Aku Dan Diriku

Aku Dan Diriku
Aku Dan Diriku


__ADS_3

Namun aku menatap nya dengan pandangan sayu yang benar benar sedih melihat semuanya kacau seperti ini.


Kemudiam dia membuka suara setelah cukup lama terdiam menatap tajam ke arah ku.


"Lihat!! Anak ku semua nya hancur harena anak sialan kayak lu!! Mental nya pasti rusak karena melihat hal yang tak seharusnya dia lihat!! Dan semua nya karena elu anak sialan!!"


Dengan nafas memburu dia menunjuk ke arah ku, dan dengan keberanian entah dari mana aku menjawab nya.


"Ya sudah, jika tak ingin merusak anak mamah sendiri dan mamah marah sama aku tampar aku aja mah tampar silahkan!"


Aku menatap nya dan menepuk nepuk pipi kanan ku dengan tangan kanan ku, berharap dia tak membuat keributan dan lampiaskan saja pada diriku karena aku masalah utama bagi dia.


"Cuih!! Nggak sudi gua mengotori tangan untuk menyiksa anak gob**k kayak lu!!!"


Setelah mengatakn itu, dia pergi dari kamarku masih dengan umpatan umpatan nya kepadaku. Tapi setidaknya tak seheboh tadi yang membuat henda menangis dan ayah yang kewalahan menenangkan dia dan juga henda.


Namun disisi lain aku yang merasa syok, tangan ku bergetar hebat begitu juga dengan tubuhku. Sesak meraungi dadaku, sakit sesak dan perih.


Tak bisa aku bermalam disini dengan keadaan seperti ini. Aku ingin menangis mengeluarkan semua yang tertahan ini, dengan kondisi yang sangat kacau aku mengambil tas selendang yang biasa aku oakai untuk kerja.


Mengambil jaket dan memasukkan nya ke dalam tas, untungnya aku tak mengganti baju setelah aku dari tempat dilang hari ini jadi tak perlu berganti pakaian aku bersiap untuk keluar rumah.


Sebelum itu, aku memastikan tak ada orang di luar kamar, karena aku tak ingin kembali di bentak dengan pertanyaan pertanyaan yang tak bisa aku jawab.


Aku bisa mendengar dia masih mengumpat namun keberadaan nya di dalam kamar mandi, lalu dari suara ayah aku bisa mendengar nya jika ayah sedang berad adi dalam kamar bersama dengan henda.


Tak menunggu lama lagi aku segera pergi keluar, pintu utama belum di kunci aku ceoat membuka dan keluar rumah tanpa mengucapkan apapun.


Dengan badan yang bergetar hebat dan mehan sesak aku berusaha untuk terlihat baik baik saja di depan orang lain yang melewati ku.

__ADS_1


Pikiranku buntu, pikiran ku kosong. Aku ingin ke temoat sepi, aku ingin mengeluarkan semua yang tertahan ini, aku tak kuat.


Entah aku akan kemana yang jelas aku akan mengikuti langkah kaki ku. Di depan gapura di pinggir jalan raya aku melihat tempat gelao daj sepi, meski di pinggir jalan raya tapi tempat itu bisa membuatku sedikit tenang dan bisa mengeluarkan segala yang ku tahan.


Aku berjongkok di sisi dinding ruko kecil yang gelap, di sebelah nya rumah besar dan pastinya tak akan ada orang yang mendnegar jika aku menangis.


Keluar sudah semua air mataku, aku menangis dengan sangat pilu. Sesekali aku memukul pelan dada ku yang amat sakit dan sesak, aku tak menahan isak karena tak bisa ku tahan.


Saking sesaknya aku tak bisa mehan isak tangis ku, lirih dan terus terdengar aku menangis sejadi jadinya.


Motor mobil berlalu lalang di depanku, tak perduli dengan sekitar yang hanya di lewatinya.


