlalu banyak tanya, udah sana pilih yang kamu suka"


Gilang mendorong lelah punggung ku, menyuruh ku ingin segera memilih boneka yang aku sukai.


Harus nya aku senang, tapi entah mengapa di perlakukan seperti ini justru membuat ku malu.


Aku senang tapi juga malu, saking ssnang nya aku ingin berteriak disini sekarang juga. Tapi tentu saja tak ku lakukan akan terlihat bodoh jika aku melakukan hal itu.


Dan uang pastinya akan membuat Gilang malu.


Setelah beberapa menit berkeliling, akhirnya pilihan ku jatuh pada boneka berbentuk love berwarna merah terang degan mimik wajah yang sedang kasmaran di tengahnya.

__ADS_1


Lucu menurut ku.


"Udah yang kayak gitu? Yakin itu aja? Kecil lho itu"


Sebenar nya tak terlalu kecil ini cukup untuk bisa di peluk. Bahkan aku takut ini terlalu mahal, karena aku melihat Lebel harga yang seratus lima puluh ribu.


Tapi mengapa Gilang seakan tak puas dengan pilihan ku?


"Iya ini aja, lagian lucu ko cukup buat di peluk gini kan"


Aku menjawab nya dengan tangan yang terus memeluk boneka love itu.


"Ohh kamu bayangin lagi peluk aku ya?"


Gilang menggodaku, dengan wajah yang menyebalkan dia menggoda ku!!


Wajah ku terasa panas seperti nya pipiku mulai bersemu.


Aku menunduk di tanya seperti itu.


"Apaan sih Galang jangan ngaco, ini aku meluk boneka bukan meluk kamu"


Meski malu malu aku menjawab pertanyaan menggoda dari Gilang, yang Gilang respon dengan senyum senyum geli sembari melihat ku.


Akhirnya kami pergi membayar dengan aku yang berjalan duluan menuju kasir dan Gilang yang masih terus tersenyum geli melihat ku.


Kini kami sudah di luar toko, aku memutuskan untuk pulang saja, karena walaupun tak melakukan apa apa dan hanya berjalan jalan tapi rasa nya aku lelah.


Seperti yang Gilang bilang, Gilang mengantar ku pulang hingga di depan gang rumah ku.


Gilang terus tersenyum senyum membuat ku salah tingkah di buat nya.


"Ya udah aku pulang, makasih ya Gilang"


"Iya cantik sama sama"


Masih dengan senyum nya Gilang terus saja menatap ku.


"Gilang kenapa sih? Dari tadi liatin April sambil senyum senyum gitu terus"


Akhirnya aku mengajukan pertanyaan yang sedari tadi aku tahan, bukan jawaban yang aku dengar malah tawa Gilang yang menggelegar.


Gilang benar benar tertawa setelah aku bertanya seperti itu.


"Ish kenapa sih?"


"Hahaha nggak nggak, cuma hari ini tuh kamu cantik banget terus lucu banget aku nggak tahan dari tadi pengen cubitin kamu"


Blluss


Sudah lah sudah bisa di pastikan wajah ku sudah merah kali ini. Tak ingin berlama lama aku langsung saja berpamitan dan berjalan masuk ke dalam gang.


Beberapa langkah aku berjalan, aku mendengar motor gilang. Aku membalik badan dan Gilang melabaikan tangan aku membalas nya, setelah itu Gilang menjauh berbaur dengan kendaraan lain.


Hari ini aku senang sangat sangat senang, sejenak ku lupakan semua yang menyakitkan karena hari ini aku benar benar tak ingin di ganggu.

__ADS_1


Aku sangat senang!!


__ADS_2