
Aku Dan Diriku Bab 19
Hari sudah sore, seteru dugaan ku dia langsung bercerita tentang pembicaraan nya tadi siang bersama dengan keluarga nya. Karena jarak yang dekat memudahkan dia untuk bisa terus mengetahui info info terbaru, atau bahkan menggosipkan aku.
Bukanyya aku sok tahu tapi, itu memang kenyataannya. Terkadang dia pergi untuk curhat tentang perilaku ku, atau juga sekedar untuk mengajak henda bermain. Tak jarang dia pulang dengan keadaan marah marah, bukan sekali dua kali namun bisa di katakan sering.
"Ayah, anakmu itu benar benar keterlaluan tahu!!"
"Kenapa lagi mah"
Dia mulai bercerita meski henda masih berusia sekolah dasar, henda juga suka ikut ikutan, entah itu mencemooh aku atau bahkan bertindak sendiri tanoa sepengetahuan dia ataupun ayah.
Kadang aku merasa kesal masih saja mengapa bisa berperilaku seperti itu, suka sok tahu. Namun jika aku pikir pikir ulang henda tak begitu bermasalah meski sikapnya begitu, toh karena henda mengikuti apa yang orang dewasa lakukan. Karena orang dewasa seperti soal contoh jika di dalam pelajaran.
"Tadi mamah ke rumah nya makne, dan mereka bilang cowok yang kemarin mau ngelamar anak tetangga itu tuh!! Bilang bilang ke orang lain kalo anaknya dari keluarga kita tuh nggak bener katanya yahh"
Aku sangay bersyukur bisa kabur saat orang itu mau melamar, ternyata meskipun dia cowok mulutnya seperti perempuan. Tak bisa aku bayangkan bagimana nasib ku jika aku terjebak dalam kondisi dimana aku menikahi orang tak ku kenal sekaligus orang yang suka menggosip.
"Terus gimana katanya?"
__ADS_1
"Ya nggak terus gimana gimana ayah, hanya saja jelek sudah nama baik keluarga mamah. Keluarga mamah tuh terkenal karena banyak yang menghormati oleh warga sekitar yah! Tapi gara hara anak itu tuh, semuanya jadi berantakan!!"
"Memangnya orang nya bilang apa?, Lagian cowok ko ngegosip sih?"
Huft, ayah kita memiliki pertanyaan yang sama.
Aku terus mendengarkan pengaduan nya pada ayah.
"Iya katanya anak dari rumah ini nggak bener, udah mau di seriusin malah menghilang katanya. Berarti ni anak sudah memberi janji pada orang itu yahh, kan nggak mungkin cowok itu bilang begitu!"
"Oh uhm, ya nggak tau juga, lagian ayah juga penasaran karena ayah juga nggak tau orang nya mah. Memang yang mana sih orang nya? Mungkin april kabur karena april nggak tau orang yang ngelamar dia kayak gimana"
Setuju ayah, akhirnya ayah ngerti dengan keadaan april. April benar benar terbantu, semoga dengan begitu ayah nggak lagi benci sama aku.
"Emang orang nya bilang sama mamah gitu?"
"Ihh ayah ini gimana sih dari tadi lho, di ajak ngobrol ko malah muter muter aja disitu banyak nanya. Berbelit belit tau nggak sih ayah ini ngerti nggak sih sebenarnya?"
Dia kesak sendiri karena mendengar tanggapan ayah yang santai, mungkin karena ayah pulang kerja dan dia sudah menambah beban lagi dengan laporan yang dia terima.
__ADS_1
"Maaf ayah, ayah selalu kena banyak masalah karena april. Meski sekarang april sudah berusaha untuk tak melibatkan ayah, namun ternyata ayah tetap saja di salahkan"
Aku tau ini sekua percuma, penyelasan dan permintaan maaf yang tidak pernah bisa aku ucapkan langsung di hadapan ayah. Tapi apa boleh buat, bahkan sampai saat ini aku masih belum bisa mengungkapkan semua itu aku terlalu takut. Aku takut tak bisa menguasai amarah ku.
"Ya lagian ayah tuh baru pulang kerja, capek. Mamah kalo mau cerita tuh santai aja, jangan pake urat jangan pake emosi. Tenang mah"
"His, tuh sama warung yang di lapang, itu kan lokasinya terkenal ayah semua orang sekitar sini tau kalo ke warung itu jadinya. Dan gosip rumor itu thh udah kesebar! Bahkan hampir dua RT tau yah tentang itu!"
"Ah masa?"
"Iya ayah!! Makanya, mamah heboh begini. Tuh anak bener bener deh selalu bikin masalah aja. Mau nya apa sih"
"Aku nggak mau apa apa, hanya saja aku ingin hidup dengan tenang dan damai"
Aku tiba tiba saja menjawab pertanyaan dia, tapi di dalam kamar dan tak sampai terdengar. Diam di rumah karena libur atau pun sakit sebenarnya membuat ku selalu malas. Masalahnya karena ya seperti ini, akan ada banyak drama drama yang aku dengar meski aku tak mau mendengar nya.
Aku masih bisa tahan sampai sekarang karena aku ingin menjaga ayah, niat hati agar aku dapat menjaga ayah dengan baik meski tak memperlihatkan nya, jika aku memperhatikan nya maka dapat di pastikan bahwa dia akan cemburu.
Yah, dia akan cemburu meski aku ini anak dari suaminya. Anak kandung lho ya. Aku tak tau alasan pastinya, yang jelas dia selalu marah marah dan terkesan was was jika aku dekat atau hanya mengobrol berbasa basi.
__ADS_1
Aku hanya menduga duga, karena melihat prilakunya saja. Meski begitu tetap saja aku merasa heran sebenarnya apa yang membuat dia selalu marah dan was was dengan keberadaan ku?
Setelah percakapan itu, ayah dia dan henda kembali seperti biasa. Tak ada lagi obrolan mengenai orang aneh itu, meski terkadang sedikit dia bercerita tentang aku yang tidak keluar rumah hari ini. Pokoknya semua yang aku lakukan tak luput dari ceritanya. Kalo di pikir pikir perhatian juga yah? Hehe