Mungkin setengaha jam aku menangis di tempat ini. Entah karena mendengar isakkan tangis atau yang lainnya aku tak tahu, tapi di sebrang ujung jalan ada beberapa orang yang menghadap ke arahku.


Aku mencoba menteralkan keadaan ku, aku mencoba menghentikan tangisku. Masih dengan sesak, aku mengecek ponsel.


Sudah lah, aku akan ke tempat mess nya gilang. Entah harus tidur di sana atau akan di antar kemana oleh gilang aku tak perduli. Yang jelas aku akan menghampiri nya dulu.


Tubuhku lemas, dan masih bergetar, tangan ku pun sama. Aku harus segera menemuinya. Menyusuri jalanan gelap malam hari.


Syukurlah aku bisa melihat sendal gilang, artinya gilang ada di dalam. Tapi aku mendengar orang yang mengobrol baiklah tak apa.


Aku melongo kan kepalaku melihat kedalam, dan gilang menyadari nya. Menghampiri ku dan bertanya dengan siapa aku datang ke tempatnya malam malam seperti ini.


Bukannya menjawab aku kembali menangis, akhirnya gilang membawaku kedalam aku menangis di pelukannya gilang.


Dua orang yang mengobol pun tak menganggu, seakan memberi ruang untuk ku melepas beban yang ada.


Lama aku menangis, gilang berusaha menenangkan aku dan mengumpat atas pedilaku dia yang tak mendengarkan perkataan untuk tidak menyakiti hati orang lain.

__ADS_1


Gilang semoat akan menyusul nya ke rumah, tapi aku tahan. Semuanya akan semakin rumit jika gilang kembali emosi.


Setelah puas tangis ku berhenti dengan sendirnya. Gilang berjongkok di depan ku, dan sekarang aku harus tidur dimana malam ini.


Aku menggeleng bingung, gilang sempat menelpon bos nya agar aku bisa menginap satu malam saja di rumah nya namun tak di angkat, wajar saja mungkin sudah tertidur.


Anak dari bos juga kembali menghubungi ibunya namun sama tak di angkat. Akhirnya aku menelpon tia, semoga tia belum tidur dan aku bisa menginap di rumahnya.


Syukurlah tia menjawab terlpon ku dan mengjinkan aku untuk menginap, jam sudaha menunjukan pukul 21.20 selarut ini dan aku akan di antar gilang ke rumah tia.


Sesampainya aku bisa melihat tia di depan gang rumah nya. Menunggu ku dengan teman dekatnya. Aku memang berjalan sendiri ke gang rumah tia, karena kasihan jika gilang harus terlalu larut pulang ke mess nya karena lumayan jauh.


Aku menghampiri tia masih dengan sesak. Baru datang saja tia sudah memberondong ku dengan pertanyaan pertanyaan nya.


Setelah pamit ke teman dekat dan ibunya tia, aku dan tia masuk kedalam rumah nya tia. Lalu ke kamar tia dan menceritakan semuanya.


Lalu kami tertidur, dan bangun di pagi hari dengan kehebohan orang tua tia karena kehadiran ku yang tak di ketahui mereka. Dan tia menceritakan semuanya.


Tia akan membantuku make up, tia akan menginap malam ini di kontarakanku dan aku juga akan tidur disana malam ini.


Mamah tia akan hadir di acara pernikahan ku besok tapi ayah tia meminta maaf karena tak akan bisa hadir, karena pekerjaan nya tak bisa di tinggal.


Dan hari ini aku lewati tanpa ketegangan seperti kemarin.


haii teman teman, sejauh ini gimana tanggapan kalian tentang Aku Dan Diriku?


kalo ada yang kesal dengan tokoh utamanya atau ibu tiri nya atau apapun kalian boleh banget ko buat tulis komentar kalian disini, dengan senang hati aku akan menerimanya😁


karena sebentar lagi cerita ini akan ending aku ingin saran dari kalian, tanggapan kalian dari cerita ini. aku tunggu ya komen nya jangan lupa like juga ya😉😘

__ADS_1


__ADS_2